Dua Alam

Dua Alam
Eps 20


__ADS_3

Zahra menyusuri lorong didalam istana, dia gemar berkeliling untuk menghapus rasa bosannya, sesekali dia memasak didapur yang terlihat sangat lengkap sehingga dia bisa memasak apapun yang diinginkannya. Dia sudah terbiasa dengan semua ini meski sesekali dia merindukan keluarganya namun karena percaya dengan cerita si makhluk besar, dia mencoba mengikhlaskan keluarganya dan mencoba menerima takdir dirinya.


"Tok tok tok ..." Zahra mengetuk pintu yang sedikit terbuka. Selama ini dia tidak pernah memasuki kamar itu, namun pelayan istana memintanya mengantarkan kue yang dibuatnya keruangan itu atas permintaan Makhluk besar dan mau tidak mau dia menurutinya.


Selama dia berbuat baik, selama itu juga makhluk besar bersikap lembut dan perhatian kepadanya. Dia tidak lagi membahas kepulangannya didepan makhluk besar itu meski didalam hatinya dia percaya bahwa dia pasti bisa kembali ke dunia nyata.


"Masuklah ..." dan Zahra pun memasuki kamar yang sangat gelap itu sembari memegangi nampan berisi kue dan teh. Dia meletakannya di nakas disamping tempat tidur.


Makhluk besar itu sedang berbaring dan memandangnya "Sepertinya dia sakit" ucap Zahra dalam hati.


"kenapa gak bersuara aja, akupun bisa dengar sekarang" sahut si makhluk besar.


"Kenapa harus bersuara ketika tidak bersuara pun kau dengar" jawab Zahra yamg secara tidak langsung membuat makhluk besar tersenyum padanya.


"Keluarlah, lakukan apa saja diluar sana, tapi ingat jangan coba kabur" makhluk besar itu melanjutkan ucapannya dan Zahra hanya mengangguk dan kembali keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


...


...


"Kalian disini ?" Papanya Aditya melihat nenek dan cucu itu mengobrol asik di pendopo yang da di halaman rumah neneknya Aditya.


"Hey pa, Mama sudah bangun ?" tanya Aditya.


"Mamamu akan selalu bangun siang kalau nginap disini" sahut Nenek yang langsung ditertawakan oleh pasangan Papa dan anak tersebut.


"Ibu akan bantu sebisa mungkin, setelahnya tergantung Aditya" kata Nenek.


"Ko tergantung Aditya ?" Aditya dan Papanya serempak bertanya.


"Ibu akan mengirim Aditya kealamnya untuk menjemput Zahra" ucap Nenek namun seseorang berdiri di ambang pintu dan berteriak "tidak bisa !!" katanya.

__ADS_1


"Saya tidak pernah rela mengorbankan anak saya untuk apapun dan siapapun" Rupanya Mamanya Aditya sangat emosional terlihat dari matanya yang melotot dan memerah akibat menahan amarah dan air matanya.


"Aditya akan baik baik saja Ma" kata Aditya.


"Aku sudah bilang kan Pa kita gak usah bantu keluarga Zahra, anak itu pemba sial" kata Mamanya Aditya yang langsung dibantah oleh anak laki laki satu satunya. Lagian orang tua mana yang rela anaknya mengorbankan diri demi orang lain.


...


...


Setelah 5 bulan berlalu, Aditya dan Zahra bahkan ketinggalan satu semester akhir kelas dua mereka sehingga harus mengulang kembali nanti.


Aditya tetap tinggal di rumah Neneknya untuk mendalami berbagai jenis ilmu yang akan diturunkan Neneknya padanya supaya jika nanti Aditya menjemput Zahra dia memiliki pegangan yang kuat dan bisa kembali dengan selamat.


Sedangkan Mama dan Papanya kembali pulang dan menjalani kehidupannya. Terkadang mamanya khawatir dengan Aditya namun suaminya selalu menguatkannya dan berkata semua akan baik baik saja "Percayalah ma anak kita sedang memperjuangkan masa depannya" kata Papanya Aditya yang paham betul kenapa anaknya melakukan ini semua.

__ADS_1


"Mama hanya gak mau kehilangan anak kita satu satunya Pa ... Mama sayang sama Zahra tapi sekarang keadaannya berbeda" dalam pelukan suaminya wanita 40an tahun itu mengeluarkan unek uneknya.


__ADS_2