Dua Alam

Dua Alam
Eps 16


__ADS_3

"Ma ... gak bisakah kita membantu mencari Zahra ?" tanya Aditya yang sedang membereskan barang barangnya dirumah baru mereka diluar kota, bahkan diluar pulau.


Mamanya memutuskan untuk pindah rumah dan menjauhkan anaknya dari sahabatnya itu. Dan sejak saat itu Aditya tidak tau menau kabar tentang Zahra.


"Sudahlah Dit, mereka bakal nyari Zahra dan polisi juga udah bantu pasti" kata Mamanya Aditya.


"Pa ..." Aditya melirik Papanya namun papanya hanya bisa mengangkat kedua bahunya menandakan dia tidak ingin ikut campur.


"Jika sesuatu terjadi dengan Zahra, Adit gak akan memaafkan diri Adit sendiri" kata Adit berlari masuk kekamarnya.


"Kenapa sih itu bocah puber, lebay banget" gerutu Mamanya Aditya.


"Lagian Mama, Aditya kan cuma mau bantuin Zahra masa gak boleh" jawab Papanya Aditya.


"Tapi pa ..." seakan gak punya kelanjutan alasannya, Mamanya Aditya diam dan melanjutkan beberesnya.


"Ma ... Papa pikir gak ada salahnya bantuin keluarga mereka, Ibumu kan mengerti tentang ini" Tiba tiba Papanya Aditya membahas kembali setelah mereka sibuk membereskan rumah baru mereka.


Istrinya menatapnya tanpa berkedip seakan memikirkan perkataan suaminya. "Gimana Ma ?" tanyanya lagi.


"Cuti Papa sampai kapan ?"

__ADS_1


"Minggu depan"


"Yaudah besok kita kerumah ibu"


Mendengar sang istri menyetujui sarannya, suaminya tersenyum senang sekaligus lega bahwa anaknya akan mendapatkan jawaban atas kegundahannya selama ini.


Sebagai lelaki pasti Papanya mengerti bagaimana Aditya selama ini menunjukan cintanya kepada gadis yang dari kecil dijadikannya sahabat itu.


...


...


"Pa ... Bangun Pa ... jangan tinggalin Marwah" Bocah 9 tahun menangis disebelah Papanya yang sedang terbaring lemah dengan banyak alat ditempelkan ditubuhnya.


"Pa ... Mama mohon bangunlah ... semua ini gara gara anak sial itu" Masih saja menyalahkan Zahra membuat Marwah memandang Mamanya.


"Jangan dibahas Ma, kak Zahra gak salah apa apa" kata Marwah berusaha membela kakaknya. Karena dia sudah tau apa yang dilakukan Mamanya.


"Kamu sekarang berani membelanya, dan membangkang sama Mama" Mama Soraya menaikkan nada bicaranya dan melototi putri bungsunya.


"Bbbuu bukkan gitu ma" Sekarang mudah bagi Marwah untuk takut kepada Mamanya karena dia tau Mamanya memiliki ilmu hitam dan dia takut akan hal itu.

__ADS_1


"Urus Papamu dan Mama akan kembali nanti ..." Mama Soraya beranjak dari duduknya dan pergi keluar ruangan itu.


...


...


"Kenapa belum dimakan ?" Makhluk besar itu masuk kekamar Zahra dan melihat nampan makanan yang masih utuh.


Zahra meliriknya sebentar lalu kembali menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.


"Aku akan menikahimu tahun depan, tepat diusia yang ke 17" Tanpa ingin melanjutkan bahasan tentang makanan dinampan, Makhluk itu terus terusan membahas pernikahan mereka yang sudah sejak lama dijanjikan dan direncanakan.


"Kamu bilang ... Mama Soraya punya kembaran ... Mama kandungku ... lantas dimana dia" mengumpulkan tenaga dan keberanian Zahra menanyakan keberadaan Ibu kandungnya. Namun, ...


Bukannya menjawab pertanyaan Zahra, Makhluk itu hanya tersenyum dan kembali meninggalkan Zahra sendirian dikamarnya.


Zahra yang mulai emosi kemudian beranjak dari tempat tidurnya lalu mendekati nampan dan melemparkannya ke pintu kamar yang hampir saja tertutup.


Makanan itu berserakan dilantai kamarnya membuat makhluk besar itu menoleh kembali ke arahnya dan sesekali melihat tumpahan makanan itu.


"Apa mau mu?" tanya Makhluk besar.

__ADS_1


"Aku yang harusnya tanya itu. Aku gak mau menikah denganmu" Zahra terisak bicara dengan Makhluk itu.


"Kamu dilahirkan untukku dan tidak ada yang bisa merubahnya" Makhluk itu berbalik dan meninggalkan Zahra dikamarnya. Sedangkan Zahra berteriak seiring langkah Makhluk besar tersebut.


__ADS_2