
Sudah satu bulan Ruhi tidak menampakan wujudnya. Bocah itu mungkin kesal dan tersinggung akibat Zahra membentak dan mengusirnya padahal dia hanya ingin bermain dengan manusia yang sudah dianggapnya sahabat itu.
Hingga suatu malam Zahra terbangun dari tidur, tapi betapa kagetnya Remaja 15 tahun itu terbangun disebuah gedung tua. dilihatnya sekitar banyak debu dan sarang laba laba ditembok ruangan itu.
"Dimana ini ?" betapa takut dan panik Zahra saat itu tapi dia berusaha tenang dan beranjak dari tempat tidurnya.
Dia berusaha mencari handphone atau apapun barang miliknya tapi tidak ditemukan.
"Sudah bangun ?" tanya seseorang berjubah hitam dan menutupi kepalanya hingga wajahnya sedikit tertutup dan tidak bisa terlihat jelas.
"Ss s si siapa ka k kamu ?" tanya Zahra yang ternyata sudah mengalir keringat dingin di wajahnya.
"Ikuti saya" suara itu terdengar seperti suara perempuan. Seperti terhipnotis, Zahra mengikutinya dengan perlahan. Seketika kakinya menginjak pecahan botol kaca dilantai yang penuh dedaunan.
Bagaimana tidak, atap diruangan itu sudah tidak ada, jendelanya pun terbuka lebar namun hanya ada pepohonan disekitarnya.
__ADS_1
Mereka menyusuri rumah tua itu dan akan menuruni tangga menuju kelantai bawah. "Tunggu ..." kata Zahra menghentikan langkahnya. Sosok berjubah itupun ikut berhenti
"Ada apa Zahra ?" tanya sosok itu
"Kamu tau namaku ?" Zahra menyadari sosok itu bukanlah manusia.
"Hanya itukah yang mau kamu tanyakan ?"
"Kita dimana ? Kamu siapa ? Kenapa aku bisa disini ?" Tanya Zahra beruntun, tiba tiba kakinya lemas, mungkin karena takut dan panik.
Selama ini dia terbiasa mimpi buruk, atau melihat sosok tak kasat mata. Namun ini pertama kalinya dia terbangun disuatu tempat yang dia tidak tau dimana tanpa satu orangpun yang dia kenal.
"Ruhi ... bisakah kamu menolongku, aku mohon kembalilah" kata Zahra dalam hatinya.
Betapa terkejutnya Zahra ketika sampai di satu ruangan yang ada dilantai bawah rumah itu. Sangat mewah dan rapi juga bersih, tidak seperti ruangan yang lain di rumah itu.
__ADS_1
Belum lagi seseorang duduk disinggasana dengan tongkat di tangannya. Mata Zahra terbelalak melihatnya, "Ss s si a ap pa Dia ?" tanya Zahra pelan disebelah sosok berjubah.
"Kemari Zahra" Sesosok wanita cantik dengan senyum yang sangat manis duduk disinggasana dan memanggil Zahra sambil mengulurkan tangannya.
"Majulah" bisik sosok berjubah, dan Zahra dengan hati hati melanjutkan langkahnya.
"Ketahuilah, kamu adalah anakku dan akulah ibumu" kata wanita cantik berpakaian kebaya coklat keemasan berpadu dengan selendang kuning dan hijau serta mahkota kecil dikepala dengan rambut yang disanggul.
Masih dia kaget karena terbangun di tempat asing, sekarang dia diakui anak oleh sesosok yang dia yakini bukanlah manusia. "Gak mungkin" kata Zahra, tapi sosok wanita itu hanya tersenyum memandang Zahra, lalu beranjak dan menghampirinya.
"Pergilah ... dan ini urusanku" kata sosok wanita kepada sosok berjubah yang mengantar Zahra ke ruangannya.
"Mau kemana kita ?" tanya Zahra ketika wanita cantik itu mengajak untuk mengikutinya.
"Membawamu berkeliling dirumah kita" kata wanita cantik yang berjalan mendahuluinya.
__ADS_1
"kenapa rumah ini menjadi mewah" tanya Zahra dalam hatinya. Pastinya wanita cantik itu bisa mendengar suara hati Zahra, dia hanya tersenyum mendengarnya. Namun, ...
Ketika Zahra memandangi kagum rumah mewah itu, Dia terjatuh ke lubang sangat dalam dan berteriak.