Dua Alam

Dua Alam
Eps 9


__ADS_3

Kini Aditya sedang di UGD menunggui Zahra bersama guru mereka. "Apa kamu tau sesuatu Dit ?" tanya ibu guru yang langsung membuat Aditya menggelengkan kepalanya.


"Dit ... Apa Zahra punya indra keenam?" setelah saling diam menatap pintu UGD, ibu guru kembali menanyakan kepada Aditya, dan kali ini Aditya mengangguk ragu.


"Ibu percaya ginian ?" Aditya berusaha mencari tau dengan harapan bisa membantu wanita yang dicintainya itu.


"Ibu sebenarnya sering melihat Zahra mengobrol dengan makhluk halus Dit ..." perlahan Ibu guru mulai bercerita.


"Ibu bisa lihat ?" tanya Aditya dan dianggukan oleh ibu guru.


"Ibupun mengalaminya, tapi ..." seakan berat baginya menceritakan kepada anak remaja yang bahkan belum genap 16 tahun.


"tapi apa bu ? Zahra gak bakal kenapa napa kan ?" Aditya mulai khawatir, bahkan dia beranjak dari duduknya dan berdiri didepan ibu guru yang kini masih duduk di ruang tunggu UGD, membuat gurunya harus mengangkat kepala untuk memandang abak muridnya itu.


"Wali dari Zahra" seorang suster mengganggu percakapan guru dan murid itu dan membuat mereka bergegas menghampiri suster. "Zahra gapapa kan sust ?" tanya Aditya khawatir.


"Gapapa nona Zahra bisa istirahat sebentar sampai dia kembali sadar, setelah itu bisa kembali pulang ?" kata suster tersebut.

__ADS_1


"Gak sadar ? jangan jangan bakal pingsan beberapa hari lagi kayak kemaren " gumam Aditya yang langsung menerobos masuk dan melihat keadaan Zahra.


"Ara ..." satu nama kecil Zahra yang terucap oleh Aditya, sudah sejak lama dia tidak memanggil Zahra dengan nama kecilnya karena permintaan sahabatnya itu sendiri.


"Sudah ku bilang panggilnya Zahra, bukan Ara" dengan raut wajah kesal, Zahra yang sudah dalam posisi duduk sambil memegangi badannya yang masih terasa sakit.


"Kamu gapapa ? gak patah tulang atau ..." Tiba tiba ucapan Aditya terputus karena Zahra menjitak kepalanya hingga dia meringis kesakitan.


"Mau mu apa ? badanku diperban perban gitu karena patah tulang ? bukannya bersyukur aku baik baik aja" keluh Zahra yang dengan emosi memarahi sahabatnya itu.


...


...


"Sungguh aneh kalau seperti yang dikatakan harusnya paling tidak ada tulang yang retak tapi bahkan Zahra baik baik saja sekarang" kata Dokter kepada Ibu Guru.


mereka sebenarnya tidak mengatakan kalau Zahra melayang sendiri dan terhempas kelantai, mereka mengatakan kalau Zahra terjatuh dari lantai dua sekolahan, bukankah kurang lebih sama saja benturan yang didapatkan dalam dua kejadian serupa itu.

__ADS_1


"Jadi, bagaimana Dok ? Zahra bisa langsung pulang ?" tanya Ibu guru yang langsung mendapat anggukan dari Dokter "Bisa bu" jawabnya.


...


...


Setelah berbicara dengan dokter dan dokter pun meninggalkannya, Ibu Guru duduk kembali didepan pintu UGD rumah sakit itu, berfikir apakan kejadian Zahra dan dirinya sama. Jika memang benar sama maka dia harus membantu Zahra untuk menghadapi masalahnya.


"Ibu ..." Aditya keluar dari ruangan UGD dan menghampiri Ibu Guru yang melamuni anak muridnya.


"Kenapa disini bu ? gak masuk ?" tanya Aditya yang mendapat pandangan tanpa arti dari gurunya.


"Dit ... Zahra udah sadar ?" tanya Ibu guru.


"Sudah bu, dia juga meminta pulang" jawab Aditya.


Merekapun langsung masuk ke ruang UGD dan menghampiri Zahra yang bahkan terlihat sangat sehat, tidak seperti orang yang seharusnya jatuh dari lantai kedua.

__ADS_1


Setelah selesai mengurus administrasi akhirnya mereka mengantarkan Zahra pulang kerumahnya. Tapi, hari itu Ibu Guru belum memberitahu atau sekedar menceritakan apapun ke Zahra dan Aditya.


__ADS_2