
Disebuah rumah yang sangat mewah, terdengar dentingan di meja makan. Tuan Rafi, Istrinya nyonya Rose dan Ibu nya Rafi Ibu Ujing sedang sarapan pagi. Ibu Ujing membuka pembicaraan.
"Rafi ini sudah satu dekade kapan kamu akan memberikan cucu". " Sabar Ma, Kami sudah berusaha, dari ke dokter kandungan luar negeri, mencoba bayi tabung, tapi kami harus lebih bersabar seperti nya"
"Sampai kapan mama harus bersabar! kamu tahu kamu adalah putraku satu satunya, kamu mau keturunan kita habis, siapa yang akan meneruskan usaha Papamu, atau kau akan menunggu mama mu tidak ada di bumi ini lagi? Tolong lah Putraku carilah jalan keluarnya. Rose apakah engkau tidak keberatan apabila suami mu menikah lagi? sebagai rasa kasih sayang mu kepada suami mu, izinkanlah?"
Tak terasa air mata Rose jatuh disudut matanya.
"Kalau memang itu yang mama mau saya izinkan, tapi ada syaratnya. Saya yang memilih kan istri ke dua untuk suamiku"
" Baiklah mama setuju yang penting mama bisa mendapatkan cucu, dan ingat mama tidak mau berlama-lama, mama berikan waktu 1 bulan. kalau kau tidak bisa mendapatkan istri kedua untuk suamimu. mama yang akan mencari nya"
Kemudian Ibu Ujing pun masuk kedalam kamarnya.
tanpa sepengetahuan Tuan Rafi dan Nyonya Rose. Ibu Ujing menghubungi dan menelpon teman sosialitanya.
"Halo jeng Lina apa kabarnya"
__ADS_1
"Baik jeng , ada apa ini tiba-tiba menelpon"
"Ini saya mau mengabarkan anak saya Rafi mau mencari istri kedua nya"
"lho kok bisa jeng bukan nya Rafi sudah punya istri, apa isteri nya tidak marah, dia dimadu"
"Bagaimana mau marah Jeng kan istri nya Rafi si Rose itu mandul. sudah 10 tahun usia pernikahan mereka belum juga diberikan keturunan"
"Oh begitu, ada Jeng keponakan saya, seorang model terkenal cantik dan seksi, tapi apa mau dia jadi istri kedua"
"Pasti mau Jeng karena kalau dia bisa memberikan cucu. Maka dia akan berhak meneruskan seluruh perusahaan Rafi"
"Baiklah kirim kan photonya ya jeng saya penasaran"
"Baiklah Jeng"
Seraya menutup sambungan telepon.
__ADS_1
Ibu Ujing adalah seorang janda. Papanya Rafi meninggal disaat-saat Rafi tamat kuliah.
Meninggal mendadak karena serangan jantung.
Tuan Rafi sendiri karena terlalu sibuk mengurusi perusahaan papanya. Dia tidak mengetahui kehidupan pribadi Ibunya.
Diusianya yang memasuki 55Tahun Ibu Ujing masih terlihat cantik. karena sering melakukan operasi plastik.
Ditambah lagi dia masih senang berdandan seperti sosialita.
Ibu Ujing juga senang berpergian dengan pesawat zet pribadi nya bersama teman-temannya.
Ibu Ujing memang belum menikah lagi.
Walaupun begitu sering terdengar rumor dia sering mengadakan pesta dengan pemuda pemuda tampan.
Namun Rafi tidak pernah mempercayai rumor tersebut. Dan menganggap wajar ibunya sering jalan-jalan dan berpesta karena kesepian. Ditambah lagi belum adanya cucu dirumahnya yang bisa diajak bermain-main.
__ADS_1
Tak lama berbunyi dentingan-dentingan suara WA masuk. Dengan tidak sabar Ibu Ujing membuka satu persatu pesan tersebut. Dan sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Wah cantik dan seksi ternyata keponakan Jeng Lina ini, Rafi pasti sangat berselera padanya, tubuh nya juga kelihatan sintal dan subur, Saya akan berusaha supaya dia bisa berjodoh dengan Rafi, Apalagi ditambah dia adalah keponakan Jeng Lina, akan semakin akrab nantinya" Gumam Ibu Ujing dalam hati.