
Keesokan paginya dirumah kontrak an Sriwati sedang sibuk membereskan barang-barang nya. tidak terlalu repot karena memang mereka tidak memiliki banyak barang. hanya pakaian. Karena Tuan Rafi memberitahu kan tidak perlu membawa peralatan tidur dan peralatan dapur.
Terdengar suara mobil mewah masuk kedalam halaman rumah nampak 2 orang karyawan Tuan Rafi menjemput keluarga Sriwati.
Tak berapa lama mereka sampai dirumah yang cukup besar dan lumayan mewah.
"Sri apakah rumah ini tidak terlalu bagus dan mewah untuk kita"
"Iya Bu, tapi aku tidak bisa menolak ini keinginan Tuan Rafi"
"Baiklah ucapkan banyak terimakasih untuk nya" Ibu mau istirahat dulu.
Tak lama terdengar suara ponsel Sri berbunyi.
"Sri, lekas ke kantor ku? temani aku makan siang"
"Baik Tuan Rafi"
Sriwati bergegas menuju kantor Tuan Rafi karena berdekatan dia bisa berjalan kaki.
Tiba di kantor Tuan Rafi, Sriwati langsung masuk keruangan.
"Bagaimana Rumah barunya apakah Ibumu suka"
"Beliau sangat suka Tuan, dan Ibu mengucapkan terimakasih banyak, bahkan rumah itu terlampau mewah bagi kami"
"Saya menerima ucapan terimakasih ibu mu, sebagai ucapan terimakasih mu aku meminta balasan mu, temani aku makan siang"
"Baik Tuan Rafi"
Tak lama datang sekretaris Tuan Rafi membawa makan siang, tapi anehnya hanya ada sepiring steak dan segelas jus jeruk.
setelah sekretaris nya keluar. Dengan Remote ditangannya Tuan Rafi mengunci pintu ruangan direktur tersebut.
Keringat dingin mulai mengucur ditubuh Sriwati.
Tuan Rafi pindah ke duduk ke sebuah sofa panjang.
"Sri bawa kesini makan siang ku dan duduk disini bersama ku"
Sri hanya mengangguk.
Kemudian meletakkan makan siang . dan Sri duduk berhadapan dengan Tuan Rafi.
__ADS_1
Entah mengapa wajah polos dan imut Sri membuat Tuan Rafi penasaran. Tuan Rafi merasa mengulang seperti pacaran zaman SMA. Ah apakah ini yang dinamakan Puber ke 2.
Sriwati hanya tertegun melihat makanan didepannya yg hanya 1 porsi.
"Sri kamu itu calon istri ku tak bisakah kamu sedikit romantis aku ingin kamu suapin"
"Ba...Baik Tuan" sejak kapan aku menjadi gagap ya?
Entah karena belum pernah makan steak atau memang keras ya. Tangan Sriwati belum berhasil memotong stek tersebut.
Karena tidak sabar Tuan Rafi berdiri dan sambil memeluk dari belakang dia menyentuh tangan Sriwati.
"Begini cara memotong nya"
Lagi-lagi wajah Sriwati memerah.
Tuan Rafi kembali duduk. Mengapa tangan mu selalu dingin Sri.
Sri hanya berusaha tersenyum.
lalu mulai menyuapi Tuan Rafi.
Setelah hampir setengah menu dilahap nya.
"Aku sudah cukup kenyang makanlah"
Apa sendok ini bekas mu Tuan bukannya ini seperti ciuman tidak langsung.
"Ayo cepat makanlah atau aku yang akan menyuapimu"
Sri hanya memainkan sendok dia masih bingung.
Karena Sri belum juga makan. Tuan Rafi mulai tidak sabar.
Tuan Rafi merebut sendok dari tangan Sri. Bukan nya menyuapi Sri Tuan Rafi memasukkan potong an Stek kedalam mulutnya.
Degan tiba-tiba dia dia mendekati wajah Sri.
Kedua tangan Tuan Rafi menahan wajah Sri.
Benar- benar Tuan Rafi menyuapi Sri tapi bukan menggunakan sendok. melainkan dengan Bibir nya.
Sri terkejut dan kewalahan tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena pasti kalah tenaga.
__ADS_1
Dia hanya bisa menerima suapan mesra tersebut.
"Itu hukuman mu karena tidak menuruti perintah ku"
karena ketakutan Sri langsung melahap cepat makan siang didepannya. dia tidak mau Tuan Rafi menyuapi nya lagi.
Karena makan terlalu cepat bibir nya sedikit belepotan terkena Steak tersebut.
Tuan Rafi tertawa renyah
"Sri..Sri"
Kemudian lagi-lagi mendekati Sri. diambil nya Tisu untuk membersihkan bibir Sri yang mungil.
"Maaf Tuan Rafi karena makan siang sudah selesai boleh saya pergi, saya harus ke butik Nyonya Rose untuk membantu nya"
"Siapa yang mengizinkan mu pergi, Aku sudah menelepon istri ku Rose untuk meminta izin agar kamu menemani ku hari ini, aku ingin lebih mengenal mu Sri"
"Kira-kira apa yang ingin Tuan Rafi tanyakan saya akan menjawab nya dengan Jujur"
"Apakah kamu punya pacar Sri?"
"Tidak Tuan, Saya tidak sempat untuk punya pacar karena sibuk berjualan kue dengan Ibu Tuan"
"Apakah kamu ingin melanjutkan kuliah"
"Sebenarnya ingin Tuan tapi tidak ada biaya"
"Mengapa kamu mau menjadi istri kedua ku"
"Karena Nyonya Rose sudah banyak membantu saya Tuan. Saya berhutang Budi dengan nya. Jadi apapun yang Nyonya inginkan akan saya laksanakan"
"Kamu juga harus melaksanakan yang aku perintahkan"
"Baik Tuan"
"Ingat Sri 2 hari lagi pernikahan kita? Istriku Rose sudah mempersiapkan semua dari pakaian sampai tamu yang akan datang. Ingat kamu tidak boleh mengecewakan nya"
"Baik Tuan"
"Istirahat lah hari ini kamu tidak perlu ke butik"
Sriwati berdiri hendak berjalan pulang.
__ADS_1
Tapi tuan Rafi menarik tangan Sri. dan mengecup mesra kening Sri. kamu benar-benar mungil.
Wajah Sri semakin memerah.dan beranjak pergi meninggalkan Tuan Rafi.