Dua Pendamping

Dua Pendamping
Akad nikah


__ADS_3

Waktu menunjukkan jam 07 pagi ..


Sriwati kelihatan sangat ayu dan imut dengan kebaya putih yang sangat indah. Terdengar suara mobil mewah datang menjemput Sriwati, Ibunya dan adiknya


Mobil pun berjalan menuju Rumah Tuan Rafi.


Nampak beberapa hiasan elegant dan tamu yang datang pun tidak terlalu banyak.


Sriwati datang disambut oleh Nyonya Rose.


Karena Sriwati tidak mempunyai wali yang lain maka Gilang adiknya yang akan menikah kannya.


Sebelum acara Akad Nika Nyonya Rose membawa Sriwati, Ibunya dan adiknya ke kamar pengantin.


Kamar itu berada dilantai dua. berjarak 2 ruangan dengan kamar utama, kamarnya Tuan Rafi dan Nyonya Rose.


Hanya dipisahkan dengan Ruangan Perpustakaan dan Ruangan Kerja Tuan Rafi.


"Ibu perkenalkan saya Istri pertama Tuan Rafi"


"Apa maksudnya"


Ibunya Sriwati sangat terkejut. Untung tidak pingsan.


"Sri. Jadi Tuan Rafi sudah beristri?"


"Iya Ibu, saya menjadi istri kedua, maafkan saya ibu, Nyonya Rose yang telah membantu membiayai operasi Ibu, karena itu saya membalas budi'


"Ibu tidak usah kwatir. Saya yang merestui tuan Rafi untuk menikah lagi, karena sdh 10 tahun kami belum mendapatkan momongan"


"Baiklah Nyonya Rose, saya merestui anak saya menjadi istri kedua, mungkin ini sdh jalan takdirnya, dan terimakasih atas bantuan anda selama ini"


Tak lama seorang pelayan mengetuk pintu.


"Maaf Nyonya Rose penghulu sudah datang mempelai diharapkan hadir, karena acara akan dimulai."


"Baiklah mari kita turun"


Tuan Rafi makin tampan dan rupawan dengan pakaian jas serba putih.


Nyonya Besar Ujing nampak muram dan bermuka masam seolah tidak menyukai.

__ADS_1


Sriwati duduk disebelah kiri Tuan Rafi sedangkan Nyonya Rose mendampingi Sriwati disebelah nya.


Tak lama Akad nikah pun berjalan dengan lancar.


Ketika Acara pengambilan photo berdua.


Sriwati kelihatan sangat segan dan kaku. apalagi didepannya ada Nyonya Rose.


Akhirnya Tuan Rafi mengajak istri pertamanya ikut berphoto Dengan tuan Rafi ditengah.


Tamu-tamu pun berganti an memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Tak lama nampak seorang wanita sangat sepi dan cantik. memakai baju merah muda sangat ketat dan transparan dengan belahan dadanya yang terbuka. hampir mengeluarkan kedua gunung kembar miliknya.


Nyonya Ujing berteriak gembira


" Halo sayang inilho calon mantu tertunda ku"


"Halo ma Stella hanya ingin mengucapkan selamat"


"Silahkan Stella"


tanpa segan dia mengecup pipi Tuan Rafi, Tuan Rafi nampak tidak suka.


"Selamat sayang, kalau kamu masih kurang aku mau jadi istri ketiga mu, dan kupastikan kamu pasti tidak akan kecewa dengan pelayanan ku"


Rafi berusaha melepaskan dekapan Stella.


Sedangkan Sriwati dan Nyonya Rose hanya bisa melongo melihat pemandangan tersebut.


Tak terasa pesta sederhana berakhir. waktu menunjukkan pukul 08 malam.


Nyonya Rose, Sriwati dan Tuan Rafi naik kelantai 2.


mereka nampak kelelahan.


"Istriku tidak apa-apa kami tidur sendiri malam ini"


"Tidak apa-apa suamiku pergilah ke kamar pengantin mu"


Tuan Rafi mengantarkan Nyonya Rose terlebih dahulu.

__ADS_1


kemudian dia menutup pintu.


Didalam Nyonya Rose menetes kan air mata. dia sudah menahan nya dari pagi. Manusia wi


didalam hatinya pasti ada rasa cemburu. tapi semua lenyap demi kebaikan dan rasa cintanya kepada Tuan Rafi.


Didalam kamar pengantin Sriwati tampak kebingungan. Dia sudah mandi dan menggunakan pakaian tidur yg sangat sexi.


karena malu dia menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan duduk di sofa.


Terdengar suara pintu terbuka . Tuan Rafi masuk ke kamar tersebut.


Dia tertawa melihat tingkah Sriwati.


"Hei apa yang kamu lakukan, kamu seperti kepompong ulat Sri"


Kemudian Tuan Rafi pergi ke kamar mandi dan baunya sangat wangi.


Tuan Rafi juga sudah berganti dengan piyamanya.


"Hei Sri apa kamu semalaman akan duduk di sofa itu, ayo pijat punggung ku, aku lelah sekali."


Tuan Rafi membuka pakaian nya .


terlihat lah dadanya yang bidang dan perkasa.


Karena takut Sriwati bergegas naik ke tempat tidur dan melepas selimut nya. dengan perlahan memijat punggung Tuan Rafi.


"Enak juga pijatan mu Sri "


tak lama seperti nya Tuan Rafi tertidur.


Sriwati mengambil guling untuk membatasi tempat tidurnya. dia tidur disebelah guling.


Karena lelah diapun tertidur.


Ternyata Tuan Rafi hanya pura-pura tertidur. dibuang nya guling yang membatasi mereka.


Tuan Rafi memeluk Sriwati membuat nya seperti guling didekapnya.


Malam ini aku baru bisa memelukmu hei gadis Mungil dan imut sambil tersenyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2