
Tak terasa Pagi menjelang Sriwati tersadar dari tidur nya.
Apa ini Berat sekali Sriwati berusaha melepaskan pelukan Tuan Rafi.
Tapi dia
Takut membangun kan Tuan Rafi.
"Maaf mas aku belum bisa menjadi istri yang baik, karena belum bisa melayani dengan baik"
Tak lama Tuan Rafi membuka matanya.
kemudian mencium kening Sriwati lalu bangkit dari tempat tidurnya.
"Mari bangun dan bersih kan dirimu kita harus turun untuk sarapan"
Mereka pun turun dari lantai 2 dimeja makan sudah menunggu Nyonya Rose. Sedangkan Nyonya besar Ujing tidak Sudi makan bersama, dia memilih makan dikamar nya. Tuan Rafi Mencium kening Nyonya Rose.
"Selamat pagi istri ku nyenyak kah tidur mu?"
"Tentu aku sengat nyenyak suamiku Bagaimana dengan mu?"
"Aku juga tidur sangat nyenyak, Istriku seperti nya kamu harus mengajari Sri bagaimana tugas seorang istri"
Mata Tuan Rafi berkedip.
Nyonya Rose mengerti yang dimaksudkan oleh suaminya. sedangkan Sri hanya tertunduk malu, tidak tahu harus berkata apa.
"Jadi istri ku Rose apakah malam ini aku tidur dengan mu"
"Tidak suamiku karena kalian baru menjadi pengantin baru aku mengizinkan kamu satu Minggu ini bersama Sri, lagi pula aku sedang berhalangan"
"Baiklah kalau begitu"
Sri hanya melahap sarapan nya karena pendapat nya tidak akan didengar.
__ADS_1
"Suamiku aku harus ke butik karena banyak pesanan yang harus aku selesaikan?"
"Baiklah istriku Rose"
"Sri kamu ikut ke kantor ku"
Lagi-lagi Sri hanya bisa mengangguk.
Setibanya di Butik Nyonya Rose melihat Billy
"Hai Billy bukannya pesanan mu sudah kami selesaikan dan sudah kami antar, apakah ada yang kurang berkenan?"
"Tentu Rose, sangat memuaskan, aku kesini karena kangen sama Nia asisten mu, mau kah kamu merestui nya"
"Rose tertawa, ah...bagus lah jadi selama kamu naksir dengan Nia"
"Ya karena harapan memiliki mu sudah tidak ada Rose,"
"Tapi ingat ya Billy kalau kamu macam-macam dan menyakiti hatinya Nia, aku tidak akan memberikan ampun"
"Nia dilantai 2 sedang mengecek desain baju yang akan diproduksi, kamu boleh menemuinya. dan ingat jangan menggangguku pekerjaan nya ya?"
"Oke Rose"
Sampai dilantai 2 Billy dengan tiba-tiba langsung memeluk Nia dari belakang.
Ah.. lepaskan Billy nanti Nyonya Rose lihat bisa malu aku"
"Aku sudah meminta izin padanya Nia"
Billi kemudian Mengecup kening Nia.
"Nia kapan aku boleh melamar mu? Ingat aku sudah tahan melihat mu" Billy mengedipkan mata.
"Kalau kamu memang serius bulan depan kamu begitu melamar ku"
__ADS_1
"Wah aku sangat bahagia sekali"
Billy spontan mengangkat tubuh seksi Nia.
"Ih lepaskan nanti ada yang lihat, sudah sana aku harus kembali bekerja bukannya kamu harus bekerja juga?"
"Oke Nia..." Billi pun meninggalkan Nia.
Ditempat kerja Tuan Rafi Sriwati nampak canggung dan kebingungan walaupun ini bukannya pertama dia ke kantor Tuan Rafi.
Setelah menyelesaikan beberapa berkas yang harus di tandatangani nya Tuan Rafi mengajak Sri berjalan-jalan di lantai paling atas kantor disana dibuat taman dan kolam renang yang sangat indah.
Sri sangat terpukau dengan pemandangan.
"Sri duduklah didekat ku"
Sri mendekati Tuan Rafi yang duduk disebuah sofa mengahadap kolam renang.
Tanpa aba-aba Tuan Rafi memeluk Sri dengan Erat. Sri nampak gugup.
Tuan Rafi membelai wajah Sri dengan tangan kekarnya lalu tiba tiba dia mencium bibir Sri yang imut. Sri hanya memejamkan matanya. tanpa bisa membalas ciuman tersebut.
"Kamu memang sangat polos Sri"
"Maaf Tuan"
"Sri aku tidak suka kamu memanggil ku Tuan, seolah-olah aku jadi sangat Tua, panggil aku suamiku seperti Rose memanggil ku"
"Baik Tuan eh...maaf suamiku"
"Dan ingat malam nanti kamu harus melayani ku dengan baik"
Tubuh Sriwati menggigil..dan hanya mengangguk.
Tak terasa hari sudah menjelang sore. mereka pun kembali ke rumah Tuan Rafi.
__ADS_1