
Sri berjalan langkahnya teramat berat dia membawa sepotong kue, dihadapan Tuan Rafi Sri harus berjinjit untuk menyuapi Tuan Rafi. Dengan senyuman tipis Tuan Rafi menerima suapan kue ulang tahun dari Sri.
Seraya berbisik ditelinga Sri "Selamat Ulang tahun sayang"
Tuan Rafi membungkuk sehingga wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Sri yang mulai merah merona. Dengan cepat mendekap pinggang Sri dan bibir tuan Rafi telah mendarat ke bibir mungil Sri yang berusaha melepaskan dekapan Tuan Rafi seraya berbisik
" Malu..Tu..tu an ada mama dan adik"
bukannya melepaskan Tuan Rafi mencium pipi Sri yang sudah merah merona.
Ibu dan Gilang adik Sri hanya tersenyum melihat adegan tersebut.
Tuan Rafi melepaskan pelukannya dan menggandeng Sri..Mari kita makan malam
Makan malam sangat mewah sudah disiapkan walaupun hanya dihadiri empat orang makan malam begitu menyenangkan. Ibunda Sri Sangat bahagia melihat putrinya diperlakukan baik oleh Tuan Rafi walaupun hanya menjadi istri kedua.
"Hari sudah mulai larut apakah tidak lebih baik menginap disini saja" Ibunda Sri membuka pembicaraan
"Baik Bu" Tuan Rafi menjawab
Tuan Rafi dan Sri memasuki salah satu kamar dirumah itu.
Sri nampak kebingungan,
"Mengapa kamu kelihatan bingung Sri"
__ADS_1
"Maaf Suamiku aku tidak membawa baju tidur"
"Tuan Rafi tersenyum...kamu tidak perlu baju tidur malam ini"
Wajah Sri pun merah merona mendengar jawaban Tuan Rafi.
"Oh ya Sri hadiah apa yang kamu inginkan"
"Saya tidak menginginkan apapun Suamiku, dirayakan aja ulang tahun ini aku sudah sangat bahagia"
"Tidak perlu malu dan ragu katakan saja"
Tuan Rafi sambil membelai rambut Sri
"Sungguh suamiku, aku tidak menginginkan apapun"
Kemudian Tuan Rafi memakaikan kalung berlian tersebut kelehernya Sri. tidak berhenti sampai disitu.
Tuan Rafi kembali mengecup bibir nya Sri dengan lembut.
Dan Sri mulai menikmati gairahnya. Dalam hati nya dia tidak tahu apakah dia sendiri mulai mencintai Tuan Rafi. yang jelas jantung nya mulai berdegup kencang setiap dia berdekatan dengan Tuan Rafi.
Tangan Tuan Rafi mulai kemana-mana tanpa sadar benar benar Sri tidak perlu pakaian tidur malam ini.
mereka terhanyut oleh kemesraan malam, Sri berusaha untuk tidak terlalu berisik karena kamarnya bersebelahan dengan kamar ibunya.
__ADS_1
Tuan Rafi mulai menikmati setiap detik nya .dan akhirnya mereka kelelahan.
tertidur dengan saling berpelukan.
Tak terasa sinar matahari mulai masuk dari jendela. Sri bergeliat dan membuka matanya.
dia terkesima Tuan Rafi telah memakai pakaian dengan Jas yang sangat Rapi.
Tuan Rafi sengaja tidak membangun kan Sri karena kelihatan Sri sangat kelelahan.
Tanpa sadar Sri melompat.
"Maaf suamiku aku bangun kesiangan"
Sri berlari ke kamar mandi tanpa sadar dia polos tanpa sehelai benang pun.
Tuan Rafi tersenyum melihat pemandangan indah tersebut.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Sri dan Tuan Rafi ke meja makan memulai sarapan pagi dengan Ibu dan Gilang.
Gilang berpamitan duluan karena harus pergi sekolah yang cukup jauh jaraknya.
"Sri kamu ikut ke kantor saja ya, saya ada rapat soalnya nanti siang saya antar kan pulang."
"Baik Suamiku"
__ADS_1
Tuan Rafi dan Sri pun berpamitan kepada Ibunda nya. segera ke kantor Tuan Rafi.
Sri sangat bahagia malam itu wajahnya cerah dan kemilau seperti kalung berlian yang tergantung dileher jenjang nya.