Dua Pendamping

Dua Pendamping
Sri Nyidam


__ADS_3

Keesokan pagi Nyonya Rose yang terburu buru berangkat kerja.


"Suamiku aku duluan ya? ada konsumen datang mendadak dikantor, mana Nia izin tidak masuk hari ini"


"Baiklah Rose pergi lah hati hati dijalan"


"Oh ya pastikan Sri menyantap makanan nya"


"Baiklah aku kan cek ke kamar nya mungkin dia masih lemas"


Nyonya Rose pun pergi ke kantor nya.


Dikamar Kedengaran Sri yang mual dan muntah bolak balik ke kamar mandi.


Nampak seorang pelayan menungguinya


"Cobalah untuk menelan makanan Nyonya"


"Aku tidak bisa ..Bik mual sekali, setiap makanan yang masuk ke mulut rasanya sungguh tidak enak"


"Tapi demi kebaikan Nyonya dan bayi yang Nyonya kandung"


Sri masih saja memuntahkan makanannya.


Tak lama Tuan Rafi datang ke kamarnya.


"Apakah Sri sudah makan Bik"


"Dia makan Tuan tapi dimuntahkan kembali"


"Biar aku yang menyuapi nya, Bibik boleh mengerjakan pekerjaan lainnya"


"Baik Tuan"


Tuan Rafi menunggu setelah Sri keluar dari kamar mandi, Sri kelihatan sedikit lemas.


"Maaf Suamiku, bukannya kamu harus nya sudah berangkat kerja"


"Aku akan berangkat kerja setelah kamu sarapan Sri"

__ADS_1


"Maaf sudah merepotkan aku sudah berusaha menyantap makanan tapi entah mengapa aku meras mual dan memuntahkan kembali makanan nya"


"Apa yang menu yang kamu inginkan"


"Entahlah aku bingung cuma entah mengapa aku menginginkan makanan yang rasanya asam"


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar aku akan menyiapkan nya"


"Terimakasih Suamiku"


Tuan Rafi bergegas turun kelantai dasar, dia meminta tolong Supir untuk membelikan kue Pai Strawberry ketempat salah satu toko kue terkenal di kota itu.


Tidak sampai setengah jam Sopir sudah kembali membawa pesanan Tuan Rafi.


Tuan Rafi bergegas kembali ke kamar Sri .


"Wah bau apa ini wangi sekali" Sri bergumam


Tuan Rafi membuka kotak dan nampaklah kue Pai stroberi yang sangat cantik.


"Wow cantik sekali" Sri merasa terkejut tidak sabar untuk merebut kotak kue dan menyantapnya.


Bukannya memberikan nya Tuan Rafi Malah mengangkat kue dengan kedua tangan nya yang kokoh.


Tuan Rafi tersenyum, dia gembira melihat Sri.


Tuan Rafi pun mengambil sedikit kue bukan nya memberikan kepada Sri, malah dia memakannya sendiri


"Ini enak sekali Sri rasanya antara manis dan asam kamu mau?"


Sri mengangguk tidak sabar.


dan merapatkan tubuhnya ke Tuan Rafi.


Tuan Rafi mengambil sedikit kue lagi kali ini dia memakan kembali kue tersebut.


Sri yang wajahnya sudah sangat dekat kembali kecewa.


Tapi tangan Tuan Rafi memegang wajah Sri

__ADS_1


Dengan ciuman genitnya tuan Rafi menyuapi Sri kue tersebut dengan bibir nya.


Sri terkejut tapi bibir tuan Rafi sudah terlanjur ******* bibir Sri.


Dan Sri pun menelan kue dari bibir Tuan Rafi.


"Bagaimana rasanya Sri enak bukan"


"Ya Suamiku"


"Apakah kamu mau lagi?"


Mata Tuan Rafi berkedip


"saya bisa makan sendiri suamiku, rasa kuenya sangat enak"


"Wah kalau kamu makan sendiri belum tentu rasanya seenak tadi Sri"


Wajah Sri merona merah. Tuan Rafi sangat senang menjahili Sri.


Tuan Rafi kembali memeluk Sri dengan mesra seraya berbisik.


"Terimakasih sudah memberiku keturunan, tolong jaga anak ini baik baik, apabila kamu merasa mual katakan saja kepada apa yang ingin kamu makan"


Sri hanya mengangguk


"Dan ingat Sri apabila kamu tidak mau makan juga aku akan. rela menyuapi mu dengan bibir ku ini"


Wajah Sri kembali memerah


"Aku akan makan suamiku"


Tuan Rafi duduk bersimpuh dihadapan Sri diciumnya perut Sri yang masih rata, dibelai mesra perutnya


"Sehat sehat ya nak, Ayah pergi kerja dulu, paksa ibu mu agar makan banyak, agar kau cepat tumbuh besar"


Dan Tuan Rafi kembali berdiri, Dia mencium mesra kening Sri.


"Istirahat lah dirumah Sri seluruh kebutuhan mu sudah disiapkan pelayanan, dan pelayanan akan menghubungi ku apabila kamu tidak mau makan'

__ADS_1


"Terimakasih Suamiku"


Tak lama Tuan Rafi pun beranjak pergi.


__ADS_2