Dua Pendamping

Dua Pendamping
Rahasia Nyonya Ujing


__ADS_3

Disebuah Restoran yang cukup megah nampak Nyonya Ujing sedang berbicara dengan seorang pemuda yang wajahnya mirip dengan Tuan Rafi.


Dengan perawakan yang tinggi dan dadanya yang bidang.


"Sampai kapan Mama akan merahasiakan tentang keberadaan diriku"


"Bersabarlah Hardi, toh kehidupan kamu tidak kekurangan, lihat restoran yang megah ini, rumah mewah dan mobil semua sudah tersedia"


"Tapi semua orang menanyakan siapa orang Tua ku dan aku kesulitan mencari pasangan, karena mereka pasti bertanya siapa orang tuaku, apakah karena aku anak haram mama menyembunyikan nya"


Ternyata Hardi adalah anak dari Nyonya ujing, dari kecil Nyonya ujing menyembunyikanya karena Hardi adalah anak hasil selingkuhan Nyonya ujing dengan teman bisnis dan tidak mau bertanggung jawab, sedangkan Hardi lahir setelah ayah Rafi meninggal.


Sebab itu Nyonya ujing tidak bisa berterus terang kepada keluarga besar karena akan ketahuan kalau dirinya selingkuh, karena bagaimana mungkin bisa hamil sedangkan ayah Rafi sudah meninggal.


Nyonya Ujing juga takut diusir oleh keluarga besar dan tidak diterima oleh teman teman sosialitanya apabila ketahuan dia ada aib begitu besar.


"Sabarlah Hardi suatu saat pasti mama mengenalkan mu untuk saat ini, mama harap kamu bisa menunggu"


Wajah Hardi kelihatan kecewa dan kesal.


Nyonya Ujing pun pergi meninggalkan Restoran Hardi anaknya.


Tanpa sepengetahuan Nyonya Ujing Hardi pun meninggalkan Restoran nya dengan penuh keyakinan, tanpa sepengetahuan Nyonya Ujing Hardi mengunjungi Rumah Tuan Rafi.


Saat hendak masuk rumah karena mengaku saudara jauh dengan Tuan Rafi, Hardi diizinkan masuk rumah.


Dirumah yang megah dan mewah itu hanya ada Sri dirumah.


Sri yang nampak kebingungan menemui Hardi diruang tamu.


Mata Hardi bergairah siapa wanita cantik ini, wajahnya sungguh mungil dan imut.


Hardi sendiri sudah mengetahui kalau Tuan Rafi sudah beristri dan bahwa Tuan Rafi saudaranya beda ayah.


Tetapi Tuan Rafi sendiri tidak mengetahui tentang dirinya.


"Maaf siapa Anda, ada yang bisa saya bantu"


Sri membuka pembicaraan.


"Saya saudara Tuan Rafi ,apakah Tuan Rafi ada"

__ADS_1


"Tuan Rafi ada dikantornya apakah anda mau saya telpon agar Tuan Rafi pulang?"


"Tidak usah nanti merepotkan, saya hanya kebetulan lewat dan mampir, kalau boleh tahu siapa nona manis ini"


Hardi mengedipkan mata, seraya menggoda Sri.


"Saya... orang yang ditolong Tuan Rafi dan Nyonya Rose, kebetulan saya tinggal disini"


Sri tidak berani berterus terang apalagi dia tidak begitu mengenal orang tersebut.


"Apakah ada pesan untuk Tuan Rafi?"


"Tidak ada, saya hanya sekedar mampir, sampai kan saja kepada Tuan Rafi ada saudara nya yang mampir, dan nona manis jangan bosan ya, saya mengagumi mu"


Tak lama Hardi pun berpamitan dengan Sri. Sri sedikit jengah dengan kelakuan saudara Tuan Rafi tersebut.


Sore menjelang Tuan Rafi pulang terlebih dahulu, disambut Sri yang sudah berdandan Rapi dan cantik.


"Selamat datang suamiku"


Tuan Rafi pun memeluk dan mencium kening Sri.


"Saudara? rasanya aku tidak punya saudara Sri, bagaimana orang nya"


"Orang nya muda dan tampan suamiku tapi aku lupa menanyakan namanya?"


"Mana tampan dengan suamimu ini"


Tua Rafi menggoda.


Sri hanya tersenyum malu malu.


"Nanti aku tanyakan mama siapa tahu mama kenal siapa dia"


"Sudahlah Sri aku sangat lelah hari ini, Rose juga lembut karena banyak pekerjaan, Maukah kamu memijat ku"


Sri hanya mengangguk.


Sedangkan Tuan Rafi hanya tersenyum senyum saja


"Ah istri ku yang polos tentunya yang dia inginkan adalah pijatan plus plus" Tuan Rafi bergumam dalam hati.

__ADS_1


Sri hanya mengikuti langkah Tuan Rafi ke kamar nya.


Tiba dikamar Tuan Rafi yang sudah tidak berpakaian mulai melancarkan aksinya.


"Sri sini tolong pijat aku"


Sri dengan tangan nya yang mungil mulai memijat punggung Tuan Rafi.


"Ah..kamu harus pergi kursus mijat Sri, pijatan mu benar benar tidak terasa sini aku ajarkan pijat an yang benar"


muka Sri mulai merah


Tangan Tuan Rafi malah kemana mana


Sri tertawa karena kegelian


"Maaf suamiku aku tidak terbiasa dipijat"


Belum selesai Tuan Rafi melancarkan aksinya. terdengar bell pintu ruang tamu berbunyi. waktu menunjukkan pukul sepuluh seperti nya Rose baru pulang.


Tuan Rafi bergegas memakai pakaian nya dan berbisik ke telinga Sri.


Malam ini kamu bebas Sri, Aku harus menemani Rose, kasihan dia baru pulang dari lembur.


Sri hanya bisa mengangguk, dia menyadari kalau dia hanya istri kedua, yang menikah karena hanya untuk mendapatkan keturunan,


Sri sendiri tidak tahu apakah setelah dia mempunyai anak apakah Tuan Rafi dan Nyonya Rose Masi menginginkan dia untuk tetap hadir dirumah itu.


Apapun itu dia sangat bersyukur karena Nyonya Rose dan Tuan Rafi lah yang telah membantu mengobati dari operasi jantung ibunya. jikalau tidak ada mereka mungkin ibunya tidak dapat diselamatkan.


Lamunan Sri tersadar karena merasa dirinya sudah sangat mengantuk, akhirnya dia sendiri tertidur lelap.


Sementara Nyonya Rose yang baru pulang disambut mesra oleh Tuan Rafi.


"Oh ya istri tadi Sri bercerita katanya ada tamu yang mencari ku mengaku saudara ku, padahal aku merasa tidak memiliki saudara, bagaimana pendapat mu"


"Apakah lebih baik kita tanyakan ke mama Ujing suami ku, aku takut nya ada orang yang berniat jahat, dan alangkah lebih baiknya supaya jangan menerima tamu sembarangan apalagi kita tidak kenal"


"Benar juga pendapat mu istri ku, besok aku akan bertanya kepada mama dan agar besok juga agar satpam tidak memperbolehkan tamu yang tidak kita kenal masuk, hari sudah larut mari kita beristirahat"


Tuan Rafi dan Nyonya Rose pun tertidur lelap dalam mimpi mereka yang indah.

__ADS_1


__ADS_2