
Tiba di kantor Tuan Rafi sangat bahagia. Berasa kembali gairah seperti menikahi Rose dulu...Tak lama handphone Tuan Rafi berdering.
Ternyata yang menelpon Gilang adik nya Sri..
"Mohan Maaf Mas Rafi mengganggu..Boleh tidak saya menitipkan kue ulang tahun untuk MBK Sri ini Ibu yang buat?"
"Jadi hari ini Sri ulang tahun ya gilang?"
"Iya mas, Biasanya kami merayakan bertiga dengan Ibu, Ibu yang selalu membuat kue untuk kami"
"Bagaimana kalau kita memberikan kejutan untuk Sri, aku akan mengirim karyawan untuk mendekorasi rumah...dan menyiapkan segalanya. Bisakah nanti kamu menelpon Sri agar kerumah Ibu"
"Baik Mas"
Mata Tuan Rafi berbinar-binar dia merasa bersemangat untuk memberikan kejutan kepada Sri.
Dirumah Tuan Rafi kebingungan akan melakukan apa Krn semua pekerjaan SDH dikerjakan oleh pelayan pelayan dirumah itu.
Dia bergegas ke dapur ada wanita setengah baya sedang menyiapkan masakan.
"Waduh Non kenapa kedapur"
"Bosen Bik Sri dikamar terus, Nyonya Ujung kemana ya Bikin tidak kelihatan"
"Nyonya Ujung jarang dirumah Non..suka ngumpul dan pesta dengan teman-teman sosialitanya, nama nya orang kaya non"
"Oh begitu ya Bik"
Tak lama Handphone Sri berbunyi.
__ADS_1
"Halo MBK Sri, Ibu kangen sama MBK, Bisakah MBK berkunjung?"
"Ibu tidak kenapa kenapa kan Gilang, MBK harus minta izin dahulu kepada Tuan Rafi"
"Ibu sehat sehat MBK cuma kepingin ngobrol sama MBK"
" Baiklah MBK minta izin ke Tuan Rafi dulu ya gilang"
" Baik Mbk" telpon pun ditutup
Dengan ragu Sri menelpon Tuan Rafi ada sedikit rasa kwartir Tuan Rafi tidak mengizinkan nya mengunjungi Ibunya"
"Halo Tuan...Eh Maaf Suamiku" Sri tergagap
" Kenapa Sri kamu menelpon baru jam segini apakah kamu sudah rindu padaku?"
"Ti..ti dak Tuan...saya meminta Izin"
"Maaf ..Suamiku bukan itu...maksudku"
"Ingat Sri kamu harus belajar mencintai ku,"
Suara keras Tuan Rafi membuat Sri sedikit Takut.
"Iya..Maaf Suamiku saya meminta Izin bolehkah saya mengunjungi Ibu?"
"Tentu Boleh nanti akan ada sopir yang mengantar mu Jam 7 malam kita ketemu dirumah Ibu...karena lebih dekat juga dari kantor."
"Baik Suamiku"
__ADS_1
Jam menunjukkan Pukul 6.30 Sri mulai bersiap kerumah Ibunya. Dia memilih pakaian yang cukup anggun. karena seluruh pakaian Sri sudah disiapkan oleh Nyonya Rose.
Dengan baju mini Dress Sri kelihatan sangat imut wajar saja umurnya baru menginjak 19 tahun. wajah imut polos dan lugu menghiasi senyum an nya yang manis.
Sri sudah sangat pasrah menjalani hidupnya, dia hanya bisa berharap membahagiakan keluarga nya.
Lamunan nya pun tersadar pada saat seorang pelayan wanita mengetuk pintu kamarnya.
"Maaf Nyonya Sri ada sopir dibawah menjemput Nyonya"
"Baik aku akan segera turun"
Tidak terlalu lama berkendara mereka tiba dirumah Ibunya Sri.
Rumah yang cukup mewah, rumah pemberian Tuan Rafi.
Dengan perlahan Sri menekan tombol bel pintu setelah pintu terbuka.
Sri sangat terkejut Tuan Rafi dengan sangat tampan memegang kue ulang tahun didampingi Gilang dan Ibunya.
"Selamat Ulang Tahun Sri"
saking terkejutnya tak terasa air mata Sri meleleh di pipi nya dia benar benar tidak ingat kalau hari ini hari ulang tahunnya.
"Hei Sayangku jangan melamun..ayo tiup lilinnya"
menyuapi adekSri pun meniup lilin seraya berdoa agar dia bisa melalui cobaan hidup nya.
Tak lama Sri memotong kue dan dia kebingungan siapa yang harus disiapin ya.
__ADS_1
untuk potong an pertama. tapi dengan sedikit ragu Sri menyuapi ibunya terlebih dahulu ciuman dan pelukan hangat ibunya serta doanya ibunya...terasa sangat membuat nya bahagia. kemudian dia berjalan menyuapi adiknya...dan dengan sedikit gemetar Sri mendekati Tuan Rafi.
Sebenarnya wajah Tuan Rafi sangat gagah dan tampan cuma karena dia sangat Cool , Sri selalu merasa agak takut berdekatan dengan Tuan Rafi.