Dua Pendamping

Dua Pendamping
Rencana Stella


__ADS_3

Tidak terasa satu bulan telah berlalu.


Nampak mama Ujing sedang bercakap cakap di rumah Stella.


"Stella satu bulan sudah apa rencana mi untuk mendapatkan Rafi, benar perkiraan ku gadis kampung an pilihan rose belum juga hamil"


"Tenang Mama Stella sudah menyiapkan rencana semuanya"


"Rencana apa yang akan kamu buat"


"Mama apabila saya tidur bersama Tuan Rafi walaupun belum menikah apakah mama bisa mengizinkan nya"


Stella berbicara setengah berbisik bisik


"Terserah kamu saja Stella aku sudah muak dengan Rose dan gadis kampung itu, bisa bisanya juga Rafi mencintai mereka, yang satu mandul yang satu kampungan"


"Sabar mama Stella akan segera melakukan rencana Stella"


"Ya sudah kalau begitu Mama pamit dulu"


Nyonya Ujing pergi meninggalkan rumah Stella.


Hari menjelang sore hari itu nampak Tuan Rafi bersama Nyonya Rose sedang bersantai di taman belakang rumah yang sangat luas, nampak juga kolam renang dihiasi aneka tanaman bunga yang sangat indah.


Sedangkan Sri sedang sibuk merangkai bunga bunga hidup dibantu dengan seorang pelayan rumah itu.


Sri tidak mau menggangu Nyonya Rose dan Tuan Rafi yang sedang ngobrol berdua, dia memilih duduk agak jauh diujung taman.


Dia menyadari keberadaan dirinya hanya sebagai istri kedua.


"Suamiku sudah satu bulan berlalu apakah tidak lebih baik kita membawa Sri kedokteran kandungan untuk memeriksa nya?"


"Bersabarlah istri ku sebaiknya kita menunggu, kita masih ada waktu"


"Baiklah kalau begitu suami ku"


Sedang asyik mereka bersantai nampak Nyonya Ujing datang dan mendekati mereka.


"Hai Rose kamu lihat gadis kampung an itu, pilihanmu sampai saat ini blm ada hasilnya juga"


"Sabar mama sebaiknya kita menunggu"


Tuan Rafi menjawab.


"Ingat Rafi kalau dia tidak bisa hamil juga usir gadis kampungan itu, mama tidak suka dengan dia hanya menambah beban mu saja."

__ADS_1


Nyonya Ujing berlalu pergi meninggalkan mereka.


Nyonya Rose dan Tuan Rafi bergegas mendekati Sri yang air matanya berlinang dipipi mulus nya.


"Sabar ya Sri? jangan dengar kan omongan mama, anggap saja angin lalu"


Nyonya Rose berusaha menenangkan Sri.


Sri hanya bisa mengangguk.


"Suamiku ajaklah Sri menginap di hotel kita,


mungkin disana kalian bisa lebih tenang"


"Kamu tidak apa apa sendirian disini Rose"


"Tidak apa-apa suamiku menginaplah beberapa hari"


Sri dan Tuan Rafi pun bersiap siap untuk pergi.


Nyonya Ujing yang mendengar kalau Tua Rafi akan pergi menginap di hotel segera menelpon Stella.


"Halo Stella Rafi dan gadis kampungan itu akan menginap di hotel miliknya, kamu bisa melancarkan rencana mu disana,"


"Baik mama, terimakasih informasinya"


Stella tampak sedang berbicara dengan Frans pacar nya.


"Nampaknya Rencana kita akan berjalan mulus Frans, kita dapat memanfaatkan Nyonya Ujing yang memihak ke kita"


Stella tertawa tawa


"Benar sayang ku mereka tidak akan tahu rencana kita ini"


Stella sebenarnya telah mengandung satu bulan hasil hubungan gelap nya dengan Frans.


"Benar Frans kamu sudah menyiapkan obat perangsang dan video recorder mu kan, ingat nanti ketika aku berhubungan intim dengan Rafi kami harus merekamnya dengan baik, rekaman ini bisa kita simpan dan dapat kita jadikan rencana B kita untuk memeras Tuan Rafi. dan pastinya kamu tidak boleh cemburu"


"Aku sangat mencintaimu Stella, sebenarnya aku sangat cemburu tapi demi kesejahteraan kita dan anak kita nanti, aku siap melakukan apapun"


"Benar itu Frans aku sudah bosan hidup susah, Setelah kita bisa menguasai seluruh harta Tuan Rafi, kita bisa bersenang-senang dan berfoya-foya"


Merekapun membawa seluruh peralatan dan bergegas ke hotel yang telah disebutkan oleh Nyonya Ujing.


Hari sudah menjelang malam Tuan Rafi dan Sri sedang berada dikamar hotel yang sudah mereka pesan.

__ADS_1


"Kamu senang Sri aku bawa kesini"


Sri hanya mengangguk.


"Oh ya apakah kamu lapar Sri, mau makan diluar atau dikamar ini"


"Boleh kah kita makan malam dikamar saja Suamiku"


"Tentu saja boleh kamu sudah tidak sabaran seperti nya"


Tuan Rafi mengedipkan mata nya kearah Sri.


Sementara itu Stella dan Frans sengaja menginap disebelah kamar Sri dan Tuan Rafi.


Ketika hendak memesan makanan di restoran. Dengan sengaja Stella menghampiri Tuan Rafi.


"Hai sayang ku sedang apa kamu disini"


"Saya bersama istri ku Stella, tidak baik kau memanggilku begitu, tidak enak didengar orang bisa salah paham nanti"


"Tidak apa-apa sayang tidak ada yang akan mendengar kan"


Tubuh Stella bergerak berusaha memeluk Tuan Rafi dan jari jari nya gentayangan kemana mana


"Pergilah lah Stella"


"Wow jangan galak begitu, baik aku tidak akan mengganggu mu asal kalau mau menemaniku minum segelas saja"


Dengan berat hati Tuan Rafi mengikuti keinginan Stella mereka pun memesan dua gelas minuman soda.


Tanpa Tuan Rafi sadar minuman soda tersebut telah dicampur obat perangsang dan narkotik oleh Frans sehingga akan membuat Tuan Rafi sedikit mabuk namun mempunyai gairah yang sangat tinggi.


Benar belum habis satu gelas minuman Tuan Rafi sudah limbung setengah sadar.


Frans dan Stella pun tertawa gembira.


Frans memapah Tuan Rafi menuju kamar Yang dipesan Stella.


Sesampainya dikamar Stella mengambil handphone Tuan Rafi.


Dia mengirin pesan kepada Sri.


Sri aku ada rapat mendadak dikantor, makan malamnya akan diantar oleh pelayan hotel, mungkin besok paginya aku baru pulang.


Sri yang mendapat kan pesan tersebut sedikit kecewa, benar selang tidak berapa lama ada pelayan yang mengatarkan makan malam.

__ADS_1


Sri makan malam sendiri didepan jendela kamar hotel nya dengan pemandangan yang sangat indah tapi tidak seindah suasana hatinya.


Harusnya malam ini dia bisa bermesraan dengan Tuan Rafi tapi apa daya pekerjaan lebih penting karena Tuan Rafi adalah seorang Direktur perusahaan besar.


__ADS_2