Dua Pendamping

Dua Pendamping
Tipu daya Stella


__ADS_3

Dikamar Stella Tuan Rafi yang sangat mabuk berat sangat bergairah, seolah dia melihat wajah Stella adalah Sri.


Stella memanfaatkan keadaan tersebut,


Dia mulai beradegan mesra mencium bibir Tuan Rafi dan mulai membuka pakaian Tuan Rafi satu persatu.


Tuan Rafi membalas mesra dia terus menyebut nama Sri.


Frans yang siap dengan camera mulai merekam dia bersembunyi dibalik tirai jendela.


Ketika Stella Mulai membuka pakaiannya, entah karena dosis kelewat banyak yang diminum oleh Tuan Rafi.


Tuan Rafi akhirnya pingsan sebelum sempat melakukan adegan ranjang dengan Stella.


Stella dan Frans sedikit kecewa.


"Bagaimana ini Frans"


"Tidak apa-apa Stella Toh dia hanya pingsan tidak mati"


"Tapi kita belum dapat mengambil gambar dengan benar"


"Tenang Saja Stella, Besok pagi dia pasti bangun, kamu tinggal polos dan tidur di ranjang"


"Baiklah kalau begitu"


Malam yang terasa singkat Stella yang sudah membuka seluruh pakaiannya berbaring disebelah Tuan Rafi yang juga tanpa sehelai benang pun.


Ketika Tuan Rafi bangun dia sangat terkejut melihat keadaan dirinya dan sebelahnya ada Stella yang berbaring polos disebelah nya.


"Hei Stella apa yang kamu lakukan disini? dimana Sri"


Stella yang berpura pura menangis... memeluk Tuan Rafi

__ADS_1


"Kamu Jahat mas Rafi, apakah kamu tidak ingat apa yang kamu lakukan kepadaku semalam"


Rafi nampak kebingungan.


Stella semakin kuat tangisnya, kamu harus bertanggung jawab mas, aku belum pernah melakukan nya dengan orang lain, Siapa lagi yang mau dengan ku kalau aku sudah tidak perawan lagi.


"Baiklah Stella aku akan bertanggung jawab, berapa yang kamu inginkan"


"Kamu kira aku ini wanita murahan ya mas Rafi, aku tidak ingin uang mu"


"Baiklah kalau begitu aku akan mencari jalan keluar nya"


Rafi yang kepalanya sedikit pusing bergegas berpakaian dan ke kamar tempat dia menginap dengan Sri.


Sri yang sudah bangun dan berdandan cantik, sangat bergembira mengetahui suaminya kembali.


"Apakah kamu sangat lelah suamiku, wajahmu keluhan sangat kusut sekali"


"Maafkan aku Sri sudah meninggalkan mu"


Tuan Rafi tidak berani menceritakan kejadian semalam dengan Sri, Tuan Rafi memilih bergegas mandi dan mengganti pakaiannya.


Setelah mandi Tuan Rafi dan Sri sarapan pagi yang sudah diantar kan oleh pelayan hotel.


"Maaf Sri sebaiknya kita pulang kerumah saja ya, ada hal penting yang ingin kusampaikan kepada Rose"


" Baiklah suamiku"


Tuan Rafi merasa tidak selera lagi untuk melanjutkan bulan madunya bersama Sri


kepalanya berat atas permasalahan yang terjadi semalam.


Pagi itu Tuan Rafi dan Sri langsung menuju rumahnya.

__ADS_1


Rose yang hari itu masih dirumah terheran heran.


"Mengapa Suamiku cepat sekali pulang nya bukannya baru sehari?"


Tuan Rafi hanya menghela nafas panjang. tanpa menjawab pertanyaan dari rose istri nya.


Sri yang hendak kelantai dua tiba tiba pingsan membuat heboh para pelayan.


Salah seorang pelayan bergegas memberi tahukan melamar Rose.


"Maaf Nyonya Rose, Nyonya Sri pingsan"


Nyonya Rose dan Tuan Rafi bergegas ke kamar Sri.


"Sebenarnya apa ya gan terjadi semalam suamiku, mengapa Sri pingsan"


"semalam dia baik baik saja Rose"


Sri yang belum sadar juga membuat Tuan Rafi dan Nyonya Rose sangat kwatir.


Tanpa berpikir panjang Tuan Rafi Menggendong Sri dan membawa nya ke rumah sakit.


Dengan membawa mobil melaju kencang mereka pun tiba dirumah sakit.


Sampai di Rumah sakit Sri langsung dibawa keruangan UGD karena nafasnya yang melemah dokter memasangkan selang oksigen.


"Apakah tidak lebih baik kita memberi tahukan kabar Sri sakit kepada Ibunya Suamiku?"


"jangan dulu Rose, kita tunggu dulu apa hasil pemeriksaan dokter terlebih dahulu"


"Baiklah kalau begitu"


Perasaan Tuan Rafi campur Aduk tidak karuan memikirkan Sri sakit, belum lagi permasalahan yang dia hadapi. Dia berpikir keras mengapa dia bisa mabuk dan tidur dipelukan Stella semalam.

__ADS_1


Dan bagaimana dia akan memberi tahukan kepada Rose.


Dia takut Rose akan marah besar kepada nya.


__ADS_2