Dua Pendamping

Dua Pendamping
Kunjungan Stella


__ADS_3

Sementara siang itu Tuan Rafi sedang berada di kantor nya . Kantor yang sangat megah dan luas. dan terdapat ratusan karyawan dan karyawati sibuk didepan komputer menyelesaikan pekerjaan nya masing-masing.


Turun dari sebuah mobil yang cukup mewah dengan dandanan vulgar dan sangat terbuka seorang wanita cantik.


Seluruh karyawan dikantor tersebut melongo dan mata tertuju pada wanita tersebut.


Sambil menemui seorang resepsionis.


"Tolong tunjukkan padaku dimana ruang an Tuan Rafi" sambil menatap sinis.


"Maaf Nona, Nona siapa? sudah ada janji ketemuan dengan Tuan Rafi"


"Sudah kamu jangan banyak tanya, Kamu tahu siapa aku? Aku adalah Calon istri Tuan Rafi"


Sambil menghardik.


"Maaf Nona saya akan menelpon Tuan Rafi terlebih dahulu"


"Tidak perlu antar kan saja aku keruangan nya?"


Karena sedikit ketakutan Resepsionis tersebut mengantarkan wanita tersebut keruangan Tuan Rafi.


Tok tok bunyi ketukan pintu.


"Maaf Tuan Rafi Nona ini memaksa untuk menemui anda"


"Ya sudah berikan izin dia masuk"

__ADS_1


"Kamu Stella kan ada perlu apa kamu kesini "


"Begini Mas Rafi. saya disuruh mama kesini mengantarkan makan siang untuk mu"


Sambil tersenyum menggoda.


"Kamu tidak perlu repot-repot dikantor ini tersedia kantin yang menyediakan makanan dengan menu sangat beragam dan enak"


"Maaf Tuan Rafi saya tidak bisa menolak perintah mama Ujing"


Tiba-tiba dengan berani Stella mendekati Tuan Rafi. Dia membuka box makanan dan berusaha menyuapi Tuan Rafi.


Tapi Tuan Rafi menolak. Dengan mendekat kan bibir nya yang merah merekah ke telinga Tuan Rafi. Stella berbisik. "Mas tidak mau mengecewakan perintah mama kan?"


Karena sup nya masih panas Stella mencoba sendok sub kebibirnya terlebih dahulu lalu menyuapi nya ke Tuan Rafi. Karena terlalu dekat Dada Stella yang Cukup Berisi dan sintal secara sengaja ditempelkan nya ke dada Tuan Rafi.


Nafasnya mulai naik turun dan tangannya mencoba memegang pundak Stella agar segera menjauhinya.


"Maaf Tuan Rafi, Saya terlalu dekat"


"Sudahlah aku bisa makan sendiri"


"Baiklah kalau begitu tapi dihabiskan ya Mas"


Kedip Mata Stella menggoda dan Dia bergumam didalam hati. Kucing mana yang menolak ikan asin.


sambil tersenyum senyum.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menghabiskan nya"


"Oh ya Mas Rafi Saya boleh kan sering-sering datang kesini supaya lebih dekat"


Dengan terpaksa Tuan Rafi mengangguk.


"Maaf Stella bisa kah kamu meninggalkan kantor ini, karena saya ada rapat pekerjaan penting"


"Baiklah tapi bolehkah terlebih dahulu saya meminta photo selfie"


Belum sempat Rafi menolak Stella sudah mengeluarkan ponsel nya dan dengan tiba-tiba duduk dipangkuan Tuan Rafi seraya menempelkan pipi nya yang mulus dan klik dia mengambil photo. Tuan Rafi hanya bisa bengong.


"Selamat siang Mas Rafi, Maaf mengganggu pekerjaan mu, Stella pamit pulang dulu ya?"


Tuan Rafi pun mengangguk.


Tanpa sepengetahuan Tuan Rafi Stella berjalan menuju mobilnya dan di dalam mobil dikirim kan photo hasil selfie ke nomor Nyonya Rose.


Nyonya Rose pun menerima pesan dari Wa . Nomor baru. setelah terbuka tidak sadar mata Nyonya Rose pun terbelalak. "Hah ini kan Stella apa yang dia lakukan dikantor Suamiku"


Kemudian Nyonya Rose pun Menelepon Tuan Rafi.


"Halo Istri ku tumben menelpon ku..Bentar lagi saya pulang"


"Tidak ada yang mau saya bicarakan suamiku. Boleh tidak malam ini kita makan diluar? sudah lama kita tidak makan berdua"


"Boleh Istriku ditempat kita pertama kali bertemu ya di Restoran Cendana Indah, Aku tunggu jam 7 Malam"

__ADS_1


"Baiklah." Rose kemudian memutuskan sambungan telepon nya.


__ADS_2