Dua Pendamping

Dua Pendamping
Malam Kedua


__ADS_3

Sampai dirumah Tuan Rafi nampak Nyonya Rose menenteng tas besar, seperti hendak pergi ke luar kota.


"Suami ku, maaf aku harus buru2 berangkat keluar kota, ada urusan bisnis, perusahaan besar yang mengadakan pameran fashion nasional dan aku sebagai salah satu sponsor"


"Baiklah istri ku rise berapa lama kamu akan berangkat?"


"Kurang lebih satu Minggu"


"Mau kuantar ke bandara"


"Tidak perlu suamiku aku diantar sopir, istirahat lah"


"Sri tolong layani suamiku dengan baik"


Sri hanya mengangguk.


Nyonya Rose pun mencium tangan Tuan Rafi dan berpamitan pergi.


Setelah mandi dan membersihkan diri mereka makan di meja makan.


Nyonya besar Ujing sudah menunggu di meja makan.


"Kemana Rose pergi, pasti dia cemburu dengan mu ya? siapa nama kampungan mu?"


"Tidak Ibu Rose ada urusan bisnis, dan istri kedua ku namanya Sri Ibu"


"Sri benar2 nama kampungan"


Nyonya Ujing meninggal kan meja makan.


"Sudah teruskan makanmu Sri jangan dengar kan perkataan Ibu. Supaya kamu punya tenaga nanti"


Sambil mengedipkan mata.


Setelah selesai makan Tuan Rafi dan Sri naik ke lantai 2.


Jantung Sri mulai berdegup kencang.


Tuan Rafi sudah mengganti dengan baju piyama tidurnya.


"Ganti pakaian tidur mu Sri"


"Maaf ... bisakah Tuan..eh suamiku..menghadap kebelakang"


"Sudah ganti saja.. didepan ku atau kamu mau aku yang akan menggantikan nya"


tanpa pikir panjang Sri bergegas mengganti pakaian nya yang sangat transparan.


Wajah Sri sangat merah menahan malu.


Kemudian bergegas ke tempat tidur.


Karena tidak sabar Tuan Rafi memeluk erat tubuh Sri yang mungil.

__ADS_1


Dikecupnya mesra bibir Sri yang mungil.


"Buka mulut mu Sri"


Kemudian Tuan Rafi mulai menjelajahi leher Sri yg jenjang dengan bibirnya dan membuat beberapa tanda merah.


Sri menjerit perlahan d


Tuan Rafi semakin semangat.


Tangan sudah menarik pita baju tidur Sri dan terbuka lah semua.


nampak pemandangan yang sangat indah.


Entah mengapa Sri mulai menikmati nya.


Melihat tubuh istrinya Sri yang sudah menggeliat.


Tuan Rafi tidak menyia-nyiakan kan.


Nampak wajah Sri meringis kesakitan.


Malam ini akan begitu panjang bagi Sri.


Karena entah mengapa Tuan Rafi seperti Singa yang sedang kelaparan. Tuan Rafi terus memberikan nafkah batin kepada Sri. Walaupun terasa sakit dan perih namun Sri mulai menikmati nya. sampai mereka berdua kelelahan dan akhirnya tertidur lelap.


Nampak puas diwajahnya Tuan Rafi.


Tak terasa pagi menjelang..Jam weker berbunyi..


Dia melihat tubuhnya tanpa sehelai benang pun. dan perlahan meninggalkan tempat tidur untuk mandi.


karena dia masih sangat malu untuk polos dihadapan Tuan Rafi.


Tuan Rafi pun terbangun mendengar suara air mandi Sri.


Tak sengaja dia melihat ada noda darah di sprei tempat tidur nya.


Kamu benar-benar masih suci Sri dan aku tidak akan membuat mu menderita.


Tuan Rafi memanggil pelayan untuk mengganti sprei dan selimut.


Karena merasa menunggu lama dikamar mandi Ruang Rafi masuk kedalam kamar mandi tempat Sri mandi.


Sri merasa terkejut dan mulai menutupi bagian sensitif dengan kedua tangannya.


"Mengapa Tuan bisa masuk, padahal aku sdh mengunci pintu kamar mandi"


"Tentu aku punya kuncinya Sri"


Sri merasa malu sekali apalagi Tuan Rafi pun polos tanpa sehelai benang pun


Tuan Rafi mendekati Sri mulai tangan Tuan rafi tidak bisa diam menggerayangi setiap centi tubuh Sri.

__ADS_1


Sri mulai kegelian.


"Ini hukuman mu mengapa masih memanggil ku Tuan"


"Maaf Suamiku"


Tuan Rafi mengangkat tubuh Sri dan memasukkan ke beth up.


kali ini mereka melakukan nya dikamar mandi.


dan akhirnya mereka selesai . Sri keluar dari kamar mandi dengan malu.


Ketika bercermin dilihat nya lehernya penuh tanda merah.


"Maaf suamiku bolehkah hari ini aku dirumah saja, rasanya ingin istirahat dirumah"


"Mengapa kamu malu ya dengan tanda kepemilikan itu, tentu boleh tapi ada syaratnya"


Sri nampak kebingungan.


Tuan Rafi meminta pelayanan agar dapat membawa sarapan ke kamar.


Pelayanan pun mengantar kan susu dan roti isi.


"Sri suapi aku sarapan, tapi dengan bibirmu, itu syarat mu, agar aku lebih semangat ke kantor"


"Apa Tuan...maksud ku suamiku"


"Apakah kamu mau hukuman yang lain lagi"


"Tidak..."


Dengan wajah merah dan sangat malu Sri menyuapi roti isi dengan bibir nya yang mungil.


Tuan Rafi sangat menikmati sarapan paginya.


Dia tertawa bahagia didalam hatinya.


Istri mungil ku...


"ingat Sri aku ingin kan sarapan pagi seperti ini apapun menunya, kecuali ketika aku sedang bersama Rose"


Sri melamun bagaimana kalau menunya bubur atau nasi goreng.


Tuan Rafi pun bersiap ke kantor hatinya begitu gembira karena telah mengerjai Sri.


Berasa ada mainan baru.


*Rose memang pintar menemukan calon istri keduaku, sangat imut, lucu, polos dan masih bersegel pula.


Rose dan Sri aku mencintaimu kalian berdua. dan aku harus mulai bersikap adil kepada kalian. dan untuk Sri aku berharap bisa mendapatkan keturunan dari nya*.


Tuan Rafi pun pergi meninggalkan rumah untuk kekantor ya.

__ADS_1


Sedangkan Sri merasa sangat kelelahan hari itu. Karena harus berulang kali melayani suaminya.


Ah ini malam kedua yang sangat panjang dan melelahkan.


__ADS_2