Dua Pendamping

Dua Pendamping
Episode 2 Bertemu teman lama


__ADS_3

Setelah selesai pembicaraan tersebut Ibu Ujin, Tuan Rafi dan Nyonya Rose meninggalkan meja makan. Sambil bergandengan tangan dengan suaminya Nyonya Rose mengantarkan suaminya ke teras untuk bersiap pergi ke perusahaan nya.


Tuan Rafi Mengecup kening istrinya, disambut dengan mencium tangan suaminya.


"Istriku jangan terlalu dipikirkan perkataan mama, renungkan lah terlebih dahulu aku tidak mau membuat mu bersedih"


"Baiklah sayang, terimakasih telah membuat ku bahagia selama ini"


sambil melambaikan tangan Nyonya Rose melihat punggung suaminya.


kemudian dia masuk kedalam kamar.


Didalam kamar rose termenung Ya Allah apa yang harus saya lakukan.


Tuan Rafi dan Nyonya Rose sebenarnya belum terlalu tua. Mereka menikah diusia 25 tahun dan sekarang usia mereka menginjak ke 35 tahun.


Tuan Rafi dengan tinggi badan 180cm dengan dadanya yg bidang karena sering fitness dan wajahnya sangat tampan.


Begitu juga dengan nyonya Rose seumur an dengan Tuan Rafi memiliki tinggi badan 170cm. kulit putih bersih dan mantan model sebuah majalah nasional.


Dia berpacaran dengan Tuan Rafi dari kuliah, semuanya berjalan lancar. Ini adalah cobaan pertama dalam pernikahan nya dan mungkin paling terberat.

__ADS_1


Lamunan Nyonya Rose tersadar setelah bunyi dering an Handphone nya.


Ternyata yang menelpon adalah asisten butik nya Nia.


"Kenapa Nia, ada apa?" Maaf mengganggu Nyonya Rose ada perwakilan dari perusahaan Elang minta dibuatkan desain baju untuk seluruh karyawan dan karyawati nya yg berjumlah 1500 orang, bisakah Nyonya datang ke Butik" Baiklah Nia, saya akan datang setengah jam lagi, temani konsumen kita untuk melihat lihat contoh baju kerja ya, menjelang saya datang."


"Baik Nyonya, seraya menutup sambungan telepon".


Nyonya Rose pun berangkat menuju butiknya.


Sampai disana dia disambut oleh Nia menemui konsumen nya.


Ternyata " Hai, Kau Billy kan" sambil berjabat tangan. " Iya , Rose kau ternyata, wah tambah cantik". Mereka ada lah teman SMA.


" Huh selalu anak yang ditanyakan" dengan wajah cemberut.


"Maaf...Mengapa kamu jadi cemberut"


"Aku belum punya anak Billy, ada masalah di kandungan ku"


"Maaf kalau menyinggung mu Rose, tapi kamu tetap menang, aku jangankan anak, istri pun aku belum punya, masih jomblo sejati" Sambil tersenyum

__ADS_1


"Aku belum menemukan gadis secantik mu, dulu kamu selalu menolak cintaku...sih He he"


"Rose jadi ikut tertawa, sudah ah kok kita jadi ngelantur gimana kita bicara bisnis"


" Oh iya, Usahaku dihidangkan traveling dan tour aku membutuhkan desain baju untuk karyawan dan karyawati ku. supaya terlihat tampan dan seksi, jadi pelanggan pasti booking ditempat ku" sambil tersenyum


"Ah bisa saja kamu Billy, tenang akan kubiarkan desain yang terbaik untuk mu"


"Tapi sebulan harus siap ya Rose?"


"Oke.."


Ah mengapa semua waktunya sebulan..gumam Rose dalam hati. Tak lama Billi pun pamit karena ada rapat di kantor nya.


Rose pun mulai membuka kertas-kertas dan memulai desain nya.


Ah Billi dulu pas zaman SMA selalu mengejar ngejar Rose. Tapi sayang waktu itu Rose belum berminat pacaran karena dilarang oleh orang tuanya.


Dan sekarang bertemu lagi dia sangat tampan.


Lamunan nya pun hilang seraya memikirkan satu bulan waktu yang sama diberikan oleh Ibu mertua nya untuk mencari kan istri ke dua untuk suaminya.

__ADS_1


Nyonya Rose bergumam " Siapa ya, dan dimana aku harus mencari?"


sambil menatap kosong


__ADS_2