Dua Pendamping

Dua Pendamping
Billy dan Nia


__ADS_3

Dibutik Nyonya Rose sangat sibuk mempersiapkan pakaian untuk acara pernikahan Tuan Rafi suaminya dan Sriwati


sampai-sampai pekerjaan menyelesaikan baju pesanan Billi di serahkan kepada Nia asisten nya.


Billy datang hari ini untuk mengambil seluruh pesanan nya.


"Hai Nia cantik apa kabar mu? Bagaimana pesanan ku apakah sudah selesai"


"Sudah Billy sore ini kami akan mengantar pesanan nya ke kantor mu"


"Boleh aku meminta bonus nya?"


"Bonus apa Billy aku akan bertanya dengan Nyonya Rose terlebih dahulu?"


"Tidak perlu Nia, Aku meminta bonus darimu"


"Dengan ku bonus apa ya?"


"Aku akan melamar mu"


"Ah jangan bercanda Billy"


"Aku tidak bisa mendapatkan bos mu jadi setidaknya aku akan mendapatkan asistennya sebagai gantinya?


"Ah kamu ada-ada saja Billy" Wajah Nia mulai merah.


Karena lebih sering bertemu dengan Nia asistennya Nyonya Rose, benih-benih cinta mulai tumbuh dihari Billy.

__ADS_1


"Seperti kamu tahu Nia aku adalah teman SMA nya Rose, Usia ku juga tidak muda lagi sudah 35tahun , aku tertarik padamu"


"Tapi Umur ku 25tahun selisih 10 tahun kita"


"Tenang aku akan mengajarkan kepada mu Nia apalagi masalah berhubungan mesra"


"Nia semakin merah wajahnya, ah aku tidak mau terburu-buru menikah"


"Baik kita akan berpacaran dulu selama 6 bulan dan kamu tidak bisa menolak ku. apabila kamu merasa cocok dengan ku kamu harus menerima lamaran ku"


Tanpa sadar Nia mengangguk.


Billy Pun mencium tangan Nia dengan mesra. dan berpamitan pulang.


Sedangkan dirumah Nyonya Rose. Ibu Ujing sedang galau dia merasa tidak suka Anaknya Tuan Rafi akan menikah dengan gembel Menurut nya.


"Halo jeng Lina kepala ku sakit seperti mau pecah"


"Ada apa Jeng "


"Inilho Rafi besok Minggu dia akan menikah dengan gadis pilihan Rose, gadis gembel, kurus dan kecil apa dia bisa memberikan momongan. sedangkan dia sendiri seperti kurang gizi"


"Sabar Jeng pasti ada jalan keluarnya"


"Kira-kira apa jalan keluarnya Jeng Lina"


"Tenang aku akan mengatur dengan Stella, Jeng tapi aku meminta izinmu apabila Stella bermain main api dengan Tuan Rafi kamu tidak masalahkan?"

__ADS_1


"Saya mengerti Jeng Lina, Aku serahkan masalah ini padamu ya jeng Lina"


"Baik lah jeng kamu tenang saja"


Sementara itu Sriwati dirumahnya makin berdebar-debar karena besok adalah hari pernikahan dengan Tuan Rafi.


Nyonya Rose telah mengirimkan pakaian kebaya berwarna putih dan berbordir bunga-bunga cantik untuk dipakainya besok.


Ah akan kah aku bisa melayani Tuan Rafi sebagai istri dengan baik, aku hanyalah gadis kecil yang baru tamat SMA.


dan aku belum ada rasa cinta sama sekali dengan Tuan Rafi.


Hanya segan dan takut apabila bertemu dengan Tuan Rafi.


Lamunan Sriwati buyar tatkala ponselnya berbunyi.


"Halo Sri"


"Ya Nyonya Rose"


"Besok jam 7 pagi kamu harus bersiap aku mengirim kan 2 orang Make up artist untuk mendadani mu besok dan ingat jam 8 pagi kamu harus sudah hadir dirumah ku. Akan ada sopir yang akan menjemput Mu"


"Baik Nyonya" Sri memutuskan sambungan telepon.


*Besok aku akan menikah dan ibu ku akan tahu bahwa aku akan hanya menjadi istri kedua Tuan Rafi. aku berharap Ibuku akan baik-baik saja dan bisa menerima kenyataan ini.


Dan aku hanya bisa berharap aku bisa menjalani cobaan ini.

__ADS_1


Sriwati tersenyum dingin*.


__ADS_2