
Waktu menunjukkan tengah hari , Tuan Rafi dan Nyonya Rose pun sengaja tidak ke kantor karena menjaga Sri di Rumah Sakit.
Sri yang sudah sadar dari pingsan kebingungan menatap langit langit Rumah sakit.
"Dimana aku"
"Kamu dirumah sakit Sri, bagaimana perasaan mu?" Nyonya Rose segera mendekati Sri.
"Kepalaku sedikit pusing Nyonya"
"Iya kamu jatuh pingsan tadi"
Tak lama seorang dokter dan perawat datang seraya memeriksa kondisi Sri dan membawa hasil dari laboratorium.
"Disini siapa suaminya"
"Saya dokter"
"Selamat Istri anda hamil, dia pingsan karena ada anemia kami sudah memberi vitamin dan tambah darah, dan kondisi nya sudah baikan"
Mendengar berita dari dokter Tuan Rafi dan Nyonya Rafi berteriak kegirangan.
Air mata Sri pun menetes di pipi mulusnya.
"Mengapa kamu menangis istriku ini ada kabar gembira yang sudah sepuluh tahun kami tunggu"
"Saya gembira Tuan...eh suamiku..cuma dak menyangka Secapat ini"
"Mulai besok kamu harus makan yang banyak dan istirahat yang cukup Sri, jangan sampai pingsan lagi"
"Baik Nyonya"
__ADS_1
"Oh ya dokter kapan Sri boleh pulang"
"Sore ini bisa pulang, Cuma nanti harap cek kesehatan Ibu dan kandungan tiap bulan ke Rumah sakit ini ya"
"Baik dokter"
Tuan Rafi dan Nyonya Rose sangat gembira setelah menyiapkan segala administrasi.
Setelah Sore menjelang mereka pun kembali ke rumah Tuan Rafi.
Tiba Dirumah Nyonya Rose dan Tuan Rafi mereka sudah disambut oleh Nyonya Ujing.
"Dari mana kalian!"
"Dari rumah sakit ma, ma ada kabar gembira Sri hamil"
Nyonya Rose segera memberitahukan kabar gembira.
"Apa...Hamil"
"Lho kok mama seperti tidak senang ya suami ku"
"Mama itu senang Rose cuma mungkin sedikit terkejut saja"
"Aku mau menemani Sri ya Suamiku"
"Iya pastikan dia beristirahat"
Didalam kamar Nyonya Ujing merasa tidak senang karena akan mendapatkan cucu dari wanita kampungan itu.
Dia bergegas menelpon Stella
__ADS_1
"Halo Stella, ada kabar yang tidak sedap ini, membuat kepala mama pusing"
"Memang nya ada kabar apa mama?"
"Kamu tahu tidak wanita kampungan itu hamil, bagaimana dengan rencana mu, mama bingung harus berbuat apa lagi"
"Tenang mama Rencana Stella sudah berjalan mulus, mama tinggal tunggu tanggal mainnya saja"
"Lalu bagaimana dengan Sri, pasti Rafi akan sangat sayang kepadanya"
"Tenang mama apa susahnya membuat dia keguguran"
Stella sambil tertawa terbahak-bahak
"Kalau membuatnya gugur mama kurang setuju Stella, mama maunya Sri dan Rose berhubungan tidak baik, biar saja Rose yang akan mengurus anak itu, aku akan mengusir Sri, karena aku yakin Sri hanya pura pura lugu, pasti dia mengincar harga nya Rafi"
"Bagaimana baiknya saja lalu bagaimana kalau Stella hamil mama?"
"Kalau kamu benar benar bisa hamil anaknya Rafi tentu kamu yang akan menjadi pewaris utama, biar rose hanya akan terhibur oleh anaknya Sri"
"Mama tunggu satu bulan lagi ya? Stella akan memberikan kabar gembira kepada mama"
"Baiklah kalau begitu Stella"
Nyonya Ujing pun menutup telepon.
Stella yang sedang sekamar dengan Frans tertawa terbahak-bahak. kamu lihat Frans kita bisa memanfaatkan Nyonya Ujing.
"Aku tidak suka dengan kabar Sri hamil, kita harus menyiapkan rencana agar dia keguguran, aku tidak mau menjadi batu sandungan ku nanti"
"Ah itu masalah mudah Stella, kita tinggal buat seperti kecelakaan, kita tinggal menunggu mereka lengah saja. Kira kira kapan kamu akan memberi tahukan tuan Rafi kalau kamu hamil"
__ADS_1
"Bulan depan Frans, kita biarkan saja mereka bergembira pada saat ini"
mereka pun kembali tertawa terbahak-bahak.