Dua Pendamping

Dua Pendamping
Ocehan Mama Ujing


__ADS_3

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 5 Nyonya Rose bergegas untuk pulang. Dia selalu pulang terlebih dahulu sebelum suaminya.


Sampai dirumah dia mandi berdandan rapi untuk menyambut suaminya pulang.


Hari sudah menunjukkan pukul 9 tetapi Tuan Rafi belum ada tanda-tanda pulang.


Karena mulai lelah menunggu Nyonya Rose pun berbaring dikamar nya. Tak lama terdengar pintu terbuka Nyonya Rose menoleh dan lekas berdiri menyambut kedatangan suaminya.


"Sudah makan istriku, maaf aku tidak bisa menemani mu makan malam, ada rapat pemegang saham tadi"


"Sudah sayang, lekas lah mandi dan istirahat"


Tanpa sungkan Tuan Rafi membuka seluruh pakaiannya dengan polosnya dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah mandi dia memeluk istrinya yang telah mengenakan pakaian tidur.


"Mengapa wajah mu muram istriku, apakah engkau memikirkan perkataan mama?"


" Apa dosa ku ya suamiku mengapa aku blm juga diberikan kesempatan memiliki keturunan. Sehingga harus menempuh jalan ini. kalau boleh bertanya istri kedua seperti apa yang kamu inginkan suamiku"


"Aku tidak tahu, karena hanya kamu istriku yang aku cintai, dan apa mungkin aku bisa mencintai wanita lain lagi"

__ADS_1


"Suami ku kamu tak perlu mencintai nya, yang penting kamu mau berhubungan intim dengan nya agar keluarga ini mempunyai keturunan"


"Apakah benar-benar kamu rela dan ikhlas?"


"kalau hanya jalan ini yang bisa kita lakukan suamiku, demi kebahagiaan mu, Aku ikhlas"


"satu bulan masih lama mengapa kita tidak mencoba nya lagi, istri ku"


sambil mengedipkan mata. memberi kode pada istrinya.


Tuan Rafi Mengecup bibir istri nya dengan lembut.


Tuan Rafi menarik pita baju tidur istrinya dan semua nya terbuka.


Mereka menikmati setiap desahan. Nyonya Rose pun membalas setiap serangan suaminya. Memeluk lebih dalam dan berharap benih suaminya bisa masuk lebih dalam.


Agar keinginan memiliki keturunan dapat terwujud.


Tak terasa mereka terpuaskan dan kelelahan dan akhirnya tertidur dengan lelap.


Pagi ini seperti hari-hari biasanya mereka menyantap sarapan pagi. dan tentu ocehan Mama Ujin membuka suara.

__ADS_1


"Gimana Rose kamu sudah menemukan cara untuk mencari istri kedua untuk suamimu"


"Maaf Ma belum"


"Apa sebenarnya mau mu, kamu tinggal memilih wanita, model, artis, siapa yang tidak mau dengan anakku. Pengusaha kaya dan tampan"


"Sabar Ma, Rose tentu tidak bisa sembarang an memilih" Jawab Tuan Rafi membela istrinya.


"Mama tidak mau tahu ya Rose kamu harus segera mencari kannya. karena kalau tidak mama yang akan bertindak. Dan ingat apabila dalam satu tahun istri kedua tidak juga memberikan keturunan, kau Rafi harus menceraikan nya. Mama tidak mau terlalu banyak memelihara ayam yang tidak bisa bertelur"


Tidak terasa air mata rose jatuh di pipinya. Dia seperti kehilangan selera makan. Rose berlari menuju kamarnya.


"Lihat Mama Apa yang mama katakan menyakiti Rose, dulu mama memuji kecantikan dan kebaikan Rose, tapi mengapa mama bisa berubah"


"Mama tidak tahu kau istri mu itu mandul Rafi, sudahlah mama mau meneruskan sarapan Mama"


Tuan Rafi pun mengejar Rose masuk kedalam kamar.


"Sabar Istriku, aku harap kamu dapat memaklumi perkataan Mama"


Sambil terisak" Iya suamiku memang aku yang salah belum bisa memberikan keturunan. Aku akan segera mencari cara untuk mencarikan istri kedua untukmu.

__ADS_1


__ADS_2