
Pagi ini langit sangat cerah , matahari bersinar dengan ceritanya. Tapi tidak dengan hati Nyonya Rose. Untuk mendapatkan calon istri kedua Nyonya Rose memanggil asisten butik nya Nia.
"Nia tolong buka lowongan kerja"
"Baik, Nyonya kira-kira bagian apa yang nyonya butuhkan"
"Bukan untuk ku, suamiku membutuhkan sekretaris untuk kantor cabang barunya"
"Baik, Nyonya akan saya iklankan ke surat kabar kota'
"Terimakasih Nia"
Menjelang sore tiba-tiba Billy datang lagi ke butik nya Nyonya Rose
"Halo Rose, apa kabar mu"
"Baik Billi"
"Aku kebetulan lewat jadi mampir, sekalian menanyakan sudah berapa persen baju yang aku pesan"
"Sabar Billi baru berjalan 30 persen, percaya lah kepadaku aku akan sangat berusaha bisa selesai tepat waktu"
"Oke aku sangat percaya, Ada waktu luang Rose bisa kamu temani aku minum Coffe di cafe sebelah"
"Baiklah aku akan menemanimu"
__ADS_1
Mereka berjalan berdua menuju Cafe sebelah. sesampainya di Cafe mereka memesan Coffe kesukaan nya.
"Boleh aku bicara pribadi Rose"
"Apa yang ingin kamu ketahui Billi"
"Apakah kamu bahagia dengan pernikahan mu?"
"Aku bahagia Billi"
Walaupun bibir Nyonya Rose tersenyum, tapi wajahnya nampak bermuram durja.
"Ada masalah tapi wajah mu kelihatan muram"
"Kamu tidak mau mencoba dengan pria lain Rose mana tahu berhasil?"
"Bercanda kamu Billi, mana ada pria yang mau dengan ku dengan kondisi ku saat ini, yang jelas Rafi masih sangat mencintai ku dengan keadaan ku ini"
"Ha ha..Rose..rose, tapi kalau memang kau sudah bosan dengan Rafi, kau bisa mencari ku" sambil mengedipkan mata.
"Sudah ah...jangan bercanda dan menggodaku, hari sudah menjelang malam aku harus segera pulang"
"Baiklah, terimakasih telah menemaniku minum Coffe"
Rose pun melambaikan tangan berpamitan pulang kerumahnya.
__ADS_1
Sampai dirumah ternyata Tuan Rafi sudah tiba terlebih dahulu.
"Pulang telat istriku tidak kamu lelah."
"Kebetulan tadi aku ketemu konsumen dan ternyata teman SMA ku, dia memesan pakaian sangat banyak untuk seragam karyawan nya"
dengan lembut tuan Rafi membelai rambut Nyonya Rose.
"Suamiku apabila nanti aku telah memilih kan istri kedua untuk mu dan dia bisa memberikan keturunan, apakah kamu masih bisa sama mencintai ku"
"Mengapa kamu masih ragu akan cinta ku Rose, kita sdh hidup bersama 10tahun"
"Tapi aku menyadari segala kekurangan ku suamiku, ada sedikit ketakutan dalam hatiku, engkau lambat laun akan mengabaikan ku, karena harus membagi kasih sayang dengan anak dan tentu istri baru mu"
" Berarti kamu sangat mencintai ku istriku,
belum apa-apa kau sudah cemburu, kamu yang akan mengatur jadwal berapa hari aku boleh bersama nya, dan tentunya kamu boleh membagi sesukamu, karena kamu adalah orang yang sangat aku cintai"
Dengan mata berkaca-kaca nyonya Rose pun memeluk suaminya.
karena malam sudah larut mereka pun terlelap dalam tidur nya dengan berpelukan. dan berharap adanya keajaiban dipagi hari.
Pagi-pagi Rose sudah meninggal kan rumahnya menuju butiknya, karena mendapat an telepon dari Nia bahwa sudah banyak pelamar wanita yang antri untuk di interview.
Rose pun sdh siap untuk mengajukan pertanyaan dan berharap ada yang bisa untuk memenuhi kriteria yang dia mau.
__ADS_1