
Satu persatu Nyonya Rose memberikan pertanyaan tapi tidak ada satupun yang membuat nya tertarik. Ketika Nonya Rose hendak menyudahi wawancara nya. Tiba-tiba ada seorang perempuan muda, seperti nya baru tamat SMA. berlarian terengah-engah mengetuk ruangan nya.
"Silahkan masuk"
"Maaf Nyonya saya terlambat untuk wawancara, Karena barusan dari Rumah sakit"
"Baiklah, apa motivasi melamar pekerjaan ini" tanya nyonya Rose.
"Apa pun saya akan kerjakan nyonya, menjadi budak mu pun saya mau, cuma maaf bolehkah saya mengambil gaji saya dimuka, saya sangat membutuhkan Rp. 100.000.000,-
untuk operasi jantung ibu saya. dan saya membutuhkan secepatnya untuk menyelamatkan nyawanya."
"Wah berani sekali kamu? apa yang akan kamu berikan jaminannya, sedang kan aku belum mengenalmu?"
"Nama saya Sriwati Nyonya, saya akan memberikan nyawa saya sebagai jaminannya,hanya itu yang saya punya asalkan Nyonya mau membantu saya dan saya akan kerjakan apapun yang nyonya perintah kan, tolong lah saya Nyonya"
Nyonya Rose memandang wajah lugu Sri dipandanginya dari kaki hingga kepala.
Sriwati memakai pakaian agak lusuh dan sepatu sekolah yang seperti nya sudah lama.
"Cerita kan kehidupan pribadi mu" Nyonya Rose bertanya?
"Ayahku sudah lama meninggal ketika saya dan adik laki-laki saya kecil"
"Sehari-hari saya dan Ibu berjualan kue untuk menghidupi keluarga kami dan untuk membiayai sekolah kami, Saya baru lulus SMA, dan karena ketiadaan biaya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah, sedangkan adik saya baru kelas 1 SMA, Saya sudah kehilangan seorang ayah, dan saya mohon bantulah saya, saya tidak ingin me jadi yatim piatu" Sriwati memohon dan tak terasa matanya berkaca-kaca.
__ADS_1
"Baiklah saya akan membantu mu tapi kamu harus membuat surat perjanjian kontrak selama 1 tahun dengan ku?"
Nyonya Rose mengeluarkan ada setumpuk kertas perjanjian.
Tanpa membacanya lagi Sriwati langsung menandatangani surat-surat perjanjian tersebut.
"Yakin kamu tidak mau meneliti atau membaca nya terlebih dahulu Sri"
"Tidak perlu nyonya, Saya sangat sulit menemukan orang sebaik Nyonya, masuk kedalam jurang pun saya mau karena Nyonya sudah membantu saya."
"Baiklah kalau begitu saya akan menjelaskan nanti, dan ingat kamu tidak dapat membatalkan perjanjian yang sudah kita sepakati ini"
"Baik Nyonya saya tidak akan mengkhianati anda"
"Agar saya lebih percaya padamu antar saya kerumah sakit, saya akan mentransfer biaya rumah sakitnya"
Sriwati menundukkan badan tanda terimakasih.
kemudian Nyonya Rose dan Sriwati pergi ke rumah sakit tempat ibu nya Sriwati dirawat.
Diruangan UGD nampak seorang wanita setengah baya tidak sadar dengan selang begitu banyak nya.
disampingnya nampak remaja pria menangis menyambut kami.
"Bagaimana kak sudah mendapatkan dana untuk Ibu kita, aku tidak sanggup kehilangan Ibu"
__ADS_1
"Sudah Ahi kamu tenang saja. Nyonya ini adalah malaikat penyelamat kita"
"Ini Ibu saya Nyonya"
"Baiklah antar saya kebagian administrasi."
Sesampainya dibagian administrasi Nyonya Rose membayar 100juta agar Ibunya Sriwati bisa dioperasi.
Dan memberikan uang senilai 2juta rupiah untuk Sriwati.
"Uang apa ini Nyonya"
"Ini untuk pegangan mu, kamu dan adikmu tentunya membutuhkan biaya makan dan lainnya, ambillah"
"terimakasih Nyonya, saya tidak tahu bagaimana saya akan membalas kebaikan Nyonya"
"Tentu kamu akan dapat membalasnya, ingat besok jam 08 pagi kamu harus menemui saya dibutik, saya akan menjelaskan apa yang harus kamu lakukan"
"Baik Nyonya"
Kemudian Nyonya Rose pun berpamitan karena harus kembali kebutiknya.
Dan Sriwati tersenyum bahagia. berharap agar operasi ibunya akan dapat berjalan lancar dan bisa sembuh kembali.
Dan Sriwati belum mengetahui nasib apa yang akan terjadi besok.
__ADS_1
Dalam angan-angan nya Ia merasa bahagia.