Dua Pendamping

Dua Pendamping
Rose Pulang


__ADS_3

Tuan Rafi nampak terburu buru memasuki mobil nya lalu melaju kencang menuju Bandara.


Hari ini Rose pulang, rasa rindu sudah bersedia dihatinya, tak terasa seminggu Rose pergi ke luar kota untuk mengikuti pameran busana yang ia ikuti.


Tak seorang wanita cantik melambaikan tangan ke arah Tuan Rafi.


"Hai Rose aku rindu padamu"


seraya memeluk Rose


"Aku juga suamiku"


Kemudian Mereka berjalan menuju mobil yang mengarah pulang kerumahnya.


"Bagaimana kabar Sri?"


"Dia baik baik saja, cuma memang dia benar benar gadis yang lugu dan polos"


Rose hanya tersenyum.


Setiba dirumah Sri sudah menyambut didepan pintu.


"Apa kabar Nyonya Rose?"


"Baik-baik saja Sri, bagaimana dengan kabar mu?


"Baik juga Nyonya"


Sri yang tidak mau menggangu, meninggal kan Nyonya Rose dan Tuan Rafi yang menuju kamarnya.


"Apakah kamu lelah Rose"


"Tidak suamiku, dan semua berjalan lancar, bagaimana hubungan dengan Sri? Apakah bisa kita cepat mendapatkan momongan?"


"Semua Baik baik saja Rose tapi aku sangat rindu padamu"


Rose pun mengerti yang dimaksud akan Tuan Rafi.


Malam ini hanya milik mereka berdua, setahap demi setahap mereka menikmati keindahan malam itu hingga mencapai puncak nya. dan akhirnya terlelap dalam pelukan masing-masing.


Tak terasa pagi yang sangat cerah, matahari bersinar dengan cerahnya.


Tuan Rafi, Nyonya Rose dan Sri duduk dimeja makan menyantap sarapan paginya,

__ADS_1


"Kemana mama Ujing tidak tampak suami ku?"


"Biasalah mama sering keluar dengan temannya istriku mungkin ada acara"


Nyonya Rose membuka pembicaraan.


"Oh ya Sri ini ada oleh oleh untuk mu kabarnya beberapa hari yang lalu kamu ulang tahun?"


"Terimakasih Nyonya"


"Bukalah"


Sri membuka hadiah dari Nyonya Rose,


Nampak sebuah gaun yang sangat indah


"Waw Indah sekali... terimakasih Nyonya Rose, baru kali ini saya punya gaun seindah ini"


"Cobalah Sri"


dengan wajah yang gembira Sri memakai gaun yang sangat indah...dengan warna merah muda.


Sri kelihatan sangat cantik memakai nya dengan minidress dan punggung yang sedikit terbuka.


Tuan Rafi sangat kagum melihatnya, Karena selama ini Sri memang selalu memakai pakaian yang sederhana.


"Mau kuantar Istriku?"


"Tidak Usah Suami ku aku membawa mobil sendiri saja karena nanti siang ada pertemuan juga"


"Baiklah Rose"


Rose kemudian berpamitan dan beranjak pergi.


Sri yang masih kegirangan berlenggak lenggok sambil mengagumi pakaian hadiah dari Nyonya Rose.


Tanpa sadar Tuan Rafi sudah berdiri dibelakang nya. Wah benar-benar Catik dan imut. Dia melihat Sri seperti boneka Barbie yang sangat cantik dengan pakaian barunya.


Sri nampak terkejut.


"Maaf Suami ku bukannya mau berangkat kerja?"


Bukannya menjawab pertanyaan Sri, Tuan Rafi Menggendong Tubuh Sri yang imut.

__ADS_1


Sri meronta ingin diturunkan.


"Tolong turun kan Suamiku malu dilihat pelayanan disini"


Bukannya menurunkan Tuan Rafi Menggendong Sri kelantai dua ke kamarnya Sri.


Karena kalah tenaga Sri tidak dapat lepas dari Tuan Rafi.


Tuan Rafi akhirnya menurunkan Sri diatas ranjang.


Sri nampak kikuk


"Bukannya Tuan akan berangkat ke kantor?"


Sri mengulangi pertanyaannya.


Kembali Tuan Rafi tidak menjawab pertanyaan Sri.


Dia malah mendekati wajah Sri.


Sri yang berusaha mundur tetapi tidak bisa karena tubuhnya sudah menyandar ke dinding kamar.


"Kamu cantik sekali Sri, aku bergairah pagi ini"


Tuan Rafi memegang wajah Sri yang mulus dikecupnya bibir mungil Sri yang mungil.


Sri kewalahan serasa berhenti bernapas karena ciuman Tuan Rafi.


"Bernapas lah Sri" Tuan rafi melepaskan ciumannya, Sri nampak lega.


Tapi bukannya berhenti Tuan Rafi kembali mencium seluruh wajah dan leher Sri sampai Sri kewalahan.


Tanpa sri Sadar Tangan Tuan Rafi telah membuka seluruh gaun Indah dari tubuh mungil Sri.


Akhirnya mereka terus mengulangi adegan mesra tersebut sampai ke puncak.


Benih benih cinta Sri mulai Tumbuh kepada Tuan Rafi.


Tuan Rafi merasa puas dan mencium pipi Sri sangat mesra.


"Istirahat lah Istriku yang imut" sambil berbisik di telinga Sri dan Tuan Rafi menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi Tuan Rafi kemudian kembali memakai pakaian kantor nya.

__ADS_1


dan membiarkan Sri yang nampak kelelahan tertidur di kamar nya.


Dengan semangat Tuan Rafi menuju kantor nya.


__ADS_2