
Jam menunjukkan pukul tujuh pagi sudah banyak karyawan yang datang di kantor nya Rafi.
Setelah memarkirkan mobilnya Rafi membukakan pintu mobil untuk Sri.
Tuan Rafi menggandeng tangan Sri dengan Erat.
Sri merasa malu dia berusaha melepaskan genggaman tangan Tuan Rafi.
Tapi Tuan Rafi menggenggam Erat dengan senyum tipis nya sambil berjalan menuju kantor nya.
Beberapa pasang mata tampak memperhatikan Tuan Rafi dan Sri.
"Eh... lihat itukan boss kita siapa yang digandeng nya?"
"Mungkin adiknya atau saudaranya lihat wajahnya begitu sangat muda seperti anak SMA saja"
"Tidak mungkin adiknya lihat dia menggenggam tangan nya dengan sangat mesra, atau selingkuhan nya, bukannya Bos kita sudah memiliki istri yang sangat cantik. Atau jangan jangan itu pelajar"
" Hus jangan sembarang bicara tidak enak terdengar bos kita bisa kena SP, biar saja itu urusan pribadi mereka, ayo kita lanjutkan pekerjaan kita"
"Wah bisa jadi gosip heboh ini"
Setiba di ruangan kantor Tuan Rafi berkata kepada Sri.
" Sri kamu menunggu disini saja ya, saya ada rapat diruangan aula kantor, apabila kamu bosan, kamu bisa menonton Tv atau berjalan jalan ke kantin perusahaan ada banyak makanan yang enak disana"
"Baik Suamiku"
Tuan Rafi mengecup kening Sri dan melangkah keluar ruangan.
kembali Sri melamun betapa baiknya Tuan Rafi tapi apakah akan selamanya aku menjadi istrinya.
Ditempat Lain Stella yang berdandan menor dan sexi bertemu dengan mama ujing dirumah Tuan Rafi.
"Halo Mama mertua apa kabarnya?"
"Kurang enak badan ini Stella, kamu kemana saja selama ini tidak kelihatan, apakah kamu tahu Rafi semakin mesra dengan istri barunya yang kampung an itu"
" Tenang mama aku akan terus merayu Mas Rafi dan memberikan cucu untuk mu"
__ADS_1
"Lakukanlah segera mama sudah tidak sabar"
"Oh iya mama Stella mau ke kantor nya mas Rafi sekalian mengajak makan siang"
"Pergilah mumpung Rose sedang diluar kota dan istri kampungan nya itu sedang menginap dirumah ibunya.
"Baik mama"
Tak lama Stella pun menuju ke kantor nya Tuan Rafi.
Tiba di kantor Stella bertanya pada resepsionis.
"Hei kamu apakah Mas Rafi ada dikantornya"
"Tuan Rafi sedang rapat nona mungkin sebentar lagi rapat nya selesai, nona bisa menunggu di lobi apabila ingin bertemu dengan beliau"
"Saya menunggu dikantornya saja"
"Tidak bisa nona harus meminta izin dulu kepada Tuan Rafi"
"Tidak perlu apakah kamu tahu saya ini siapa? saya ini calon istrinya Mas Rafi, mau kamu saya pecat"
Tiba dikantornya tanpa permisi Stella membuka pintu.
Sri yang sedang menonton TV sedikit terkejut.
"Hei kamu karyawan nya Mas Rafi enak saja kamu bersantai santai disini menonton TV, cepat sana ambilkan saya air dingin"
Sri kelihatan bengong.
"Hei mengapa kamu bengong cepat sana, apakah kamu tidak tahu saya ini calon istrinya mas Rafi"
Dalam hati Sri terkejut dan bergumam " wah apakah benar dia ini calon istrinya lagi, apakah Nyonya rise tahu, ah...dasar orang kaya mau berapa banyak istrinya.
karena sedikit takut dan kwatir membuat keributan sripun pergi ke kantin kantor menyiapkan minuman dingin untuk Stella.
Tak lama tampak Tuan Rafi bergegas ke kantor nya setelah menyelesaikan rapat bisnis nya.
Betapa terkejutnya setelah membuka kantor ada Stella berada di kantor nya dengan gayanya yang sexi dan mengundang gairah pria.
__ADS_1
Tanpa ragu Stella langsung memeluk dan mencium pipi Tuan Rafi dengan pakaian yang memang sangat minim...Tuan Rafi sempat menelan air liur nya.. melihat dada Stella yang menempel di dada nya.
Belum sempat Tuan Rafi melepaskan pelukan Stella.
Nampak Sri datang dari belakang sambil membawa minuman untuk Stella.
Sri terperanjat kaku dalam hati nya terbersit rasa cemburu tapi dia menyadari memang Stella wanita yang sangat cantik dan sexi dengan tubuh nya yang tinggi dan ramping.
sambil melepaskan pelukan Stella.
"Hai Sri darimana kamu dari tadi"
"Saya mengambil kan minuman untuk nona ini"
"Stella tidakkah kamu tahu kalau dia bukan karyawan kantor ini dia adalah istri ku, tidak selayaknya kamu menyuruh nya, kalau.u bisa meminta pelayan diluar menyiapkan minuman untuk mu"
"Maaf mas Rafi saya tidak tahu, karena tampangnya seperti pelayan sih"
mengetahui Sri istri baru Tuan Rafi bukannya makin sopan malah Stella berusaha tetap memeluk Tuan Rafi.
"Kalau begitu aku pulang saja Mas Rafi tapi lain waktu aku meminta waktu mu ya? karena ada hal penting yang aku ingin bicarakan"
Sambil melangkah pergi ciuman Stella mendarat di pipi Tuan Rafi.
Sri nampak ngambek, dia berkata dalam hati bahwa dirinya saja belum pernah dan berani mencium Tuan Rafi selam ini selalu Tuan Rafi yang mencium nya.
"Mengapa wajah muram Sri, kamu cemburu ya?"
"Tidak suamiku"
"Kamu harus membiasakan diri seperti Rose Karena dalam dunia usaha ada saja bertemu dengan wanita wanita penggoda seperti itu, tapi selama ini aku sudah sangat berusaha untuk setia.
Sri hanya mengangguk.
"Mari kita makan siang dan pulang kerumah, hari ini aku ingin beristirahat besok Rose pulang dari luar kota"
Dengan mesra tuan Rafi merangkul Sri sambil berbisik. kamu harus belajar menggoda ku Sri,
Sri hanya kelihatan kikuk.
__ADS_1
Tua Rafi nampak sangat berbahagia seperti mendapatkan hiburan baru istri muda yang sangat imut polos dan lugu.