DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
DUMAY 16


__ADS_3

Happy Reading.


Di sebuah cafe duduklah Mirza seorang diri tengah menikmati minumannya dan sesekali menghisap nikmat ro-kok di tangan nya.


Menerawang jauh rasa kurang bersemangat karna ia masih mengingat penolakan Amanda padanya.


Kurang lebih setahun yang lalu Amanda sendirilah yang berusaha mendekatinya.


Amanda yang mengajak nya berkenalan terlebih dahulu. Awal nya Mirza sangat cuek pada Amanda.


Tapi ada saja cara Amanda untuk mencari perhatian dari Mirza.


Bukan nya Mirza tidak menyadari tingkah konyol Amanda yang hanya ingin mendapat kan perhatian darinya.


Dari hal tiba-tiba Amanda menangis memeluk Mirza mengaku bahwa dia di tinggal selingkuh oleh kekasih nya, merengek minta di temani shoping, temani makan, bahkan hal yang paling membuat Mirza bosan Amanda meminta Mirza menemani nya saat perawatan di salon.


Menunggu adalah hal yang paling membosankan, apalagi menemani perawatan di salon yang memakan waktu berjam-jam lamanya.


Bahkan tingkah konyol Amanda yang paling membekas di ingatan Mirza adalah disaat seseorang menghubungi Mirza lewat ponsel Amanda. Orang tersebut menghubungi Mirza di karenakan Amanda sedang mabuk.


Mirza segera bergegas mendatangi Amanda, tiba di tempat Mirza segera membawa Amanda pergi dari sana.


Di karenakan Amanda sedang mabuk Mirza memilih menggunakan taksi, karena tidak mungkin menggunakan motor.


Di tengah jalan tiba-tiba Amanda membuka kaca mobil dan mengeluarkan kepalanya, sontak sang supir memberhentikan taksinya.


"Mas tolong Mbaknya jangan seperti itu bahaya" pinta pak sopir dengan ramah.


"Iya maaf ya pak" Mirza berusaha menarik Amanda agar kembali duduk tenang.


Aduh Amanda ini ada-ada aja ya tingkah nya.


Tak di sangka Amanda malah berlari keluar dan pergi ke sebuah taman.


Mirza berlari mengikuti kemana Amanda.


Amanda berbaring di sebuah tempat duduk, dan Mirza menghampirinya.


"Amanda yok kita pulang kasihan pak sopir sudah nunggu" ajak Mirza.


"Gak mau ... masih mau disini" kicau Amanda.


Mirza melambai ke supir taksi, dan pak supir menghampirinya.


Mirza memberikan beberapa lembar uang kertas kepada sang supir taksi.


"Pak kita disini saja nya, makasih" ujar Mirza.


"Mas ini banyak sekali"


"Gak apa pak ambil saja, rejeki istri dan anak bapak di rumah"


Wajah si supir berbinar bahagia. "Alhamdulillah... terimakasih banyak ya mas, saya pamit."


"Iya pak sama-sama"


Amanda berlari-lari kesana kemari, menari gak jelas, efek lagi mabuk kali ya.


Tapi emang orang mabuk seperti Amanda inikah tingkah nya 🤣.


Tiba-tiba Amanda mendekati Mirza.


"Hei tampan, mau kah kau menjadi kekasih ku?" Amanda berbicara ala orang yang sedang mabuk.


Mirza hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, dan Amanda pun mengikuti gaya Mirza yang menggelengkan kepala.


"Kenapa ... kamu gak mau jadi pacar aaaku haaaa ... apa aku kurang cantik, apa aku gak seksi" Amanda terus nyerocos kayak burung beo.


"Huaaaaaa huaaaa huaaaaa dia gak mau jadi pacar aku ... huaaaaa" Amanda menangis.


"Stttttt jangan nangis malu nanti di lihat orang"


"Biar aja ... kamu jahat "


Amanda bangkit dari duduk nya berjalan sempoyongan dan hampir terjatuh, kemudian Mirza memeluknya.


"Kenapaaaaaa ... kenapaa kamu gak mau jadi pacar aku" cerocos Manda lagi.


"Siapa bilang gak mau... aku mau kok"


"Benar kah ..."


"Tentu saja"


Amanda langsung memeluk Mirza bahagia.

__ADS_1


Saat memeluk Amanda Mirza tersenyum.


"Dasar gadis konyol, dia pikir aku gak tau kali dia cuma pura-pura mabuk"


"Mas mau tambah minuman nya" ujar sang pelayan, Mirza terkejut karna tengah melamun mengingat kenangan nya bersama Amanda waktu itu.


"Oh iya Mbak boleh"


Mirza menikmati minuman nya sesekali menyanyi kecil mengikuti live music di cafe tersebut.


Pas banget dengan suasana hatinya yang lagi galau.


**Terlalu Berharap


Lagu Rossa**


Aku dan kamu


Sudah sejak lama bersama


Tak sedikit


Cerita yang telah kita lalui


Sampai kapan


Aku harus terus bersabar?


Menunggu kepastian


'Tuk hubungan ini


Tak tahu harus bagaimana


Ingin denganmu tapi seperti tak ada tujuan


Haruskah aku berhenti berharap?


Karena ku tak bisa terlalu lama menunggu


Mungkin saja


Telah ku lewati ratusan mingguku


Besar harap ku


Tak tahu harus bagaimana


Ingin denganmu tapi seperti tak ada tujuan


Haruskah aku berhenti berharap?


Karena ku tak bisa terlalu lama menunggu


Mengapa sampai detik ini


Semuanya masih sama seperti kemarin?


Ataukah memang harus kusadari?


Hanyalah ku saja


Hanya ku saja yang terlalu berharap


Ha-ah, yeah


(Semuanya masih sama seperti kemarin?) Ho, wo wo wo


Ataukah memang harus kusadari?


Hanyalah aku saja yang terlalu berharap


Karena ku tak bisa


Terlalu lama menunggu


Eahhh si babang Mirza lagi galau nih.


...----------------...


Akhirnya Niko dan Cindy sampai juga.


Saat ingin melangkah masuk kedalam pondok Niko meraih tangan Cindy.


Niko mendekat .. meraih wajah Cindy dan entah keberanian dari mana Niko mencium bibir seksi Cindy. Dan tak ada penolakan dari Cindy bahkan Cindy memeluk erat Niko.

__ADS_1


"Cindy ... aku mencintaimu" ucap Niko sedikit berbisik.


"Aku juga ..." Cindy semakin mengeratkan pelukan nya.


Dan...


"Niko ... ayok kenapa kamu malah melamun" kata Cindy sambil sedikit mengguncang kan bahu Niko.


Oh astaga ternyata Niko sedang ber halu ria 🤣.


"I ... iyaaa" sahut Niko dengan sedikit terbata akibat gugup.


Udah kayak maling jemuran ketangkep basah aja ini.


"Cindy ..."


"Iya ..."


Niko meraih tangan Cindy memberanikan diri mewujudkan khayalan nya barusan.


"Aku ... aku ... "


"Hoi... darimana Kalian ... ngapain berdiri disitu?" teriak Malik di depan pintu pondok.


Kemudian Cindy melangkah masuk, gagal deh aksi babang Niko. Saat menghampiri Malik dengan sengaja Niko melayangkan tinju ringan pada bahu Malik.


"Siala*n kenapa kau mengganggu saja padahal sedikit lagi" kesal Niko pada Malik


"Kalah cepat belajar dulu dari suhu nya ..." Malik tertawa penuh ejekan.


Malik menghampiri Salsha. "Sayang ... apa perlu kita susul Fahri ke depan?" ajak Malik pada Salsha yang kini sudah menjadi kekasih nya.


"Boleh" ucap Salsha.


Cindy melihat ke arah Malik dan Salsha memandang keduanya bergantian.


"Kalian udah jadian ..." selidik Cindy


Salsha mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan Cindy.


"Wah selamat buat pasangan baru" ujar Maya.


Ternyata Maya dan Fahri juga sudah kembali ke pondok.


"Wah kali ini Malik harus traktir kita semua selama seminggu ini untuk merayakan hari jadian" ucap Cindy.


"Aman"


"Hai jagoan ... bagaimana dengan mu, apakah masih melekat dengan status jomblo mu?" tanya Fahri pada Niko dengan nada ejekan.


"Siapa bilang ... itu dia kekasihku" kata Niko sambil menunjuk Cindy.


Cindy yang di tunjuk pun menunjuk dirinya sendiri. "Aku ... hoi kapan kita jadian"


"Hari ini juga" jawab Niko dengan berani nya.


Niko merasa tertantang karma ejekan kedua sahabatnya.


Cindy meraih bantal dan melempar pada Niko. "Dasar kanebo kering gak romantis" gerutu Cindy.


"Tapi kamu suka kan ..." ledek Niko.


"Gak" jawab Cindy dengan ketus.


Semuanya menertawakan kekonyolan Niko.


❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁


Aduh yang sabar ya Niko, semangat jangan lupa di coba lagi sampai berhasil.


Terimakasih sudah mampir.


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like


Komentar


Gift


Vote


Rate bintang lima


Favorite

__ADS_1


Salam sayang salam hangat


Rey ♥️


__ADS_2