
Happy Reading.
Tengah asik menikmati makanan nya, sejenak Santi menghentikan aktifitas nya, melirik ke arah ponsel nya yang tengah berdering.
Santi membaca pesan masuk dari sahabatnya Amanda. Santi tersenyum ke arah Bella.
Bella mengerutkan keningnya, tanda tak paham.
"Kenapa kau tersenyum" tanya Bella dengan heran.
"Amanda kirim SMS, dia tak akan kembali kesini sekrang dia sedang bersama Mirza" ucap Santi.
"Wah benarkah?" ucap Bella senang dan di jawab dengan anggukan oleh Santi.
...**************...
Seperti biasanya Fahri selalu menjeput Maya dari sekolah, makan siang bersama begitu juga Malik dan Niko
"Weekend kita mau kemana guys" tanya Fahri pada yang lain nya.
"Aku sih ikut aja" ucap Malik.
"Sayang ... Kamu ada ide?" tanya Fahri pada Maya.
"Gimana kalau kita nonton aja, ada Film baru nih" Cindy memberi usulan.
"Ide bagus, kita nonton film horor ya sayang, jadi kalau kamu takut, bisa peluk aku terus" ucap Niko sambil mengerlingkan sebelah matanya, reflek Cindy mencubit pinggang Niko. Niko meringis kesakitan mengundang gelak tawa yang lainnya.
"Kalian semua gimana ada yang mau ikut nonton" tanya Fahri.
"Aku ikut" ucap Salsha.
"Aku juga" ucap Maya.
"Deal, kita nonton ya, biar aku beli tiket nya" ucap Malik.
"Oke .. Yuk kita pulang" ajak Cindy pada Maya dan Salsha.
Fahri menarik tangan Maya kemudian memeluknya.
"Sebentar lagi sayang, aku masih kangen" ucap Fahri sambik mengeratkan peukan nya.
"Ah lebay, tiap hari ketemu juga masih kangen" ucap Maya.
"Mau nya sama terus sayang, satu jam aja gak ketemu udah kangen" ucap Fahri.
"Bisa aja, udah ya kita balik" ucap Maya.
"Boleh gak sekali ini aku anter sampe rumah aku pengen kenal sama keluarga mu " ucap Fahri.
"Jangan sayang ini belom waktunya, aku bisa kena marah semua keluarga karena mereka belum ijinin aku pacaran bersabarlah sedikit" ucap Maya.
"Okelah gak lama lagi kamu kan lulus, sekarang aku antar sampe dekat rumah aja ya" pinta Fahri.
"Baiklah kalau kamu maksa" Maya tak bisa lagi menolak.
Fahri menoleh melihat ke arah kedua sahabatnya.
__ADS_1
Niko yang sedang memeluk cindy dari belakang, sementara Malik tengah berbincang dengan Salsha.
"Kalian masih mau disini" ejek Fahri.
Maya menghampiri Cindy dan Salsha.
"Fahri mau antar sampai dekat rumah" ucap Maya.
"Kamu yakin?" ucap Salsha merasa heran.
"Biarlah gak sampai rumah kok, masih aman" ucap Maya.
Kemudian Fahri mengantar pulang Maya, di ikuti Malik dan Niko bersama dengan pasangan masing-masing.
...****************...
Mirza yang tengah mengisi bahan bakar motor nya melihat Maya dan rombongan melewati nya.
Hampir saja Mirza tak mengenali Maya, hanya saja yang menarik perhatian Mirza adalah beberapa pemuda ber boncengan dengan para siswi pelajar dan berseragam yang sama dengan adiknya.
Dengan tergesa Mirza membayar uang bensin, kemudian bergegas mengikuti kemana motor itu pergi.
Mirza melajukan motor nya dengan cepat tak mau kehilangan jejak. Sementara Fahri menghentikan motor nya karena sudah tiba di tujuan.
Maya turun dari motor kemudian Fahri membuka helm Maya.
"Sayang.. aku langsung pul..." belum selesai Maya menyelesaikan kalimat nya. Maya membelalakkan mata nya karena terkejut melihat Mirza memberhentikan motor nya tempat di hadapan Fahri.
"Bang Mirza... " ucap Maya terkejut.
"Pulang" bentak Mirza dengan wajah memerah karena menahan amarah.
"Lepaskan dia" ucap Fahri bersuara keras.
Mendegar Fahri meninggikan suaranya Mirza menoleh.
Mirza menatap marah dan tak suka ke arah Fahri, begitu mengenali Fahri adalah pria yang di hajarnya kemarin karena bersama Amanda, dan kini tengah bersama adiknya Maya.
Maya melambaikan tangan nya memberi kode kepada Fahri agar dia diam saja, namun Fahri tidak memahami arti dari kode yang di berikan Maya, malah Fahri mengira Maya sedang merasa terancam.
"Jangan ikut campur ini bukan urusan mu" bentak Mirza marah dengan tatapan penuh rasa benci kepada Fahri.
Maya melipat tangan nya memohon dan memberi kode agar Fahri pergi, namun Fahri tak mau mendengarkan.
"Bang Mirza aduh ini gawat" ucap Cindy.
"Siapa dia? " tanya Niko pada Cindy.
"Dia adalah abang nya Maya" ucap Salsha.
"Apa.. " ucap Malik dan Niko bersamaan.
"Tentu saja ini menjadi urusan ku, karena dia adalah kekasihku" ucap Fahri dengan lantang.
Baru saja Malik hendak memberitahu Fahri siapa Mirza, tapi sudah terlambat.
Mirza yang emosi langsung melayangkan tinjuan nya ke Fahri. Fahri hendak membalas tinjuan nya tapi terhenti karena Maya berteriak.
__ADS_1
"Stop Fahri dia adalah abang ku"
Berapa terkejutnya Fahri, pria yang ada di hadapan nya ini adalah pria yang sudah memukulnya ke dua kali ini ternyata dia adalah abang dari kekasihnya sendiri.
Malik dan Niko segera melerai segera menarik Fahri.
"Jangan pernah tunjukkan lagi batang hidung mu di hadapan ku, jauhi maya!! " ucap Mirza penuh penekanan.
Fahri mengusap ujung bibir nya yang berdarah, melihat itu Maya menangis melepaskan genggaman tangan Mirza berlari menghampiri Fahri.
"Fahri... " ucap Maya menangis.
"Pulanglah sayang, aku gak apa-apa kok" ucap Fahri.
"Maya... "
Maya tak menggubris panggilan Mirza, membuat Mirza hilang kendali menarik Maya kemudian menampar nya.
Fahri emosi melihat kekasihnya di tampar ingin segera membalas perbuatan Mirza namun di halangi Malik.
Maya menangis memegang pipinya yang memerah, menatap marah ke arah Mirza.
"Maya.. ma... maafkan abang" ucap Mirza menyesali perbuatan nya, yang tak bisa mengendalikan emosinya.
"Abang jahat" Maya berlari pulang sambil memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan Mirza, ia berlari sambil menangis antara sakit dan malu bercampur jadi satu.
"Cindy... Salsha sebaiknya kalian juga pulang" bentak Mirza.
"Iya bang" ucap Cindy dan Salsa bersamaan.
Mirza memandang tidak suka ke arah Malik, Niko dan Fahri, sementara Cindy dan Salsha segera berpamitan pergi kepada kekasihnya masing-masing.
"Ingat... jangan coba-coba kau dekati adikku atau akan aku beri pelajaran yang lebih dari ini" ancam Mirza kemudian meninggalkan mereka.
Fahri mengepalkan tangan nya dengan emosi.
"Sudahlah ayo kita tinggalkan tempat ini" ajak Niko.
Setibanya di cafe.
"Sial kenapa aku apes banget, kenapa harus dia yang jadi abang nya Maya" ucap Fahri ambigu.
"Bukankah dia pria yang sama yang memukul mu kemarin" ucap Malik.
"Iya dia orang nya" ucap Fahri.
"Unik dia pria yang bersama Amanda, bisa jadi dia sekarang kekasih Amanda, sungguh hubungan yang rumit" ucap Niko.
Fahri mencoba mencerna ucapan Niko.
BERSAMBUNG...
Terimakasih sudah mampir.
Maaf ya guys lama gak update, aku akan usahakan membagi waktu 🙏
Terus dukung DUNIA MAYA ya...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya