DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
DUMAY 38


__ADS_3

Happy Reading.


Mirza melajukan motor nya kencang dengan perasaan yang tak menentu.


Setelah pergi tanpa arah akhirnya Mirza menghentikan motor nya.


Mirza berjalan ke arah taman yang terlihat sepi.


Dia berjalan mengelilingi taman dan berhenti tepat di tepi danau.


Saat di tepi danau Mirza tiba-tiba berteriak.


"Aaaaaaaaaaaa"


"Aaaaaaaa"


"Aaaaaaaaaaa"


Mirza berteriak keras melepaskan rasa kesal di hatinya.


"Kenapa Amanda ... kenapa kau tega melakukan nya ... apa aku hanya permainan buatmu"


"Aaaaaa" Mirza kembali berteriak.


Setelah merasa lega Mirza kembali berjalan menyusuri taman.


Mirza menendang sebuah botol plastik yang ada di hadapan nya, dan ternyata botol itu mengenai seseorang.


"Aduh ... oi siapa ini yang buang sampah sembarangan" tariak seorang gadis yang tengah duduk di bangku yang ada di taman itu.


Mirza segera menghampiri dari mana asal gadis itu berteriak. Dia tak menyangka kalau botol yang ia tendang mengenai seseorang.


Gadis itu berdiri ingin mengetahui siapa orang yang lempar botol sembarangan.


"Maaf mba aku tadi gak sengaja, maafin ya!" ucap Mirza tak enak hati.


"Loh mas Mirza disini? kebetulan banget kita ketemu lagi" ucap gadis itu, yang ternyata gadis itu adalah Ranti.


"Kamu ..."


Aku Ranti mas, pasti mas lupa sama namaku" ucap Ranti, sementara Mirza menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Eee maaf ya Mba Ranti soal tadi, aku gak sengaja" ucap Mirza.


"Panggil aja Ranti, biar kelihatan akrab" ucap Ranti.


"Baiklah Ranti kalau begitu kamu panggil saja aku Mirza, jangan panggil mas" ucap Mirza lagi.


"Kamu ini buang sampah sembarangan ya, sampai aku jadi korban" ucap Ranti bercanda.


"Enak aja... itu tadi aku gak sengaja tendang botol yang tergeletak di jalan" ucap Mirza lagi.


"Ohh gitu"


"Tentu saja" Ucap Mirza sambil beranjak dari sana.


"Tunggu mau kemana?? tanya Ranti.


Mirza terus saja pergi, tapi Ranti mengejarnya.


Kemudian Ranti menghalangi jalan Mirza.


"Main pergi aja, tanggung jawab dong!" ucap Ranti kesal.


"Kenapa? apa kepalamu bocor?" ucap Mirza asal.


Ranti menggaruk kepalanya sambil cengar-cengir " Emmm gak sih, hehehehe"


Ranti hanya mencari alasan ingin menghabiskan waktu bersama Mirza.


Mirza hendak berlalu tapi di hadang lagi sama Ranti "Setidak nya traktir aku kek makan gitu"

__ADS_1


"Apa otak mu sedikit bergeser akibat kena botol tadi" tanya Mirza heran.


"Tidak"


"Aku buru-buru lain kali aku traktir itupun kalau kita berjumpa lagi" ucap Mirza.


Mirza terus berjalan meninggalkan Ranti, sedangkan Ranti mulai kesal karena usaha nya tidak berhasil.


"Aku akan coba lain kali" ucap Ranti dengan dirinya sendiri.


...****************...


Setelah melakukan perawatan Amanda, Santi dan Bella pergi mencari makan.


Amanda mengeluarkan ponsel nya kemudian mencoba menghubungi ponsel Mirza, namun tak di angkat oleh Mirza, terlihat wajah Amanda murung.


"Ternyata seperti ini ya rasanya di abaikan, gak enak banget" ucap Amanda.


"Sabar Manda, tunggu Mirza dinginkan hatinya dulu, jangan terlalu di paksa nanti malah jadi makin emosi" ucap Santi.


"Manda ... kamu beneran gak cemburu lihat Fahri tadi bermesraan sama kekasihnya" tanya Bella penasaran.


"Sama sekali tidak" ucap Amanda.


...****************...


Satu Minggu kemudian.


Mirza mulai merindukan Amanda tapi masih merasa kesal ketika mengingat perlakuan Amanda padanya.


"Krrrrrkk" suara dari perut Mirza.


Ternyata rasa kesal gak bisa menghilangkan rasa lapar ya guys 🀣.


"Sebaiknya aku cari makan dulu" ucap Mirza.


Fahri sedang berada di cafe bersama para sahabatnya.


"Tentu saja aku akan ikut menjemput mereka" ucap Malik.


"Aku juga" ucap Niko.


Mereka bertiga bangkit dari duduknya.


Dan mereka berjumpa dengan Amanda dan para sahabatnya, yang kebetulan juga baru datang.


"Hai Fahri, Malik, Niko" sapa Amanda.


"Hai Manda" balas Malik dan Niko bersamaan, tapi Fahri hanya terdiam dan terkesan cuek bahkan memalingkan wajahnya.


Sementara Bella dan Santi juga bertegur sapa dengan yang lain juga.


Amanda tersenyum miris "Fahri, kamu tenang aja, mulai sekarang aku tidak akan mengganggu kebahagiaanmu, aku tau mungkin caraku kemarin kekanak-kanakan, maafin aku ya, semoga kamu bahagia dengan kekasih mu itu, kalau masih bisa anggap aja aku sebagai sahabatmu, itupun kalau kau masih sudi, aku hanya ingin jangan sampai hubungan masa lalu kita menjadi permusuhan" ucap Amanda.


Fahri hanya terdiam mendengarkan ucapan Amanda.


"Kita duluan nya, Malik, Niko, Fahri, ayok guys" ajak Amanda pada kedua sahabatnya.


Santi dan Bella berjalan mendahului Amanda memilih tempat duduk.


Malik menepuk bahu Fahri "Mungkin saja dia tulus mengatakan nya Fahri, sebaiknya kalian berdamai"


Fahri membalikan badan nya melihat ke arah Amanda yang sedang menuju tempat duduknya namun dari arah samping nya terlihat seorang pelayang sedang mendorong troli dan di atas troli tersebut ada kepulan asap dari sup yang ada di atasnya, si pelayan tersebut sambil memandangi ponselnya sedangkan Amanda tidak memperhatikan.


"Manda ... awas" teriak Fahri.


Dengan sigap Fahri menarik tangan Amanda menyingkir, hampir saja troli itu menabrak Amanda, secara reflek Amanda memeluk Fahri dengan mata terpejam karena terkejut.


Malik, Niko Santi dan Bella menghampiri mereka.


"Manda kamu gak apa-apa" tanya Santi dengan khawatir.

__ADS_1


"I iii iya aku gak apa-apa, aku hanya terkejut, makasih Fahri" ucap Manda sambil melepaskan pelukan nya, "Maafkan aku aku terkejut"


"Mba lain kali hati-hati dong, kalau kerja yang fokus, jangan sambil mainin HP, hampir saja mba membahayakan orang lain" ucap Fahri dengan marah.


"I .. iii . iiya mas, saya minta maaf" ucap pelayan itu ketakutan.


Malik mencoba menenangkan Fahri, dan mempersilahkan si pelayan melanjutkan pekerjaan nya.


"Lain kali hati-hati ya mba" ucap Malik.


'I iya mas, terimakasih" ucap pelayan itu kemudian berlalu dari sana.


Ternyata Mirza pun ada disana, dia pun baru saja tiba dan menyaksikan adegan tadi, hati Mirza terbakar api cemburu melihat Amanda memeluk pria lain, terlebih Mirza mengingat pria itu adalah, pria yang di akui oleh Amanda sebagai kekasihnya, dan Mirza mengingat jika Amanda masih sangat mencintai pria itu.


Santi mendekat ke Amanda dan berbisik di telinga Manda.


"Lihat ke arah pintu masuk, disana ada Mirza" bisik Santi, Amanda membelalakkan matanya.


Amanda menoleh ke arah pintu masuk "Mirza ..."


Mirza mengepalkan kedua tangannya menahan emosi karena cemburu, menyadari jika Amanda akan segera menghampirinya, Mirza pergi dari sana.


Amanda mengejarnya.


Fahri melihat kemana arah Amanda berlari dan ia merasa heran.


"Siapa pria itu, kenapa Amanda mengejarnya?" tanya Fahri.


Santi hanya mengendikkan bahunya, Bella pun terdiam tak memberi jawaban.


Santi dan Bella kemudian duduk di meja yang mereka pilih.


"Ayok kita pergi" ajak Niko.


Fahri, Malik dan Niko meninggal kan tempat itu kemudian ketika keluar mereka sempat melihat ke arah Amanda dan pria yang di kejar tadi nampak sedang berseteru.


"Kalian ada yang mengenal pria itu?" tanya Fahri.


"Tidak" jawab Niko.


"Akupun tidak mengenalnya, tapi aku rasa ucapan Amanda tadi ada hubungan nya dengan pria itu" ucap Malik.


"Maksudnya?" tanya Fahri tidak paham.


"Bukankah Amanda tadi sempat bilang kalau dia tidak akan mengganggumu lagi, mungkin pria itu orang yang di sukai Amanda, atau lebih tepatnya Amanda mungkin sudah mendapatkan pengganti mu" ucap Malik menjelaskan maksudnya.


Fahri mengangguk "Semoga saja Amanda menemukan kebahagiaannya, aku akan turut bahagia" ucap Fahri dalam hati.


❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁


Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.


Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan nama🀭.


Tinggalkan jejak kalian


Like


Komentar


Gift


Vote


Rate bintang lima


Favorite


Salam sayangku


ReyπŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2