
Happy Reading.
Sudah seminggu lama nya Maya dan Fahri tidak bertemu, bahkan Maya dan Fahri tidak pernah berkomunikasi meskipun lewat chat atau telpon, bahkan Cindy dan Salsha pun ikut kompak tidak menemui kekasihnya sampai kelulusan mereka nanti.
"Ke kantin yuk, laper nih" ajak Cindy pada kedua sahabatnya.
"Yuk, aku juga udah laper banget nih" ucap Maya sambil merapihkan buku-buku nya.
Cindy dan Salsha masih setia menunggu Maya, setelah itu mereka ber tiga berjalan beriringan menuju kantin.
"Kalian duluan ya, aku mau ke toilet bentar"ucap Maya.
"Oke jangan lama ya" ucap Cindy, kemudian Maya mengangguk tanda setuju.
Cindy dan Salsha menuju kantin terlebih dahulu.
Terlihat Maya keluar dari toilet, dengan segera melangkah kan kakinya menuju kantin, menghampiri kedua sahabatnya yang sudah terlebih dahulu menuju kantin.
Tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik Maya, spontan Maya ingin menjerit, namun sosok itu dengan sigap membekap mulut Maya.
Maya mencoba meronta sekuat tenaga, mengerakkan tubuh nya ke kanan dan ke kiri, mencoba kembali berteriak namun suara Maya tak terdengar.
Kemudian Maya menginjak kaki pria yang sedang membekap mulutnya, dan si pria meringis kesakitan, tak sampai disitu Maya juga mengigit tangan yang sedang membekap mulut nya.
Karena sakit dan terkejut spontan pria itu melepas bekapan tangan nya dari mulut Maya.
Pria itu terlihat tertunduk dan mengaduh memandangi tangan nya yang sudah memerah dan membekas membentuk bekas gigitan.
Maya meraih sapu yang ada di dekatnya kemudian memukul pria itu berulang.
"Ini rasakan" ucap Maya dengan kesal.
"Auhhhhhh stop stop ini aku" ucap pria itu sambil menengadah kan wajahnya sambil meringis kesakitan.
Maya menghentikan aksi bar bar nya, merasa suara itu tak asing bagi nya.
"Fahri ... kamu" ucap Maya terkejut dengan mata membelalak nyaris lepas π€£.
"Iya sayang ini aku, kamu ..."
"Kamu ngapain ada di sini" Maya memotong pembicaraan Fahri yang belum selesai.
"Aku merindukan mu sayang, sudah seminggu kita tidak bertemu, aku ..."
"Fahri aku mohon ... bukan nya aku sudah bilang jangan temui aku dulu sampai ujian akhir selesai" ucap Maya penuh permohonan.
__ADS_1
"Iya sayang aku tahu itu, tapi aku tak bisa menahan diri ingin menemui mu, bahkan aku tak bisa menghubungi ponsel mu, aku sudah mengirim pesan berulang kali" ucap Fahri.
"Aku..." ucap Maya terhenti karena Fahri memeluk Maya erat.
Setelah merasa puas memeluk Maya dan melepas rasa rindunya Fahri melepaskan pelukan nya.
"Apakah kamu tak merindukan ku sayang" Fahri bertanya.
"Tentu saja aku juga merindukan mu, tapi ini hanya sementara Fahri, aku harap kamu mengerti ak..." ucap Maya terputus.
Belum menyelesaikan kalimatnya Fahri membungkam Maya dengan ciuman nya.
Fahri kembali meraih tubuh Maya memeluk nya dengan satu tangan, dan tangan yang lainnya memegang kepala Maya. Fahri semakin memperdalam ciuman nya, ******* benda kenyal milik Maya, ciuman yang awal nya lembut semakin lama semakin menuntut meminta lebih. Fahri menggigit bibir bawah Maya, spontan Maya membuka mulut nya, dengan leluasa Fahri memainkan lidahnya menyusuri setiap rongga mulut Maya, memilin dan menghisap lidah Maya.
Merasa pasokan udara semakin menipis Maya memukul ringan dada Fahri dan mendorong nya. Fahri melepaskan ciuman nya, keduanya berlomba mengirup nafas dengan nafas terengah-engah.
Fahri memeluk Maya erat, setelah itu ingin mencium Maya kembali, namun di tolak oleh Maya dengan cara meletakkan jarinya di bibir Fahri.
"Stop Fahri, ini sudah cukup, aku harap kamu jangan menemui ku lagi sebelum waktu yang aku tentukan" ucap Maya.
Fahri menghembuskan nafas nya kasar.
"Selain itu aku ingin fokus dengan ujian akhir ku, cepatlah pergi dari sini sebelum ada yang melihat mu, aku gak mau kalau kehadiran mu ini di ketahui orang lain, terlebih aku gak mau bang Mirza kecewa pada ku lagi" ucap Maya penuh permohonan.
"Oke sayang aku pergi, beri aku satu pelukan lagi" ucap Fahri.
"Sudah sana pergi" ucap Maya.
"Baiklah, jaga dirimu sayang" ucap Fahri.
"Oke, sampai ketemu lagi Fahri, aku pergi dulu ya" ucap Maya, belum juga Fahri menjawab nya, Maya sudah berlalu meninggalkan Fahri.
Fahri termangu memandang kepergian Maya, masih enggan meninggalkan tempat ini, rasanya ingin berlari mengejar Maya dan membawa nya pergi dan melepas rindu yang terpendam, tapi itu hanya khayalan Fahri saja.
Setelah Maya menghilang dari pandangan nya, kemudian Fahri pergi juga meninggalkan sekolah Maya.
Maya mengintip dari balik dinding,. memandang kepergian Fahri, kemudian menyembunyikan diri lagi di balik dinding. Fahri membalikkan badan nya berharap melihat Maya, namun yang di harapkan tak muncul juga.
Sementara Maya yang berada di balik dinding merasakan matanya hangat, cairan bening lolos dari pelupuk matanya, mencoba menahan untuk tidak menangis namun air mata tak terbendung. Maya mulai terisak, ini semua tak mudah bagi Maya, bukan hanya Fahri yang merasakan rindu, dirinya pun begitu. Tapi Maya sudah bertekad ingin fokus dengan ujian akhirnya, dan tak mau mengecewakan Mirza abang nya serta keluarga tercinta yang menyayanginya.
Cukup lama Maya terduduk dan menangis di balik dinding.
Maya bangkit dari duduk nya, kemudian mengusap air matanya, ia melangkah ke kantin.
Aku pasti bisa melewati semua ini, aku sangat mencintaimu Fahri, namun aku harus fokus dengan ujian ku, aku pasti bisa membanggakan keluarga ku, semangat Maya.
__ADS_1
Maya menyemangati dirinya sendiri.
"Hai semuanya, kalian sudah pesan makanan" ucap Maya setibanya di kantin.
"Lama amat kamu May, apa toilet sudah pindah alamat ya?" ucap Salsha bergurau.
"Tunggu dulu, mata kamu bengkak, kamu habis nangis ya?" ucap Cindy yang melihat mata Maya agak sembab, kemudian Salsha pun menoleh melihat Maya.
Maya menggeleng "Gak tadi ada serangga masuk ke mataku" ucap Maya berbohong.
Cindy memegang pundak Maya "Siapa yang ingin coba kau bohongi Maya?
"Udah nanti aja ceritanya, ayok kita makan dulu" ucap Salsha memotong pembicaraan Cindy.
Bukan Salsha tak memperhatikan nya, ia pun merasa Maya habis menangis, namun rasa penasaran dan pertanyaan nya di tunda terlebih dulu, karena perut nya sudah mulai keroncongan.
"Nah Salsha bener, aku juga udah lapar" ucap Maya dengan tersenyum ceria menutupi kesedihan nya.
"Oke, ayok kita makan, kamu punya hutang penjelasan pada ku Maya" ucap Cindy lagi sementara Maya hanya menjulurkan lidahnya.
Cindy tersenyum dan menggeleng.
"Siapa yang ingin coba kau bohongi Maya, jelas-jelas wajah mu tidak bisa membohongi ku, aku tahu kamu habis menangis" ucap Cindy dalam hati.
Maya berusaha menutupi kesedihan nya dengan senyum di wajahnya, berusaha ceria, tanpa ia sadari sandiwaranya terlihat jelas.
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.
Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan namaπ€.
Tinggalkan jejak kalian
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorite
__ADS_1
Salam sayangku
Reyπ₯°