
Happy Reading.
Amanda memoles wajah nya dengan make up yang tipis, mengenakan lipstik berwarna soft, setelah merasa puas dengan penampilan nya dia tersenyum manis.
"Dengan penampilan ku yang cantik ini, aku yakin Fahri pasti jatuh cinta lagi padaku" ucap Amanda dengan. percaya diri.
Kemudian Amanda meraih tas nya bersiap hendak pergi, mata amanda tertuju pada asisten rumah tangganya yang di tangan nya memegang sebuah buket bunga.
"Cantik banget bunganya dari siapa bik ?" tanya Amanda
"Ini barusan di antar sama kurir non" ucap bik Inah sambil menyerahkan buket bunga kepada Amanda.
"Terimakasih ya bik"
"Iya sama-sama, saya ijin ke belakang ya non mau beres-beres" pamit bik Inah.
"Silahkan bik, oh iya sekalian nanti saya mau keluar ya bik"
"Baik Non"
Amanda membuka kartu tidak ada nama pengirim hanya ada pesan "Bunga yang cantik untuk wanita yang cantik"
"Seperti nya aku pernah menerima buket bunga yang sama dengan pesan yang sama, ini siapa ya pengirim nya? apa mungkin Fahri, apa dia ingin meminta maaf atas kejadian kemaren" ucap Amanda.
Amanda mencium buket bunga di tangan nya, kemudian meletakkan nya begitu saja di meja.
Ponsel Amanda berdering
π Iya halo
πDengan mba Amanda
πIya saya sendiri
πMbak saya sudah di depan ya
πOke pak saya keluar, tunggu sebentar
Amanda berjalan menuju taksi online yang sudah di pesan nya.
"Oke pak jalan sesuai alamat ya" perintah Amanda.
"Baik mba"
Sesampainya di tujuan Amanda segera membayar ongkos taksi kemudian keluar dengan senyuman.
"Hari ini aku harus menemui Fahri, aku yakin dia sudah ada di dalam dengan para sahabatnya."
Amanda melangkah masuk kemudian menghampiri Malik dan Niko.
"Hai Malik... hai Niko" sapa Amanda dengan tersenyum manis.
"Sedang apa kamu disini Amanda?" tanya Malik terus terang.
"Tentu saja ingin bertemu Fahri" ucap Amanda.
"Biang masalah, bukan nya kamu sudah tau Manda kalau Fahri sudah memiliki kekasih" ucap Niko.
"Aku yakin kemarin Fahri cuma prank aku aja, jangan banyak bicara dimana Fahri" tanya Amanda dengan ketus.
"Dia gak ada disini, sebaiknya kamu pergi Amanda" usir Niko, namun Amanda tidak bergeming.
"Apa pernyataan Fahri kemarin belum cukup jelas ya, asal kamu tahu mungkin Fahri saat ini sedang bersama kekasihnya" ucap Malik memanas-manasi hati Amanda.
Amanda terlihat tidak perduli, kemudian dia duduk **** tidak dipersilahkan.
Amanda mengeluarkan cermin dari dalam tas nya kemudian merapikan rambut dan memoles sedikit lipstik.
Yang di tunggu akhirnya muncul juga.
Melihat ada sosok Amanda disana wajah Fahri terlihat tidak senang.
__ADS_1
Kemudian memutar balik badan nya akan meninggalkan tempat itu, namun di hentikan oleh Amanda.
"Fahri kamu mau kemana" ucap Amanda memegangi lengan Fahri.
Fahri melihat tangan Amanda yang memegangi lengannya "Lepaskan tangan mu"
"Gak mau" ucap Amanda manja.
"Kalau begitu aku akan pergi" ucap Fahri.
"Oke .. oke aku lepaskan, kita bicara" ucap Amanda.
Kemudian Fahri duduk dia merasa harus menjelaskan semua kepada Amanda.
"Ada perlu apa kamu disini Amanda?" tanya Fahri to the point.
"Tentu saja karena aku kangen sama kamu" ucap Amanda dengan nada manja.
Fahri tersenyum mengejek " Aku rasa kamu bukan anak kemarin sore yang gak paham dengan penjelasan ku kemaren Amanda"
"Apa semua ini Fahri? bukan kan kamu masuk kekasihku bahkan kita belum putus" ucap Amanda.
"Kalau begitu biar aku perjelas ..."
"Tunggu dulu kamu mau membicarakan nya disini? di depan mereka?" ucap Amanda sembari matanya memandang ke arah Malik dan Niko.
"Kalau begitu kami akan pergi, ayok Niko" ucap Malik.
"Stop ... kalian tetap disini aku gak mau terjadi kesalahpahaman seperti kemarin " ucap Fahri.
"Gak ada yang perlu aku tutup-tutupi dari mereka berdua, mereka adalah sahabat ku..."
"Tapi Fahri kita butuh waktu berdua" pinta Amanda penuh permohonan.
"Semua sudah berakhir Amanda, aku telah menganggap hubungan kita kandas di saat kamu pergi meninggalkan aku tanpa pesan" ucap Fahri.
"Aku bisa jelaskan Fahri" ucap Amanda.
"Aku gak mau aku masih mencintaimu Fahri" ucap Amanda.
"Dengar Amanda, aku sudah memiliki kekasih yang sangat aku cintai jadi sebelum aku bertidak kasar lebih baik kamu pergi dari sini"
"Fahri ..."
Amanda berusaha meraih tangan Fahri, namun di tolak.
Amanda nekat mendatangi Fahri.
"Stop... jangan mendekat" ucap Fahri dengan marah.
"Fahri ..." ucap Manda memelas.
"Pergi ..." ucap Fahri dengan marah.
Amanda terkejut matanya berkaca-kaca dia tak menyangka Fahri yang begitu lembut tega membentak nya di hadapan orang banyak.
"Kamu jahat..." Amanda berlari meninggalkan tempat itu.
Setelah Amanda pergi Fahri terlihat kusut.
Dia tidak tega melihat Amanda menangis, tapi ini semua harus ia lakukan karena Fahri tidak ingin terjadi kesalahpahaman terulang lagi.
Malik menepuk bahu Fahri.
"Apa aku tadi sudah kelewatan ya Bro?" ucap Fahri.
"Amanda pantas mendapatkannya, dia itu keras kepala" ucap Malik.
"Aku rasa Malik ada benar nya, kalau tidak dengan cara itu aku yakin Manda tidak akan perna memahami apapun, semoga kali ini dia tidak akan mengganggumu lagi" ucap Niko.
Amanda berlari ke arah taman duduk di sana dan menangis.
__ADS_1
"Apa aku benar-benar kehilangan mu Fahri ... hikss ... kenapa kau tega membentak ku hiksss ..."
Entah berapa lama Amanda duduk di sana dan menangis.
Disaat dia masih menangis ada sebuah tangan mengulurkan tissue. Amanda mendongak ke arah sosok yang mengulurkan tisu dan Amanda menghambur ke pelukannya.
Sambil terus terisak sosok yang tengah di peluk Amanda tak lain adalah Mirza.
Mirza mengeratkan pelukan nya sambil mengelus pundak Amanda menenangkan nya.
Setelah merasa sedikit tenang Amada melepaskan pelukan nya sembari sedikit mendorong Mirza.
"Pergi sana jangan mencari-cari kesempatan" ucap Amanda kesal.
"Gadis aneh dia sendiri yang main peluk, sekarang malah nyalahin aku" ucap Mirza dalam hati.
"Justru seharusnya aku ini yang bilang begitu, aku bisa laporin ini pelecehan seksual" ucap Mirza.
"Apa ..." Amanda memukuli Mirza namun Mirza membiarkan nya setelah Amanda lelah dengan aksinya Amanda berhenti, kemudian Mirza memeluk Manda.
Tak mendapat penolakan dari Amanda, justru Amanda merasa nyaman dalam pelukan Mirza.
"Perasaan apa ini kenapa aku merasakan hangat dan nyaman dalam pelukan pria konyol ini" ucap Amanda dalam hati.
Mirza melepas pelukan nya "Ayok ikut aku"
"Kemana" tanya Amanda.
"Cari makan... barusan aku dengan suara cacing demo" ejek Mirza karena saat Mirza memeluk Amanda tadi terdengar suara perut Amanda yang tengah keroncongan.
"Reseh " ucap Manda sambil memukuli Mirza lagi.
"Tunggu dulu" ucap Manda kemudian dia mengeluarkan kaca dan mengusap wajah nya dengan tisu kemudian mengoleskan sedikit bedak di wajah nya, yang sudah sedikit luntur akibat air mata.
"Udah ... udah cantik kok" puji Mirza.
"Memang aku cantik, baru sadar" ucap Amanda.
"Sudah lama sih ... makanya aku tergila-gila padamu" ucap Mirza sambil tersenyum.
"Ternyata dia memili senyum yang manis..., duh Manda kamu mikir apa sih" ucap Amanda dalam hati.
"Udah ayok ... jadi gak ini makan nya?"
"Jadi dong" ucap Mirza sambil menggandeng tangan Amanda
Entah masih belum yakin dengan perasan nya atu masih gengsi mengakui.
Amanda .... oh Amanda.
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya, silahkan beri komentar yang positif.
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorit.
Terimakasih
Salam sayangku
__ADS_1
Rey π₯°