
Happy Reading.
Maya dan rombongan sudah tiba di tempat biasa Fahri dan Maya bertemu saat mengantar jemput Maya.
"Sayang aku langsung pulang ya rasanya badan aku ini lelah" ucap Maya pada Fahri.
"Baiklah sayang istirahat ya ... ingat hal seperti kemaren jangan terulang lagi, aku benar-benar khawatir karena aku sangat mencintaimu." ucap Fahri sambil menggenggam kedua tangan Maya.
"Iya sayang aku janji... tapi, kamu juga harus berjanji padaku gak ada lagi rahasia, jika ada apa-apa cerita sama aku" ucap Maya sambil menatap kedua mata Fahri.
"Iya sayang aku janji" ucap Fahri sambil mengacungkan jari kelingking nya, kemudian Maya pun menyambutnya dengan menautkan kelingking Fahri dengan jari kelingking Maya sendiri.
Fahri kemudian memeluk kekasihnya perlahan memberikan kecupan di keningnya kemudian di kedua pipi dan mengecup lembut bibir Maya.
Begitupun pasangan yang lain nya tak kalah romantisnya memeluk dan mencium pasangan nya masing-masing π€£.
Seperti biasa para gadis meninggalkan tempat itu terlebih dahulu, setelah tidak terlihat lagi barulah para cowok tampan ini juga meninggal kan tempat itu juga.
Wah tempat ini bisa menjadi saksi bisu nih tentang kisah cinta pasangan muda mudi ini.
Hais yang jomblo tutup mata deh ... atau bayangkan saja seandainya kalian punya kekasihπ.
...****************...
"Rania ... maafkan aku ya kalau tadi aku harus bilang kalau kamu itu adalah kekasih ku" ucap Bram sambil melirik Rania dengan ekor matanya.
"Ah iya gak apa Bram, justru aku yang berterimakasih karena kamu sudah bantu aku tadi" ucap Rania.
"Apes banget kita bisa ketemu sama Jodi tadi" ucap Tari dengan kesal.
Ingin rasanya Bram menyelidik banyak tentang pria tadi, tapi Bram mengurung kan niat nya, karena melihat kegelisahan di wajah Rania. Seperti ada ketakutan dalam dirinya.
"Rania ... kamu gak apa-apa kan?" tanya Bram.
"Ahh iyaa aku baik-baik aja Bram"
"Setelah sekian lama, kenapa kita bisa berjumpa dengan Jodi lagi ya? kemunculannya buat mood jadi jelek"
Akhirnya mereka tiba di toko kue Rania.
"Ayok mampir dulu" ajak Rania pada Bram dan Tari.
"Oh iya boleh sekalian aku mau ambil kuenya" ucap Bram.
Kemudian Bram turun terlebih dahulu berlari kecil mengitari mobilnya dan membukakan pintu buat Rania kemudian buat Tari.
Rania dan Tari keluar dari mobil.
Karena tak hati-hati Rania hampir terjatuh karena heelsnya menginjak sesuatu, dengan sigap Bram memeluk tubuh Rania yang hampir nyaris jatuh.
Rania memejamkan matanya karena keterkejutan nya, dan Bram memandangi wajah Rania yang cantik, jantung Bram berpacu lebih cepat dari biasanya.
"Aduh ada apa dengan ku, semoga Rania tidak mendengar degup jantung ku yang tak lihat situasi dan kondisi ini" Bram bermonolog.
Rania perlahan membuka matanya dan memandangi Bram yang tengah memeluk pinggangnya.
"Ehem .. ehem " Tari berdeham.
__ADS_1
Bram kemudian melepaskan pelukan nya.
"Terimakasih Bram" ucap Rania.
"Pasangan ini so sweet banget deh dunia berasa milik berdua yang lain nya ngontrak." ucap Tari.
Bram pun tertawa mendengar kan celotehan Tari.
"Silahkan duduk dulu Bram, Tari aku kedalam dulu ya biar aku siapkan kuenya Bram" pamit Rania.
"Oke"
Sepeninggalan Rania "Aku seperti melihat ada aroma-aroma orang yang jatuh cinta" ucap Tari.
"Gak usah sok tau deh" ucap Bram menyangkal.
"Kamu yakin Bram gak tertarik dengan Rania? dia itu cantik, baik, pengertian dan satu lagi dia itu setia dan poin utamanya dia gak matre" ucap Tari seperti sales yang sedang promosi.
Di kira barang kali yaπ€£.
Bram memandang ke arah Rania yang tengah mengemas kue buat Bram.
Rania menghampiri mereka dan menyerahkan keu buat Bram "Ini Bram kue pesanan mu sudah siap kalian duduk dulu ya biar aku buat kan minum" tawar Rania.
"Ah gak usah Rania lain kali aja lagian kita semua kan baru selesai makan masih kenyang" ucap Bram.
"Aku juga masih kenyang banget" sambung Tari juga.
"Biar aku bayar dulu kue nya di kasir habis itu kita pulang ya Tar" ucap Bram.
"Rania aku harap kau memikirkan tawaran ku" ucap Tari.
"Tawaran ... tawaran apa?" tanya Rania dengan bingung tak paham maksud dari Tari.
"Tentang dia" ucap Tari sambil mengarahkan pandangan mata nya ke Bram.
"Tari udah waktunya kamu pensiun deh gak usah jadi Mak comblang lagi"
"Kalian sebenarnya pasangan yang cocok sama-sama ..."
"Sama-sama apa" ucap Bram memotong pembicaraan Tari.
Tari memandang kesal ke arah Bram yang telah menggagalkan aksinya.
"Ayok kita pulang, Rania kami pamit dulu ya ... lain kali kalau aku ada waktu boleh kan aku mampir kemari" ucap Bram.
"Tentu saja boleh" ucap Rania dengan tersenyum manis membuat jantung Bram kembali berdebar.
"Oke Rania aku pamit ya" kemudian Tari memeluk Rania kemudian berbisik "pikirkan yang aku bilang tadi" kemudian mereka saling cipika-cipiki.
Rania dan Tari ya yang cipika-cipiki, bukan Bram π€£.
Dalam perjalanan pulang Bram terus memikirkan Rania sampai tak mendengar panggilan Tari.
Kemudian Tari menepuk pundak Bram.
"Jangan melamun Bram kamu lagi nyetir"
__ADS_1
"Iya aku fokus kok"
"Kenapa kamu lagi mikirin Rania ya?"
Bram hanya tersenyum.
"Lagian kenapa kamu masih belom move on ya dari cewek kamu yang matre dan gak setia itu" selidik Tari.a
"Jangan sok tau kalau matre masih bisa aku terima tapi kalau soal pengkhianatan nya aku tidak bisa mentolerir" ucap Bram.
"Apa kamu tahu Bram cowok yang tadi adalah mantan kekasih Rania, sama halnya dengan kamu Rania pun meninggalkan Jodi karena dia mengkhianati Rania.
Sebenarnya Bram sudah menyukai Rania saat pertama mereka bertemu tapi Bram masih belum yakin dengan perasaannya.
Dan sekarang dia yakin dengan perasaannya kalau Ia menyukai Rania.
"Jadi kenapa si Jodi Jodi itu masih bilang kalau Rania miliknya" tanya Bram.
"Entah lah akupun tak paham"
"Setelah putus dengan Jodi Rania seperti menutup hati untuk pria lain, pengkhianatan Jodi meninggalkan bekas mendalam di hati Rania, padahal sebulan lagi mereka akan bertunangan malah Rania memergoki Jodi tengah bermesraan dengan wanita lain." Tari menceritakan sedikit kisah Jodi dan Rania.
"Jodi memang gak tau diri banget sudah gak setia tapi masih ingin memiliki Rania juga, sepertinya sudah lama Jodi tak terlihat entah ada angin apa kebetulan sekali tadi dia muncul di tempat itu" ucap Tari lagi.
"Apa ada kemungkinan Rania masih mencintai pria brengsek itu?" tanya Bram penasaran.
"Tentu saja tidak, meskipun waktu itu Rania sangat kecewa, tentu saja masih memiliki perasaan pada Jodi, bagaimanapun mereka hampir saja bertunangan yang untung saja Tuhan masih sayang pada Rania terungkap sifat buruk Jodi yang sebenarnya" ungkap Tari.
Bram mendengar penjelasan Tari dan merasa iba dengan apa yang di alami Rania.
Tuhan itu memang baik akhirnya terungkap sifat buruk Jodi, gak kebayang deh bagaimana jadinya nasib Rania kalau sampai mereka jadi bertunangan dan kemudian menikah π±.
Bram semangat mengejar cintamu...
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih sudah mampir terus dukung DUNIA MAYA dengan memberikan komentar yang positif.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorit
Terimakasih
Salam sayang ku
Reyπ₯°
__ADS_1