
Maaf guys lama baru update...
Akibat terlalu capek asam lambung kumat... eh jadi curhat nih
Doakan sehat selalu ya,,, ini udah mendingan, biar bisa update terus.
Makasih semua nya yang masih terus dukung DUNIA MAYA, makasih juga yang masih setia tunggu DUNIA MAYA update.
Yok kembali ke laptop π
Happy Reading.
Maya terus berlari pulang sambil menangis, masuk ke dalam rumah melewati Rania yang kebetulan ada di rumah.
Maya masuk ke dalam kamar, membaringkan tubuh nya di atas kasur.
Rania menyusul Maya ke kamar ingin mencari tau apa yang terjadi.
Maya tidur telungkup sambil menangis, kemudian Rania menghampiri adiknya, duduk di tepi tempat tidur.
Rania membeli lembut rambut adiknya, "Kenapa kamu menangis Maya? apa yang terjadi?" tanya Rania lembut.
Maya masih terus menangis tak menjawab pertanyaan Rania.
"Baik lah kalau kamu tidak mau cerita, cari kakak kalau kamu sudah siap menceritakan semuanya, kakak pergi dulu" ucap Rania kemudian kembali mengelus rambut adik nya. Rania berdiri, belum sempat melangkahkan kakinya Maya bangkit dari tidur nya kemudian memeluk kakak nya dan menangis kembali.
Rania balas memeluk sambil mengelus-elus punggung Maya. Setelah itu mendudukkan Maya.
"Ada apa? ceritakan pada kakak, kenapa kamu menangis?" tanya Rania.
"Bang Mirza jahat kak, bang Mirza tampar Maya di depan teman-teman... hiks ... hiks ..." ucap Maya sambil terisak.
Rania mengerut kan kening nya heran. "Kenapa begitu?" Rania balik bertanya.
"Bang Mirza tadi memergoki Maya saat di antar pulang sama Fahri" ucap Maya lirih.
Rania menghela nafas panjang, "Wajar saja Abang mu marah, dia hanya ingin melindungi adik nya, bukan kah ayah juga belum mengijinkan mu pacaran sampai lulus sekolah, tapi kakak juga tidak membenarkan tindakan nya yang main tampar" ucap Rania panjang lebar.
"Tapi Maya malu kak sama teman-teman"
"Mungkin Abang mu tidak berniat menamparmu Maya, nanti kakak coba bicara sama Mirza" ucap Rania kembali memeluk dan menenangkan adiknya.
"I iiya kak Maya juga tau, kalau Maya salah" ucap Maya Ter tunduk.
"Kalau boleh kakak beri saran lebih baik kamu kurangi bertemu dengan Fahri dulu, lagi pula kamu sudah mau ujian akhir kan? biar kamu lebih fokus ke pelajaran" ucap Rania menasehati Maya.
"Baik kak, tapi kak... aku takut kalau sampai ayah tau ini" ucap Maya.
"Semoga saja berita ini tidak sampai ke telinga ayah" ucap Rania, kemudian di beri anggukan oleh Maya.
"Baik lah Kakak mau ke toko dulu, sana kamu ganti baju dulu habis itu jangan lupa makan"ucap Rania.
"Iya kak" ucap Maya menurut.
__ADS_1
Rania bangkit dari duduk nya kemudian bersiap hendak pergi ke toko kue nya, ketika hendak melangkah kebetulan Mirza datang.
"Mirza..." panggil Rania.
"Dimana Maya?" tanya Mirza pada Rania.
"Ada di kamar nya, aku sudah denger semua dari Maya, seharusnya kamu tidak melakukan itu Mirza, harusnya kamu bisa menahan sedikit emosi mu" ujar Rania.
"Iya kak aku tau aku salah, aku mau bertemu Maya, kakak mau ke toko, biar aku antar ya?" ucap Mirza menawarkan. diri ingin mengantar Rania.
"Tidak usah aku bisa pergi sendiri, temui Maya di kamar, ingat jangan sampai ayah tau semuanya" Rania mengingatkan kemudian Mirza mengangguk.
...****************...
Fahri tengah gelisah memikirkan nasib percintaan nya dengan sang pujaan hati.
Fahri terlihat menghabiskan beberapa gelas jus dan mengacak-acak rambutnya sendiri. Fahri meraih ponsel dalam sakunya kemudian setengah ragu mencoba menghubungi Maya, belum sempat terhubung ia terburu mematikan ponsel nya.
"Kau terlihat berantakan bro" ucap Niko.
"Apakah kau ingin mencoba menghubungi Maya?" tanya Malik.
"Iya aku sangat mengkhawatirkan keadaan nya, apa yang terjadi padanya saat ini?" ucap Fahri.
"Apa yang kau harapkan? aku yakin Maya akan baik-baik saja, tapi akan tidak baik jika kamu menghubungi nya, apa lagi jika ketahuan Abang nya" ucap Malik membuat Fahri semakin berpikir keras.
"Jadi apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus berdiam diri, aku sangat mengkhawatirkan nya" ucap Fahri.
"Sebaik nya biarkan keadaan tenang terlebih dahulu, mungkin saat ini Abang nya Maya sedang tersulut emosi, apa saja bisa terjadi" ucap Malik memberi pengertian.
"Mirza" seru Malik.
"Ya Mirza, bisa jadi dia semakin emosi dan kesal setelah mengetahui kalau kekasihnya adalah kau Fahri jadi emosinya naik berkali lipat" ucap Niko.
"Sok tau kamu" ucap Malik sambil memberi tinjuan ringan di lengan Niko.
"Aku hanya coba menebak-nebak saja, kalau saja benar dia sekarang kekasih Amanda, sudah pasti dia merasa Fahri adalah saingan nya, bener gak?" ucap Niko kembali.
"Apa yang di bilang Niko ada bener nya, saat dia memukul ku kemarin terlihat kalau dia sangat mencintai Amanda, bahkan dia terlihat tak menyukai saat Amanda berdekatan dengan ku saat itu" ucap Fahri.
Fahri semakin gelisah memikirkan semuanya, kembali meraih ponsel nya berusaha menghubungi Maya.
...****************...
Maya memperhatikan ponselnya yang berdering. Membaca si penelpon, baru saja hendak menerima panggilan, terdengar ketukan pintu.
Tok... tok ... tok..
Maya spontan menolak panggilan telpon dari Fahri.
Fahri mengerutkan keningnya. "Dia menolak panggilan ku" ucap Fahri lirih.
"Maya... buka pintu nya ini abang" ucap Mirza dari balik pintu kamar Maya.
__ADS_1
Maya masih enggan membuka pintu, dia merasa takut bercampur kesal dengan Mirza
"Maya... boleh Abang bicara..." ucap Mirza lagi.
Kemudian Maya membuka pintu dengan wajah yang cemberut, membalikan badan kemudian duduk di tepi tempat tidurnya.
"Maya ... maaf kan Abang, maaf Abang tadi emosi" ucap Mirza.
Maya menangis, kemudian Mirza menghampiri adiknya meraih wajah adiknya.
Mengusap pipi Maya "Apa masih sakit, maaf kan Abang ya..."
Maya ber hambur memeluk Mirza, bagaimana pun Maya menyadari kalau Maya telah bersalah, Maya telah melanggar larangan. Maya paham betul bagaimana Mirza menyayangi nya.
"Maafin Maya bang ... Maya ..."
"Sudah ... sudah ,, abang juga minta maaf ya, tapi kamu harus janji sama Abang, kejadian ini tidak boleh terulang lagi, bukankah kamu tau, sudah menjadi peraturan di keluarga kita di larang pacaran selagi masih duduk di bangku sekolah" ucap Mirza tegas.
"I ii iya bang Maya salah"
"Ini semua buat kebaikan mu Maya, kami semua sangat menyayangimu, ini semua demi kebaikan mu, belajar dulu yang pinter, tingkatkan prestasi mu, urusan pacaran belakangan" ucap Mirza.
Maya tertunduk diam.
"Bang... Maya mohon kejadian ini jangan sampai ayah tau" ucap Maya lirih.
"Abang tidak akan memberitahu ayah soal ini, tapi ingat jauhi pria bodoh itu, pria yang mengaku sebagai kekasih mu itu, Abang tidak mengijinkan mu pacaran dengan nya, bahkan setelah kau lulus" ucap Mirza kesal.
"Tapi bang ..."
"Gak ada tapi-tapian, Abang pergi dulu" Mirza beranjak dari duduknya keluar dari kamar Maya, sebelum menutup pintu. "Ingat jauhi pria bodoh itu, mulai besok Abang yang akan mengantar-jemput kamu sekolah"
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.
Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan namaπ€.
Tinggalkan jejak kalian
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorite
Salam sayangku
__ADS_1
Reyπ₯°