
Happy Reading.
Berhubung dengan kesibukan yang lumayan padat, eakkkk sok sibuk kali akuπ€£, mohon maaf ya kalau lama baru update.
Tapi jangan lupa tetap dukung DUNIA MAYA ya guys, terus beri komen terbaik kalian π₯°, biar aku makin semangat.
Terimakasih banyak-banyak buat kalian semua π.
Yuk lanjut π.
Amanda meraih tangan Mirza.
"Mirza, semua bisa aku jelaskan semuanya tidak seperti yang terlihat, aku mohon dengar kan aku" ucap Amanda memohon.
Mirza membalikkan badan nya, tersenyum mengejek, menarik tangan nya dari pegangan Amanda kemudian melipat kedua tangan nya.
"Apa yang mau kau jelaskan"
"Itu tadi, Fahri hanya menolongku itu saja"
"Bukankah dia adalah pria yang sama, pria yang yang kau jumpai di kafe waktu itu, dan pria yang kau akui sebagai kekasihmu, dan pria yang kau bilang kau cintai terlebih dahulu bahkan sebelum kau mengenalku" ucap Mirza dengan emosi.
"Iya Mirza... tapi itu dulu" ucap Amanda dengan mata berkaca-kaca.
"Stop membohongiku Amanda, semua sudah cukup, kalau kau masih mencintainya, silahkan kejar cintamu, semoga kau bahagia" ucap Mirza sambil meninggalkan Amanda.
Amanda berlari mengejar Mirza, kemudian memeluk nya dari belakang.
"Mirza, aku mohon maaf kan semua kesalahan ku, aku sadar aku salah, aku terlalu egois, aku tau tindakanku dan teman-temanku telah menyakitimu, aku menyesal, aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaikinya" ucap Amanda sambil terisak.
"Beri aku waktu Amanda, jika sudah waktu nya aku akan menemui mu" ucap Mirza sambil melepas pelukan Amanda kemudian berbalik menghadap nya, menyeka air mata Amanda.
Kemudian meninggalkan Amanda.
Amanda terdiam kemudian berlari mengejar Mirza kembali, tak memperhatikan sekitar hampir saja di tabrak oleh pengendara motor, untung saja dengan sigap Fahri menarik tangan nya.
Mirza menghentikan langkahnya.
"Apa yang kamu lakukan Amanda, kenapa kamu begitu ceroboh, hampir saja kamu tertabrak" ucap Fahri memarahi Amanda.
"Lepaskan tangan mu Fahri, aku harus mengejar Mirza" ucap Amanda meronta.
Mirza berjalan menghampiri ke arah mereka.
"Untuk apa kamu mengejar pria yang sudah meninggalkan mu" ucap Fahri lagi.
"Jangan ikut campur, aku mohon Fahri lepaskan tangan mu Mirza sedang berjalan kemari" ucap Amanda, sontak Fahri menoleh ke arah Mirza.
"Brengsek lepaskan tangan mu"
Dengan emosi Mirza menghampiri Fahri kemudian spontan memukul wajah Fahri.
Fahri yang mendapat serangan mendadak tak sempat mengelak. Fahri mengusap ujung bibirnya yang berdarah akibat pukulan dari Mirza, dengan emosi Fahri hendak membalas pukulan Mirza, namun di halangi Amanda yang kembali berteriak dan menangis.
__ADS_1
"Hentikan"
Fahri tak mendengarkan ucapan Amanda, menghampiri Mirza hendak membalas memukul namun di halangi oleh Amanda yang segera berlari memeluk Mirza, hampir saja tujuan Fahri mengenai Amanda, untung saja Malik datang tepat waktu, menangkis pukulan Fahri.
"Sadar Bro, ayo kita pergi dari sini, jangan ikut campur dengan masalah mereka" Malik menarik paksa Fahri menjauh dari Mirza dan Amanda.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau mencampuri urusan mereka, ingat bro Amanda hanya mantan mu, mantan ... ingat itu" ucap Malik menasehati Fahri.
"Aku tau, brengsek ... kenapa pria itu tiba-tiba menyerang ku" ucap Fahri sambil mengusap ujung bibir nya yang berdarah.
"Wajar saja dia menghajar mu, bagaimana kalau kamu ada di posisi dia saat ini, apa yang kamu rasakan saat ada pria lain bersama Maya" ucap Malik lagi. Fahri hanya terdiam.
"Ada apa ini kenapa dengan dia" ucap Niko penasaran menunjuk ke arah luka di sudut bibir Niko.
"Nanti saja aku jelaskan, sekarang kita ke apotik, kita beli obat buat mengobati luka Fahri dulu"
"Tak perlu" ucap Fahri.
...****************...
Amanda masih memeluk Mirza sambil menangis.
Mirza memegang pipi Amanda, kemudian mengusap air mata nya dengan kedua tangan nya, melepaskan pelukan Amanda, namun Amanda tak mau malah makin mempererat pelukan nya.
"Jangan tinggalin aku lagi" ucap Amanda terisak.
"Apa kamu akan terus memeluk ku seperti ini, coba lihat banyak orang yang memperhatikan kita" ucap Mirza mengejek.
"Aku tidak perduli, biar saja mereka memperhatikan kita" Amanda makin memperkuat pelukan nya, seakan tak mengijinkan Mirza meninggalkan nya.
Amanda memberanikan diri mendongak memandang wajah Mirza, pria yang kini mengisi hatinya.
"Mirza ... maafkan ak..."
Belum selesai Amanda menyelesaikan kalimat nya Mirza sudah ******* bibir seksi Amanda. Cukup lama mereka berciuman menyalurkan rasa rindu yang terpendam. Mirza kini sudah memaafkan Amanda, bagaimanapun rasa amarahnya sudah kalah oleh rasa rindu dan cintanya pada Amanda, beberapa hari belakangan sangat menyiksanya, merasakan rasa rindu dan sakit hati yang bersamaan. Mirza belajar menerima dan memaafkan apa yang pernah Amanda lakukan.
Begitupun Amanda, kini dia telah menyadari bahwa dia sangat mencintai Mirza dan kini dia takut kehilangan orang yang sangat dia cintai, rasa bahagia bercampur rasa haru. Mirza masih terus mencium bibir Amanda, dua sejoli ini saling melepas rasa rindu, Mirza menghentikan aksinya saat merasakan tetesan air mata Amanda.
Mirza menatap wajah Amanda, mengusap air matanya.
"Mirza ... aku sangat mencintaimu, aku mohon jangan marah lagi padaku" ucap Amanda yang kembali memeluk Mirza.
Mirza tersenyum "Aku pun mencintaimu, sangat mencintai mu, tapi ..."
"Tapi apa?" ucap Amanda menatap kedua mata Mirza dengan serius.
"Krkkkkkk" suara cacing berdemo dalam perut Mirza.
"Kamu dengar itu?" ucap Mirza. Namun Amanda menggeleng tak paham.
"Tapi temani aku makan sekarang, karena aku sangat lapar" ucap Mirza sambil mengacak rambut Amanda gemas.
Amanda memukul pelan Mirza, ia masih khawatir jika Mirza masih belom bisa memaafkan kesalahan nya.
__ADS_1
"Dengan senang hati ayok" Amanda melepaskan pelukan nya kemudian menggandeng Mirza.
"Kita mau kemana?" tanya Mirza.
"Ke dalam, tapi kita mau makan"
"Ku sudah hilang selera kalau makan di kafe ini, aku bisa emosi jika melihat pelayan yang hampir saja mencelakai mu tadi" ucap Mirza kesal.
"Jadi ... kamu melihat nya?"
"Tentu saja aku melihatnya, pandangan ku masih jelas, aku ingin berlari menolong mu tapi keduluan bajingan itu" ucap Mirza kesal.
Mirza masih merasa cemburu mengingat kejadian tadi, ketika Amanda reflek memeluk Fahri.
Amanda menyadari Mirza terbakar api cemburu. Amanda mencium mesra pipi Mirza "Harus nya, pangeran ku ini yang menolong ku"
"Apa kamu sedang merayuku?" ucap Mirza.
Amanda tersenyum manis "Dia adalah masa laluku, kini aku hanya ingin bersamamu, pria yang ada dalam hatiku, yang sangat aku cintai" ucap Amanda dengan tulus. Mirza pun merasakan ketulusan dari ucapan Amanda.
Mirza mendekat memeluk Amanda, saat hendak mencium kembali Amanda di halangi oleh Amanda. Amanda meletakkan kedua jarinya di bibir Mirza.
"Hentikan, ini di tempat umum, ayok katanya tadi mau makan"
Cie Amanda ... baru sadar ya ini di tempat umum, tadi aja, mau aja di sosor babang Mirza π€£.
"Ayok tapi tidak disini, biar aku yang memilih tempat" ucap Mirza menggandeng tangan Amanda.
"Tapi Bella dan Santi ada di dalam" ucap Amanda.
"Kamu kirim pesan pada mereka, aku yakin mereka akan memahami" ucap Mirza.
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.
Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan namaπ€.
Tinggalkan jejak kalian
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorite
Salam sayangku
__ADS_1
Reyπ₯°