DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
DUMAY 45


__ADS_3

Happy Reading.


Sudah dua minggu berlalu Fahri dan Maya tak pernah berkomunikasi.


Fahri sangat merindukan Maya, bahkan akhir-akhir ini dia sering uring-uringan, kerja tak konsentrasi selalu memikirkan dan merindukan kekasihnya.


Sementara Maya, Cindy dan Salsha tengah menjalani ujian akhir. Mereka bertiga fokus dengan ujian, mengesampingkan urusan asmara terlebih dahulu, bahkan sering terlihat mereka belajar bersama, tentunya mereka selalu dalam pengawasan Mirza. Mirza yang selalu sedia menjaga mereka bertiga demi menjauhkan mereka dari pasangan nya πŸ˜€.


Duh babang Mirza segitu banget deh.


Sesekali Mirza menceritakan semua nya pada Amanda.


"Sayang apa kamu tidak terlalu berlebihan" ucap Amanda mencoba meyakinkan Mirza yang keras kepala.


"Tidak, aku harus menjauhkan para cecunguk itu dari mereka, jangan sampai karena hubungan asmara nilai mereka anjlok" ucap Mirza serius. Mendengar jawaban Mirza, Manda hanya bisa menggeleng heran. Manda tahu persis Mirza sangat keras kepala, apa lagi menyangkut hubungan asmara adik nya yang belum seharusnya terjadi, itu menurut Mirza.


...****************...


Dengan perasaan galau karena merindukan Maya. Fahri melajukan motor nya menuju club' malam.


Sebelum nya Fahri menghubungi Malik dan Niko, namun mereka berdua tidak bisa ikut kerena ada pekerjaan, dan pada akhirnya Fahri pergi dengan sendirinya.


Setelah tiba di klub Fahri memesan minuman nya, tampak seorang gadis tengah memperhatikan nya.


Gadis itu terus memperhatikan Fahri dengan seksama, bahkan saat Fahri menenggak minuman nya pandangan gadis itu mengarah ke jakun Fahri yang naik turun.


Gadis ini tersenyum dan menghampiri Fahri.


"Boleh aku duduk disini" ucap wanita itu setengah berteriak, kerena detuman suara musik yang keras Fahri tak mendengar nya, bahkan Fahri terlihat cuek, terus menikmati minuman nya, namun si gadis duduk di sebelah Fahri.


Merasa di cuekin si gadis mengulurkan tangan nya.


"Kenalkan Anggi" ucap gadis ini.


"Fahri" ucap Fahri menyambut uluran tangan sang gadis, kerena tak mendengar apa yang di ucap kan Fahri, si gadis berbicara dekat dengan telinga Fahri.


"Aku tak mendengar mu, namaku Anggi" teriak wanita ini ke dekat telinga Fahri.


Fahri hanya menganggukkan kepala nya.


Melihat gelas Fahri yang sudah kosong Anggi beranjak dari duduk nya. Fahri tak menggubris kepergian Anggi.


Tak lama Anggi kembali dengan dua gelas minuman di tangan nya.


"Ini untuk mu" Anggi menyerahkan satu gelas buat Fahri. Fahri menunjuk jari ke arah dirinya kemudian di angguki kepala oleh Anggi, tanda Ian membenarkan.


"Makasih" ucap Fahri.


Fahri langsung menenggak habis minuman nya, terlihat senyum miring dari bibir Anggi.


Fahri memegang kepalanya dengan kedua tangan, merasa kepalanya yang pusing, berat dan berputar Anggi tersenyum. Ternyata Anggi sudah memasukkan sesuatu dalam minuman Fahri.

__ADS_1


"Fahri" panggil Anggi.


"Maya kau kah itu?" Fahri yang kepala nya pusing dan pandangan nya mulai kabur tak mengenali siapa yang tengah bersamanya. Anggi memapah Fahri keluar dari club' itu. Sementara Fahri hanya menurut.


Saat berada di luar klub Fahri yang telah kehilangan setengah kehadiran nya memeluk Anggi.


"Maya ... aku sangat merindukan mu... jangan pergi jangan tinggalkan aku" ucap Fahri setengah meracau.


"Siapa Maya ini, mungkin saja kekasih nya" ucap Anggi dalam hati.


Anggi membalas pelukan Fahri. Fahri mengerat kan pelukan nya, meraih wajah Anggi yang dalam pandangan nya wajah Maya yang tengah tersenyum manis padanya.


"Aku sangat merindukan mu..." tanpa basa-basi Fahri meraih wajah Anggi dan mencium nya.


Fahri ******* bibir Anggi dengan rakus , mencurahkan rasa rindunya pada Maya. Meletupkan sebuah emosi dengan ciuman Anggi mengimbangi ciuman Fahri ia balas *******.


Hingga beberapa menit barulah Fahri melepaskan pungutan nya, setelah merasakan pasokan oksigen semakin menipis. Anggi mengatur nafasnya Yeng tengah terengah-engah.


Dengan senyum licik nya Anggi kembali memeluk Fahri. "Malam ini kau milik ku" Anggi berbisik di telinga Fahri.


"Maya ... aku sangat mencintaimu, jangan tinggal kan aku" ucap Fahri.


Nyaris kehilangan kesadaran nya Fahri pun ambruk.


"Sial kenapa harus jatuh sekarang" rungut Anggi, ia mencoba membangun kan Fahri namun tubuhnya yang hanya setengah dari Fahri tak sanggup melakukan nya sendiri


Anggi melihat ke kanan dan ke kiri mencari bantuan, tak melihat siapapun terpaksa Anggi meninggalkan Fahri untuk mencari bantuan.


Malik yang telah memarkirkan motor nya melihat Fahri yang tengah tergeletak tak berdaya.


Malik hendak mengabaikan pria itu namun nalurinya merasa ia harus menolong pria itu.


"Merepotkan saja, kalau gak bisa minum kenapa harus minum" rungut Malik dengan kesal.


Malik menghampiri pria yang tengah tergeletak itu, membalikkan badan nya, dan betapa terkejutnya dia.


"Fahri ... apa yang kamu lakukan disini ,,, apa yang terjadi?.


Malik menepuk kedua pipi Fahri namun Fahri yang sudah kehilangan kesadaran nya tak merespon.


Malik meraba saku nya memesan sebuah taksi segera membawa Fahri ke rumah nya.


Setiba di taksi ia menghubungi Niko untuk segera mengambil motornya yang ia tinggal di parkiran tadi.


Malik menghembuskan nafas nya.


"Apa yang terjadi pada mu Fahri, kenapa kamu bisa tergeletak disana?"


...****************...


Anggi datang dengan beberapa pria, menuju te.pat dimana ia meninggalkan Fahri tadi.

__ADS_1


Anggi menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Fahri.


"Dimana dia, kenapa tidak ada?" ucap Anggi sambil memegang pelipis nya. Dua pria yang bersama nya saling bertukar pandangan menggeleng heran.


"Bagaimana non apa yang bisa kita bantu?" tanya salah satu pria yang bersama nya tadi.


"Sebentar pak ya!" Anggi pergi meninggalkan mereka berdua mencari sosok Fahri.


"Kemana dia pergi, bagaimana mungkin dia bisa pergi sendiri sementara aku sudah memberinya dosis tinggi, apakah ada yang membantunya, seharusnya mereka belum jauh" Anggi berlari lagi melihat kemungkinan ada orang yang membawa Fahri pergi, namun ia tak menemukan siapapun.


"Sial mangsa ku terlepas" sungut Anggi.


Tak lama ia mengeluarkan senyum licik nya sembari merogoh kantungnya, mengeluarkan beberapa lembar uang tunai.


"Untung saja aku sudah mengambil ini dari dalam dompet nya" Anggi tertawa sambil menimang-nimang uang dalam genggaman nya.


Ternyata saat Fahri ambruk kehilangan kesadaran nya, dengan sigap Anggi mengeluarkan isi dompet Fahri, ia menguras seluruh isi dompet Fahri.


"Seharusnya aku bisa mendapat lebih dari ini, mungkin saja aku bisa menikmati kehidupan nyaman dengan nya, sepertinya dia orang tajir"


Anggi kembali ke tempat diaman dia meninggalkan Fahri.


"Sudah pak, gak jadi kekasih saya sudah pergi" ucap Anggi.


"Baiklah non, kami pamit nya?" ucap salah satunya.


"Iya pak, terimakasih"


Kemudian dia pria itu meniggalkan Anggi. Anggi yang kehilangan mangsanya masuk kembali ke club' mencari mangsa baru.


❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁


Maaf ya guys kalo lama baru update πŸ₯°


Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.


Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan nama🀭.


Tinggalkan jejak kalian


Like


Komentar


Gift


Vote


Rate bintang lima


Favorite

__ADS_1


Salam sayangku


ReyπŸ₯°


__ADS_2