DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
DUMAY 35


__ADS_3

Happy Reading.


Santi dan Bella terus memandangi Amanda,.sementara yang tengah di pandangi terlihat cuek.


"Apa ....kenapa kalian memandangiku seperti itu, apakah ada yang salah?" tanya Amanda dengan wajah tak berdosa.


"Coba jelaskan kenapa kamu ada di sini bersama Mirza" tanya Santi.


"Bahkan kamu bisa melupakan kalau kita sedang janjian untuk bertemu disini" ucap Bella.


"Gak ada yang perlu di jelasin... kita bertemu secara gak sengaja kok" ucap Amanda lagi.


"Gak sengaja..."


"Terus ciuman Mirza dan acara peluk-pelukan tadi apa?" desak Bella lagi.


"Aku hanya tidak ingin Mirza melihat kalian berdua, bisa-bisa rahasia kita terbongkar" ucap Amanda.


Santi dan Bella terus menatap Amanda, kemudian Amanda tak bisa lagi mengelak dan membohongi kedua sahabatnya.


"Oke ... oke aku ngaku, tadi Mirza yang menginginkan kita makan siang bersama, jadi ku undang dia datang kemari" ucap Amanda.


"Terus..."


"Apa lagi, aku dah jelaskan kenapa kita ada disini kan?" ucap Amanda kesal.


"Apa arti pelukan tadi?" tanya Bella.


"Manda ... apakah kalian sudah bersama tanpa kami ketahui?"


"Aku sendiri masih belom yakin dengan perasaan ku" ucap Amanda.


"Tapi yang aku lihat kamu nyaman bersamanya Manda" ucap Santi.


"Cerita aja Amanda, kita berdua pasti akan dukung kamu kok, malahan kita berdua pengen kamu move on dari Fahri, iya kan Santi?" ucap Bella.


"Iya bener yang aku lihat Mirza pun tulus sama kamu, apa lagi yang kamu cari" ucap Santi.


"Entahlah aku belom yakin dengan perasaan ku" ucap Amanda.


"Apa lagi yang belom kamu yakini, apa hal barusan tadi belom bisa jadi bukti kalau kamu sudah mulai mencintai Mirza" ucap Santi.


Amanda menoleh ke arah Santi dan mengerutkan keningnya, ia tak memahami arti perkataan Santi.


"Bukankan kah tadi kamu ketakutan saat kami berdua datang, itu artinya kamu takut kalau ketahuan Mirza bukan?" ucap Santi lagi menjelaskan.


Amanda belom memahami ucapan Santi.


"Itu artinya kamu sudah mulai mencintai Mirza dan takut menyakiti hatinya" jelas Santi lagi.


Amanda seketika terdiam, apa yang di ucapkan Santi tadi ada benarnya, dia merasa belom siap kalau Mirza mengetahui rahasia taruhan itu.


Amanda merasa nyaman di dekat Mirza, tapi dia masih belom yakin dengan perasan nya.


"Manda lebih baik di cintai daripada harus mencintai tapi tidak terbalas, sudah waktunya kamu move on dari Fahri, karena Fahri pun sudah mempunyai kehidupan nya, terima saja Mirza jangan sampai setelah dia bosan mengejar cintamu, dia akan beralih mencintai wanita lain dan kmu kembali menyesalinya" ucap Bella meyakinkan perasan Amanda.


Amanda sedikit terdiam mencoba memahami ucapan Bella.


...****************...


Rania tersipu malu, sementara Bram tersenyum melihat gadis di hadapannya.

__ADS_1


Rania kembali mengoleskan salep di sudut bibir Bram.


"Kamu jangan nekat seperti itu Bram, untung saja pisau Jodi tidak mengenai mu?" ucap Rania khawatir.


"Kamu tenang aja Rania, Bram ini jago bela diri kok" ucap Tari yang sedari tadi hanya berdiri, kemudian duduk bersama mereka.


"Bagaimanpun itu bahaya Tari... kenapa Jodi berubah jadi se jahat itu" ucap Rania sedih.


"Mungkin saja itu sudah watak asli Jodi" ucap Tari.


Maya sedari tadi yang sudah sampai tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


"Kak Jodi... apa kakak bertemu dengan nya?" ucap Maya menerobos masuk menghampiri mereka dan tampak khawatir dengan kakak nya Rania.


"Maya... kamu ada disini?" tanya Rania pada adiknya.


Bram dan Tari memandang ke arah Maya.


"Iya kak baru aja sampai, aku merasa bosan di rumah, tapi kakak gak apa-apa kan?" tanya Maya.


"Seperti yang kamu lihat, Kakak gak kenapa-napa, tapi ..." ucap Rania sambil menunjuk ke arah Bram.


Maya pun melihat ke arah Bram.


"Bram terkena pukulan Jodi" ucap Rania.


"Maya ...aku harap kamu bisa merahasiakan ini semua dari ayah dan ibu, Kakak mohon, kakak gak mau mereka merasa cemas" ucap Rania memohon kepada Maya, sambil menggenggam kedua tangan adiknya. Maya mengangguk tanda setuju, kemudian Rania memeluk adiknya.


"Kak Jodi udah kelewatan"


"Bram kenalin ini adikku Maya" ucap Rania memperkenalkan Maya kepada Bram.


Maya mengulurkan tangan nya, disambut oleh Bram.


"Kenalin aku Maya"


"Maya...." ucap Tari kemudian memeluk Maya.


"Kak Tari" ucap Maya.


"Kak Tari ceritain gimana kalian bisa ketemu sama kak Jodi" ucap Maya.


Kemudian Tari menceritakan semuanya pada Maya, karena kalau tidak Maya pasti akan terus mendesak dan bertanya.


"Kak Bram makasih ya udah nolong kak Rania" ucap Maya berterima kasih.


"Iya sama-sama" ucap Bram.


Kemudian Maya masuk ke dalam kemudian menyediakan minuman.


"Mbak Wati kenal dengan kak Bram? tanya Maya pada mba Wati.


"Itu teman mba Rania... dia sudah beberapa kali datang kemari dengan mba Tari juga" ucap mba Wati.


"Oh iya, makasih ya mba Wati" ucap Maya.


Wah ternyata Maya punya jiwa kepo juga ya.


Kemudian Maya keluar membawa nampan berisi minuman dan beberapa kue dan menatanya di atas meja.


"Silahkan kak Bram... kak Tari silahkan di minum" ucap Maya mempersilahkan mereka minum.

__ADS_1


"Terimakasih" ucap Tadi dan Bram bersamaan.


"Kenapa repot-repot Maya" ucap Tari.


"Gak repot sama sekali kok" ucap Maya sambil tersenyum.


"Kak Bram ayo di minum sekalian cicipi kue buatan kak Rania, kue kak Rania paling the best di jamin nagih" ucap Maya sambil mengangkat kedua jempolnya.


"Kamu ini" ucap Rania.


"Kamu benar Maya, kue nya terbaik mama ku aja sampai nagih" ucap Bram.


"Dia pelanggan nya kakak mu Maya" ucap Tari.


"Oh iya Rania sekalian kita obrolin tentang pesanan kue mamaku ya" ucap Bram.


"Boleh Bram, silahkan di minum dulu" ucap Rania mempersilahkan Bram minum, kemudian menoleh ke Tari juga menyerahkan minuman ke tangan Tari.


Tari meraih minuman kemudian bangkit dan bicara pada Maya " Mereka berdua sedang membicarakan bisnis, ayok Maya kita menyingkir dulu" ucap Tari bercanda.


"Gak apa Tari kalian disini aja gak ada yang rahasia kok" ucap Rania.


"Kalian harus obrolin berdua lagian akunmau ngobrol sama Maya udah lama gak ketemu, ayok Maya"


Tari melangkah ke meja lain dan di ikuti oleh Maya.


"Apa kabar Maya? lama kita gak ketemu ... sekarang kamu sudah dewasa ya ... tambah cantik lagi" puji Tari.


"Alhamdulillah baik kak Tari, makasih loh di bilang cantik, kak Tari juga makin cantik kok" ucap Maya.


"Oh iya kemarin sepertinya aku melihat mu di sebuah cafe bersama beberapa pria dan wanita" ucap Tari menyelidik.


"Ahh... mungkin kak Tari salah lihat" ucap Maya sedikit gugup.


"Oh iya mungkin aku salah lihat, wajahnya terlihat mirip dengan mu"


"Oh iya kak Tari aku sepertinya tidak mengenal kak Bram" ucap Maya mengalihkan perhatian.


"Iya Bram adalah sahabat lama ku Rania juga baru mengenalnya" ucap Tari.


Tari memandangi Maya, ia semakin yakin kalau waktu itu dia tidak salah lihat, namun Tari tak mengatakan apa-apa.


❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁


Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.


Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan nama🤭.


Tinggalkan jejak kalian


Like


Komentar


Gift


Vote


Rate bintang lima


Favorite

__ADS_1


Salam sayangku


Rey🥰


__ADS_2