
Happy Reading.
Bram memandangi wajah ayu Rania, ada getaran yang berbeda saat melihat dia tersenyum.
Ada perasaan tak rela jika dia di sakiti oleh pria lain seperti cara Jodi memperlakukan nya kemarin.
Bram ingin selalu membahagiakan Rania.
"Bram silahkan di minum dulu" ucap Rania sambil menyodorkan segelas minuman mempersilahkan Bram minum.
Bram menerima secangkir teh dari Rania, tak sengaja tangan mereka bersentuhan, Bram dengan sengaja menggenggam tangan Rania.
"Rania kamu tidak apa-apa?" ucap Bram.
"Aku baik-baik saja Bram, justru kamu yang memar karena serangan Jodi" ucap Rania khawatir.
"Ini tidak sebanding Rania, dari pada aku harus melihat kau di bawa paksa oleh pria itu" ucap Bram kesal mengingat perlakuan kasar Jodi tadi.
Rania tersentuh mendengar ucapan Bram, ia menelisik kedalam tatapan Bram mencari kebohongan dalam kata-katanya, namun ia tak melihatnya.
Rania perlahan menarik tangan nya sambil tersipu.
"Oh iya mengenai pesanan kue bagaimana bagusnya pembayaran nya" ucap Bram mengalihkan pembicaraan agar tak menjadi canggung Bram tak ingin Rania merasa terdesak akan perasaannya.
"Bisa dengan uang muka, bisa juga bayar setelah pesanan sampai Bram."
"Oke tulis no rekening nya biar nanti aku transfer pembayaran nya" ucap Bram sambil menyerahkan ponsel nya pada Rania. Kemudian Rania menulis no rekeningnya.
"Maya ... bagaimana menurutmu, mereka cocok kan?" tanya Tari pada Maya berharap Maya mendukung dia menjodohkan Rania dengan Bram.
"Aku sih terserah kak Rania aja, biar kak Rania yang menentukan pilihan hatinya, aku pasti mendukung nya, aku juga berharap kak Rania segera mendapatkan pengganti kak Jodi" ucap Maya penuh harap.
"Aku juga gak nyangka Jodi berubah seperti itu sangat kasar" ucap Tari.
"Baguslah kak, kak Rania tau sifat aslinya sebelum mereka terlanjur menikah" ucap Maya.
"Iya kamu benar Maya, tapi aku khawatir Jodi akan mengulangi perbuatan nya lagi, kemaren aja dia sempat tarik paksa Rania" ucap Tari.
"Kak Jodi memang keterlaluan, harusnya dia di laporkan ke polisi aja" ucap Maya kesal.
"Memang harusnya begitu, tapi kamu kan tau sendiri Rania gak tegaan orangnya, dia pasti lebih memilih memaafkan dari pada melibatkan yang berwajib." ucap Tari.
"Oke Rania, aku pamit pulang ya" ucap Bram.
"Oke hati-hati ya"
"Makasih ya udah obatin" ucap Bram sambil menunjuk luka di sudut bibir nya sambil tersenyum.
"Iya Bram, harusnya aku yang berterimakasih" ucap Rania.
"Tari yuk kita pulang, apa kamu masih mau disini?" ucap Bram sambil bangkit dari duduknya.
"Aku ikut pulang" ucap Tari seraya bangun dari duduknya.
Kemudian Tarik dan Bram berpamitan kepada Rania dan Maya.
Setelah kepergian Bram dan Tari Maya mendekati kakaknya.
__ADS_1
"Kak ... apa gak sebaiknya kak Jodi itu di laporkan ke polisi ya? ini nama nya sudah tindakan kriminal kak" ucap Maya kepada Rania
"Sudahlah Maya, aku berharap Jodi tidak mengulangi lagi perbuatan nya, aku gak mau melibatkan polisi, aku juga gak mau ibu dan ayah merasa khawatir kalau tau kejadian ini, aku harap kamu jaga rahasia ini, satu lagi, jangan beritahu Mirza soal ini" ucap Rania memperingati Maya.
"Kenapa sih kak... kakak terlalu baik hati" ucap Maya kesal.
Rania hanya terdiam, dia memang masih peduli pada Jodi, tapi bukan berarti masih berharap mereka masih bisa kembali, karena tidak ada kesempatan kedua buat orang yang sudah mengkhianati cintanya
Rania hanya berharap semua baik-baik saja.
"Kak Bram itu baik banget ya kak?" ucap Maya memuji Bram.
"Iya dia baik" ucap Rania.
"Ganteng lagi" puji Maya, Rania hanya tersenyum sambil menggeleng kepala heran ke arah Maya.
"Kamu ini kalau lihat cowok ganteng aja "
"Kayaknya kak Bram sama kak Rania cocok deh" ucap Maya.
"Udah deh jangan ikut-ikutan Tari mau jadi Mak comblang" ucap Rania sambil meninggalkan Maya, namun Maya mengekor di belakang Rania.
"Tapi memang kalian terlihat serasi kak" ucap Maya lagi.
"Udah ah jangan bahas itu lagi, tumbenan kamu kesini ada apa?" ucap Rania mengalihkan pembicaraan.
"Ahhh kakak mengalihkan pembicaraan, bukan nya aku memang terkadang suka singgah kemari" ucap Maya kesal.
"Sudah duduk diam disana layani pembeli atau ke belakang belajar buat kue" ujar Rania.
"Aku disini aja kak, aku cuma mau jadi tukang cicip aja" ucap Maya sambil nyengir kuda.
Seminggu kemudian.
Tampak Mirza sedang memesan bunga. Kemudian meminta kurir untuk mengantar ke alamat yang sudah dia beri.
Kemudian Mirza mengeluarkan ponsel nya, menulis pesan ingin makan siang bersama Amanda.
Sementara Amanda yang tengah asik berbincang dengan sahabatnya tidak menyadari pesan di ponsel nya.
Mirza segera melajukan motornya ke sebuah cafe yang dekat dengan tempat Amanda kerja. Tempat mereka pernah makan bersama.
"Jadi gimana hubungan mu dengan Mirza?" tanya Santi kepada Amanda.
"Baik saja" ucap Amanda.
"Apa kalian sudah jadian?" ucap Bella.
"Belum ... biar lah mengalir begitu saja" ucap Amanda.
"Kamu sendiri gimana Amanda, apakah kamu mulai menyukai Mirza?" ucap Santi.
"Aku tau tau, tapi aku merasa nyaman di dekat nya, dan dia penuh perhatian" ucap Amanda.
"Manda ... apa gak sebaiknya kamu ceritakan semua tentang taruhan kita kepada Mirza?" ucap Santi menasehati.
"Tidak... aku takut Mirza akan marah, biarlah rahasia ini kita simpan... biarlah hanya kita bertiga yang tau" ucap Amanda memohon kepada kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Ini gak bagus Amanda, lebih baik kamu jujur saja, benar yang di katakan oleh Santi, lebih baik kalian memulai semua nya dengan kejujuran" ucap Bella.
"Rahasia ini akan aman, kalau kalian tetap diam" ucap Amanda.
"Rahasia apa?" ucap Mirza yang ternyata sudah ada disana mengejutkan Santi dan Bella terlebih Amanda.
"Mirza ka.. kamu disini?" tanya Amanda dengan sedikit gugup.
"Ya ... bukankah aku sudah mengirim pesan padamu?" ucap Mirza.
Amanda meraih ponsel nya yang ada di dalam tas "Aduh maaf aku gak denger suara notif"
"Mereka ... tunggu sebentar sepertinya aku mengenal kalian?" ucap Mirza.
"Mereka ... sahabat ku" ucap Amanda gelisah. Sambil melihat ke arah Santi dan Bella.
Begitupun Santi dan Bella terlihat gelisah, takut rahasia mereka terbongkar.
Kemudian Santi berbisik kepada Bella.
"Sebaiknya kita pergi dari sini, aku takut Mirza mengenali kita" ucap Santi.
"Oke aku setuju"
"Manda kami berdua pamit dulu ya" ucap Santi kemudian sedikit menganggukkan kepala ke arah Mirza tanda berpamitan.
Santi segera menggandeng Bella ingin melarikan diri dari sana, ingin segera menghindari Mirza.
Belum sempat mereka melangkah "Tunggu dulu"
Santi dan Bella menghentikan langkahnya.
"Manda... kamu gak mau memperkenalkan sahabatmu padaku" ucap Mirza.
Manda terlihat makin gelisah, Santi dan Bella secara perlahan membalikkan badan menghadap ke arah Mirza lagi.
❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁
Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.
Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan nama🤭.
Tinggalkan jejak kalian
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorite
Salam sayangku
__ADS_1
Rey🥰