DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
DUMAY 21


__ADS_3

Happy Reading.


Amanda memandangi layar ponsel nya.


"Kenapa Fahri hanya diam saja tidak menjawab apapun dan sekarang malah mematikan nya, aku coba lagi lah" Kemudian Amanda menghubungi ponsel Fahri kembali, namun di sebrang sana Maya mengabaikan ponsel itu.


"Kenapa sih Fahri susah di hubungi" omel Amanda dengan kesal.


"Hei kenapa kamu melamun Maya?" tanya Rania pada adiknya.


"Gak ada apa-apa kak aku hanya capek" ucap Maya berusaha tersenyum menutupi rasa kesal di hatinya.


"Ya sudah kita pulang yuk" ajak Rania.


"Udah siap semua kak? ayok lah"


Kemudian Rania dan Maya pulang ke rumah.


Esok hari seperti biasa Maya berangkat sekolah dengan di hampiri Cindy.


Maya sudah duduk di depan teras sambil menunggu kedatangan Cindy, akhirnya yang di tunggu nongol juga Maya segera menghampiri dan mereka berangkat ke tempat biasa Fahri menunggu.


Nampak Fahri sudah menunggu disana.


"Pagi sayang" sapa Fahri pada Maya.


"Pagi, nih ponsel mu tertinggal di tas ku" ujar Maya sambil menyerahkan ponsel Fahri.


"Ah makasih sayang ... aku lupa kemarin" ujar Fahri sambil langsung mengantongi ponsel nya.


Kemudian Fahri mengantar Maya sampai ke sekolah. Setelah tiba di depan sekolah.


"Ayo Cin cepat dikit aku lupa belom selesaikan tugas" ucap Maya.


"Tugas apa" tanya Cindy Maya hanya memberi kode kedipan mata pada Cindy dan Cindy memahaminya.


Fahri membantu melepaskan helm Maya Fahri mencoba ingin mencium kening Maya namun Maya menghindar "Aku masuk dulu ya" ucap Maya.


Belum sempat Fahri protes Maya sudah menggandeng Cindy untuk masuk ke dalam kelas.


Fahri tampak bingung melihat perubahan kekasihnya.


"Maya" panggil Fahri, namun Maya mengabaikan nya pura-pura tak mendengar dan mempercepat langkahnya Cindy pun merasa heran dengan sikap sahabatnya hari ini. Tapi Cindy hanya diam tak mempertanyakan nya.


"Ada apa dengan Maya apa dia sedang kedatangan tamu?" ucap Fahri pada diri sendiri.


Kemudian Fahri melajukan motor nya pulang ke rumah.


...----------------...


Tampak Amanda sedang menikmati makan nya dan sesekali melirik ponsel nya kalau saja ada balasan dari Fahri.


Aduh Manda masih aja ya mengharap.


Namun tak sesuai harapan nya, jangan kan telpon bahkan Fahri tidak membalas pesan nya sama sekali.


"Boleh aku duduk disini" tanya Mirza yang entah sejak kapan sudah ada di sampingnya.


Amanda menyeka mulut nya dengan tissue.


"Oh silahkan aku sudah selesai" ucap Amanda dengan cuek.


Amanda berdiri hendak meninggalkan Mirza namun tangan nya di tahan oleh Mirza.


"Bisa kita bicara sebentar" ucap Mirza namun Amanda berusaha menolak dan melepaskan genggaman tangan Mirza di pergelangan tangan nya.


"Lepas kan ini sakit" amuk Amanda.


"Oh sorry Manda aku gak bermaksud menyakitimu" ucap Mirza sambil melepaskan genggaman tangan nya perlahan.


"Aku rasa gak ada yang perlu di bicarakan" ucap Amanda dengan ketus.


"Tapi bagi ku ada Manda ... kenapa kamu begini aku butuh penjelasan" desak Mirza.


"Apa yang harus aku jelaskan Mirza ... apa?" ucap Amanda dengan kesal.


"Kenapa kamu terus menghindari ku dan kenapa kamu meninggalkan ku"

__ADS_1


"Karna aku tidak mencintaimu Mirza ... paham? ucap Amanda lagi setengah berteriak.


"What?"


"Ya karna aku tidak pernah menyukaimu"


Mirza tertawa mendengar ucapan Amanda Karna dia ingat betul Amanda lah yang terus berusaha mendekatinya dengan berbagai cara sampai akhirnya Mirza mulai menyukai Amanda.


"Kenapa kamu tertawa ada yang lucu" tanya Amanda.


"Apakah kamu mencampakkan ku karna pria itu?" tanya Mirza kembali.


"Pria yang mana yang kau maksud?" tanya Amanda balik.


"Pria yang bersamamu di cafe waktu itu" tanya Mirza menyelidik.


"Tentu saja dia adalah kekasih ku bahkan dia sudah menjadi kekasih ku sebelum kamu bahkan sampai detik ini aku masih terus mencintainya" ucap Amanda sambil berlalu meninggal kan Mirza yang hanya bisa terdiam mendengar ucapan Amanda yang menyakitkan hatinya.


...----------------...


Ponsel Fahri berdering tanda panggilan masuk Fahri meraih ponsel nya dari dalam saku dan melihat siapa yang menghubunginya ternyata Malik.


πŸ“ž Bro ada dimana? tanya Malik dari sebrang sana.


πŸ“ž Lagi di rumah?


πŸ“ž Kemari aku bersama Niko ujar Malik lagi.


πŸ“ž Oke aku kan segera kesana. Ujar Fahri sambil mengakhiri panggilan.


Dan Fahri melihat ada notif SMS di ponsel nya kemudian dia membaca isi pesan dari Amanda.


Betapa terkejut nya Fahri dan Fahri melihat ada beberapa panggilan dari nomor yang Amanda gunakan.


"Sial..." teriak Fahri.


"Pantas saja sikap Maya hari ini terlihat berbeda ternyata ini penyebabnya.


Fahri segera meraih kunci motor nya di atas meja dan segera bergegas pergi.


...----------------...


"Maya ada apa dengan mu kenapa kau terlihat muram? tanya Cindy penuh selidik.


"Aku baik-baik saja Cindy" ujar Maya berbohong pada sahabatnya.


Cindy dan Salsha saling berpandangan dan Salsha menaik kan bahu nya tanda tidak tahu apa yang terjadi pada sahabatnya ini.


"Ayolah Maya cerita sama kita, kita kan sahabat mu siapa tau kita bisa bantu" ujar Salsha menimpali.


Maya hanya terdiam tak menjawab sepatah kata pun.


Wajah nya terlihat sedih hatinya masih terasa sakit Maya masih merekam jelas dalam ingatan nya suara manja wanita yang menelpon ke ponsel Fahri kemarin bahkan mengingat juga isi pesan wanita itu.


Dan panggilan sayang yang membuat hatinya terasa pedih.


Tentu saja Maya terbakar cemburu, siapa sih wanita yang suka jika kekasih yang dia cintai di panggil sayang oleh wanita lain.


Sementara Fahri sudah tiba di tempat Niko dan Malik.


Fahri segera mendudukkan bokong nya dengan wajah lesu.


"Hoi jagoan ada apa dengan mu kenapa wajahmu kayak pakaian gak di setrika satu tahun" ejek Niko pada Fahri.


Fahri hanya terdiam tak menanggapi ejekan Niko hati nya tengah gelisah memikirkan bagaimana perasaan Maya, apa yang di pikirkan Maya saat ini.


Sesekali dia melirik jam tangan nya.


Fahri merasa hari ini waktu berputar sangat lambat.


Malik memandangi Fahri dan menghampiri kemudian menepuk bahu Fahri.


"Bro ada apa kenapa kamu tampak gelisah" tanya Malik.


Fahri menyesap minuman yang ada di hadapan nya hingga tandas.


"Amanda Bro"

__ADS_1


"Kenapa dengan Amanda" sambar Niko sebelum Fahri menyelesaikan kalimatnya.


"Kemarin setelah kita pulang dari pantai aku melupakan ponsel ku, dan tertinggal di tas Maya dan Amanda mengirim pesan ke ponsel ku bahkan Maya membacanya" ujar Fahri sambil menyerahkan ponsel nya kepada Malik.


Kemudian Malik menerima dan membaca pesan Amanda setelah itu memberikan ponsel itu kepada Niko.


"Ini sih gawat Bro bisa-bisa Maya ngamuk" ujar Niko menakut-nakuti Fahri, dan Fahri memutar kedua bola matanya malas merespon celotehan Niko yang bukan bantu beri solusi malah menanggapi dengan candaan.


"Sudah saat nya kamu tegas Fahri, siapa wanita yang akan kau pilih" ujar Malik.


"Tentu saja Maya karena Amanda hanyalah bagian dari masa lalu ku tidak lebih" ujar Fahri menjelaskan.


"Kalau begitu pertegas pada Amanda kalau kau sudah memiliki kekasih itu sih saran aku" ujar Malik.


"Bener itu jangan coba main hati jangan berpikir untuk memiliki keduanya bisa-bisa kamu kehilangan keduanya" ucap Niko.


Nah kali ini Niko ada benarnya.


Fahri merenungi setiap ucapan kedua sahabatnya.


"Jangan coba menjaga perasaan yang satu tapi akhirnya kau menyakiti hati yang lainya." ucap Malik penuh penekanan.


"Kamu bener Bro karena menjaga perasaan Amanda tanpa kusadari aku telah menyakiti Maya"


Malik mengeluarkan ponsel nya dan mengirim pesan pada kekasihnya.


[Sayang bagaimana keadaan Maya?] isi pesan dari Malik.


Salsha membuka tasnya dan meraih ponsel ia lupa mematikan nada dering di ponselnya dan tersenyum melihat nama si pengirim pesan.


Salsha membaca pesan dari Malik damn membalasnya.


[Maya terlihat sedih ada apa dengan Maya? kenapa secara kebetulan kau menanyakan Maya, ada apa ini jangan sembunyikan apapun darikuπŸ₯Ί.] balas Salsha.


[Iya sayang nanti aku jelasin tapi gak bisa melalui telepon, kita harus ketemu, pulang sekolah nanti aku jemput ya sayang di tempat kalian biasa menunggu Fahri]


[Oke sayang] balas Salsha tak banyak bertanya lagi karena dia akan lebih puas jika mendengar penjelasan nya secara langsung.


[Sampai ketemu nanti sayang ... love you πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜] Salsha tersenyum membaca pesan kekasihnya.


[Love you too πŸ₯°πŸ₯°]


Setelah berbalas pesan dengan Malik Salsha memberikan ponsel nya kepada Cindy.


Cindy membaca dan semakin penasaran apa yang terjadi pada sahabat mereka begitupun Salsha.


Duh kasian Maya....


Yang sabar ya May ... semua masalah ada jalan penyelesaian nya kok asal di bicarakan dengan baik-baik.


Kira-kira apa yang terjadi saat Maya bertemu dengan Fahri?


Penasaran kan ....?


❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁


Terimakasih sudah mampir


Silahkan beri komentar yang membangun πŸ₯°πŸ₯°


Jangan lupa


Like


Komentar


Gift


Vote


Rate bintang lima


Favorite


Salam sayangku


ReyπŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2