
Happy Reading.
Malik membaringkan Fahri di kamarnya.
Tak lama Niko pun tiba dengan mengendarai motor Malik.
"Ada apa dengan nya?" tanya Niko sambil memandang ke arah Fahri.
"Entahlah aku melihatnya tergeletak di jalanan" ucap Malik sambil melihat ke arah Fahri yang tergeletak di atas ranjang nya.
"Aku lihat tidak ada luka serius, kenapa dia bisa tidak sadar kan diri?, kalau minum seperti nya Fahri tidak mungkin sampai mabuk, karena dia jago kau soal minum" ucap Niko sambil terheran, karena diantara merek bertiga Fahri yang paling jago soal minum.
"Tunggu sampai dia sadar, baru kita tanya" ucap Malik sambil beranjak dari duduk nya, menuju kulkas mini yang ada di sudut kamar nya, meraih dua kaleng minuman dingin.
Malik melemparkan satu kaleng ke arah Niko, dengan cekatan Niko menangkapnya.
Niko membuka penutup kaleng dan menenggak nya sampai habis. Malik memperhatikan nya tanpa berkedip.
"Kamu haus apa doyan?" tanya Malik sambil menggeleng heran.
"Aku haus sehabis makan tadi belum sempat minum setel terima telpon kamu tadi" ucap Niko.
"Kalau masih laper sana ke belakang makan" tawar Malik.
Niko pun mengangguk.
Akhirnya Fahri mulai mendapatkan kesadaran nya. Ia bangun dari tidurnya, sambil memegang kepala dengan kedua tangan nya.
"Dimana aku?" lirih Fahri sambil menahan rasa pusing di kepalanya.
Malik dan Niko menoleh ke arah Fahri.
"Kamu sudah sadar?" tanya Niko.
"Nah minum ini" ucap Malik sambil menyerahkan segelas susu murni.
Fahri menenggak habis susu yang di berikan Malik padanya.
"Kenapa aku ada disini?" tanya Fahri heran.
"Seharusnya kita yang tanya, kenapa kamu tergeletak di jalanan?" tanya Malik.
Fahri berusaha mengingat kejadian yang menimpanya, namun Fahri tak ingat sama sekali apa yang terjadi padanya.
"Seingat ku aku hanya nongkrong dan minum di cafe, setelah itu ...." ucapan Fahri terputus saat ia mengingat, kalau tadi di kafe dia di hampiri seorang gadis cantik, dan ia menerima minuman dari gadis itu, setelah itu Fahri tak ingat apa pun.
"Setelah itu apa?" tanya Niko penasaran.
"Ada seorang gadis menghampiriku dan memberiku segelas minuman, setelah itu aku tak ingat apa-apa?" ucap Fahri, sambil mencoba mengingat apa yang terjadi pada nya setelah itu.
"Siapa gadis ini, apakah kau mengenalnya?" tanya Niko.
Fahri hanya menggeleng.
"Hei bro kau menerima minuman dari wanita yang tak kau kenal? luar biasa" ucap Malik sambil tertawa mengejek.
"Nasib baik nyawamu masih utuh, kau sampai kamu pulang tinggal jasad dalam koper terus organ mu di jual gimana? ucap Niko penuh kelakar.
"Korban drama kamu Niko" ucap Malik.
__ADS_1
"Siapa tau aja, coba periksa senjata pamungkas mu masih gak? siapa tau sudah hilang?" ucap Niko sambil terbahak.
Fahri melirik ke pergelangan tangan nya, jam yang ia pakai sudah tak ada kemudian ia merogoh saku nya, memeriksa isi dompet nya.
"Sial ..." maki Fahri.
"Kenapa ... sejarah pamungkas mu hilang?" ucap Niko, spontan Malik menoyor kepala Niko yang selalu saja bercanda saat lagi serius.
"Uang dalam dompet ku habis di sikat" ucap Fahri.
"Udah kek cucian aja di sikat" celoteh Niko lagi.
"Itu pasti ulah wanita itu, mungkin saja dia mencampur minuman mu dengan obat bius" ucap Malik.
"Wah untung saja wanita itu tidak mencampur minuman mu dengan obat perangsang ha ha ha .... bisa berabe urusan nya" ucap Niko yang masih saja terus bercanda.
"Sialan kamu Nik" ucap Fahri kesal.
"Ha ha ha nasib baik hanya uang yang hilang, kalau sampai senjata mu yang hilang, habis lah kau"
"Jadi apa rencana mu? harus kah kita cari tau siapa wanita itu?" tanya Malik sambil menghampiri Fahri.
"Biarlah itu tidak perlu" ucap Fahri.
"Baiklah kalau itu mau mu, asal jangan timbul masalah di kemudian hari" ucap Malik.
...****************...
...----------------...
Satu bulan kemudian ....
Akhirnya, hari yang di tunggu tiba juga, hari yang sangat menegangkan.
Maya sangat puas dengan usaha nya, ia mendapat prestasi di tiga besar.
Maya, Cindy dan Salsha berpelukan sambil memberi selamat.
Mereka pulang ke rumah masing-masing dengan penuh bangga.
Setiba di rumah Maya dengan semangat menunjukkan prestasi nya kepada keluarganya.
Meraka semua bangga atas prestasi Maya.
Rania menghampiri adiknya dengan ponsel di tangan.
"Nah... sudah saatnya kamu menerima kembali ponsel mu" ucap Rania sambil menyerahkan ponsel Maya.
"Selamat ya dek kamu sudah lulus, dan mendapat prestasi yang luar biasa, kakak bangga" ucap Rania.
Maya menerima ponselnya dengan senyum bahagia, kemudian menghambur kepelukkan kakak nya.
"Ehem ehem,,, cuma kakak aja nih yang dapat pelukan" ucap Mirza, yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Bang Mirza" ucap Maya sambil berlari memeluk Abang nya.
"Abang bangga pada mu" ucap Mirza membalas pelukan adiknya.
'Ini semua berkat doa dan dukungan kalian" ucap Maya sambil berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ini semua berkat usahamu juga Maya" ucap Mirza degan bangga.
"Makasih bang"
"Ingat kamu tetap belom boleh pacaran dengan cecunguk itu" ucap Mirza.
"Tapi bang... bukan nya setelah lulus Maya sudah boleh pacaran" ucap Maya sambil cemberut.
Mirza menggelengkan kepalanya " Tidak .... sampai Abang yakin dia pantas dapetin adek ku yang cantik dan pintar ini" ucap Mirza sambil mengelus puncak kepala Maya.
Rania menggelengkan kepala, gak heran kalau Mirza selalu posesif dengan hubungan asmara saudarinya, bahkan Rania dulu juga mengalaminya.
Rania tersenyum mengingat tingkah konyol Mirza, yang terkesan seperti bodyguard nya kala itu.
Pernah dulu Mirza selalu mengikuti kemana Rania ngedate dengan pacarnya, bahkan Mirza pernah mengerjai kekasihnya.
Tidak mudah mendapatkan hati Mirza.
Mirza terkesan ugalan, tapi itu bentuk perlindungan nya kepada saudarinya. Ia tidak pernah main-main soal perlindungan buat saudari nya.
"Abang ... mana hadiah buat ku" ucap Maya pada Abang nya.
"Sabar Abang pasti kasih hadiah buat mu, ini masih kejutan" ucap Mirza.
"Benarkah?" ucap Maya penuh bahagia tak sabar menanti kejutan apa yang akan dia dapat.
Mirza tersenyum melihat rona bahagia di wajah adik nya. ia pun segara memikirkan hadiah yang pantas buat Maya.
"Maya masuk ke kamar dulu ya kak... bang" pamit Maya pada Mirza dan Rania.
Setibanya di kamar Maya memandangi ponsel nya, ia teringat Fahri kekasih yang selama ini ia rindukan.
"Apa kabar mu Fahri" ucap Maya.
Ia ingin menghubungi Fahri, namun ia mengurungkan niatnya.
❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁
Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.
Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan nama🤭.
Tinggalkan jejak kalian
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorite
Salam sayangku
Rey🥰
__ADS_1