
Happy Reading.
Cindy dan Salsha menghampiri Maya, terutama Cindy masih sangat penasaran bagaimana Maya dan Fahri menyelesaikan masalah mereka kemarin.
Wah Cindy ini ternyata kepo banget ya π€£.
"Maya ..."
"Iya ada apa Cindy" tanya Maya.
"Benarkan kemarin kamu bertemu langsung dengan Amada?" tanya Cindy menyelidik.
"Iya aku bertemu langsung dengan nya" ucap Maya sambil menatap kedua sahabatnya.
"Terus apa yang terjadi" tanya Salsha.
"Tidak ada yang terjadi, hanya saja Fahri memberi penjelasan kepada Amanda kalau sekarang aku lah kekasihnya" ucap Maya tidak semangat.
Cindy menangkap nada Maya yang berbeda.
"Ada yang kamu sembunyikan dari kami Maya, ayolah ceritakan pada kami setidaknya mengurangi sedikit beban dalam pikiran mu" nasehat Cindy pada sahabat nya ini.
Karena Cindy sangat memahami Maya, sedari dulu Maya selalu memendam perasaan nya sendiri, berpikir sendiri.
"Ternyata mereka berdua belum putus, hanya saja Amanda dulu meninggalkan Fahri tanpa kejelasan, dan sampai saat ini Amanda masih berharap Fahri kembali pada Amanda" akhirnya Maya menceritakan kekhawatiran nya kepada kedua sahabatnya.
Salsha menyentuh pundak Maya. "Jadi apa yang kamu khawatir kan sekarang, bukan nya Fahri sudah membuat keputusan?"
"Iya dia sudah menjelaskan pada Amanda bahwa sekarang posisi nya di hari Fahri sudah di gantikan oleh ku, tapi Amanda masih bersikeras menyatakan kalau dia masih mencintai Fahri, bukan kah kalian sudah melihat Amanda? dia begitu cantik" ucap Maya merasa insecure melihat kecantikan Amanda.
Cindy paham dengan apa yang menjadi ke khawatiran sahabatnya ini.
"Kamu gak kalah cantik Maya, terlebih kamu cantik luar dalam" ucap Cindy meyakinkan Maya.
"Benar ... nyatanya Fahri sudah memilih mempertahankan mu Maya" ucap Salsha juga.
"Apa kalian tahu? Amanda sempat bilang ... jika Fahri bosan dengan ku dia bisa kembali padanya" ucap Maya.
Karena pernyataan Amanda ini berhasil menggangu pikiran Maya.
"Bener-bener ya perempuan itu pengen aku hajar" ucap Cindy kesal.
"Percaya diri sekali dia... tapi kamu jangan pikirkan itu Maya, aku harap kamu beri kepercayaan pada Fahri, jangan sampai apa yang di ucapkan Manda membuat hubungan kalian jadi retak, karena itu tujuan Amanda" ucap Salsha meyakinkan Maya.
"Bener banget itu yang di bilang Salsha" tambah Cindy.
"Bagaimanpun mereka pernah bersama, bukankah Fahri pernah mencintai nya?" ucap Maya tidak bersemangat.
"Kalau Fahri berani macam-macam, akan ku hajar dia" ucap Cindy.
"Sudah lah Maya kamu mikirnya kejauhan aku yakin kok Fahri sangat mencintaimu, aku harap kamu coba mempercayainya" ucap Salsha.
"Kalian bener" ucap Maya dengan senyuman.
Maya masih punya sedikit kekhwatiran tapi dia sudah berjanji akan mempercayai Fahri kekasihnya.
Bisa saja dia mempercayai Fahri tapi Maya tidak yakin Amada akan berhenti disini saja.
Amanda pasti selalu berusaha merebut Fahri darinya, ini yang membuat Maya merasa khawatir.
Yah jadi bucin banget deh ini si Maya π€£.
__ADS_1
...****************...
Amanda memandangi Mirza berusaha mengintimidasi nya.
"Aku yang memilih tempat makan nya dan karena kamu yang ajak aku makan, jadi kamu harus traktir" ucap Amanda.
Mirza tersenyum mendengar ucapan Amanda.
"Kenapa kamu tersenyum, apa ada yang lucu?" ucap Amanda.
"Gak ada... baiklah kamu yang pilih tempat" ucap Mirza.
Kemudian Amanda memilih tempat makan favorite nya, setelah pesanan mereka datang Amanda langsung menyantap makanan nya.
Dengan lahap Amanda menghabiskan makanan nya tanpa sisa.
Mirza tersenyum heran melihat Amanda yang tidak seperti biasanya.
Biasa Amanda hanya makan sedikit, dia selalu bilang menjaga pola makan dan bentuk tubuhnya.
Apakah karena habis menangis jadi tubuhnya membutuhkan asupan lebih?
Amanda melirik ke arah Mirza yang memperhatikan nya.
"Kenapa ... kamu gak biasa lihat cewek cantik makan ya?" ucap Amanda dengan percaya diri.
"Sudah ... ini aku lagi lihat cewek cantik makan" ucap Mirza.
Amanda beranjak dari duduknya.
"Mau kemana kamu?" tanya Mirza.
"Mau ke toilet, kamu mau ikut, mau ya di teriakin ibu-ibu di bilang mesum" ucap Amanda mengingatkan Mirza hal konyol waktu itu, ketika Mirza di maki seorang ibu karena mengikuti Amanda.
Mirza sudah menyelesaikan makannya dan tengah menunggu Amanda kembali dari toilet.
Mirza mengeluarkan ponselnya sembari melihat pesan masuk.
Secara kebetulan wanita yang sempat di tolong nya melihat nya.
"Bukan nya itu mas yang bolong aku kemarin ya" ucap gadis itu dalam hati.
Kemudian gadis itu menghampirinya.
"Hai mas" sapa gadis itu.
Mirza yang di sapa celingak-celinguk, melihat ke kanan dan ke kiri kemudian jarinya menunjuk ke arahnya.
"Saya" ucap Mirza.
"Iya mas lupa dengan saya ya?" ucap gadis ini lagi.
Mirza coba mengingat, namun tau ingat.
"Mas kemarin yang udah nolongin aku di cafe M waktu itu" ucap gadis itu berusaha mengingat kan Mirza.
"Oh iya ... maaf mba saya lupa" ucap Mirza sembari menggaruk kepalanya.
"Makasih ya mas udah di tolongin, kenalin mas nama aku Ranti" ucap gadis itu sambil mengulurkan tangan nya.
"Oh iya, saya Mirza iya sama-sama Mba kebetulan aja saya kemarin ada disana" ucap Mirza.
__ADS_1
"Panggil aja Ranti mas biar akrab" ucap Ranti.
"Oh baiklah Ranti"
"Boleh saya duduk mas Mirza?" pinta Ranti yang sedari tadi tidak di persilahkan duduk oleh Mirza.
"Oh iya silahkan, maaf sampe lupa" ucap Mirza.
"Mas nya sama siapa? sendiri aja kah?" tanya Ranti kepo.
"Ehem ehem sorry ya menggangu obrolan kalian" ucap Amanda kesal.
Mirza sedikit terkejut, kemudian Amanda meraih tasnya dan meninggalkan Mirza dengan Ranti.
Amanda pergi tanpa pamit.
"Ah maaf ya Ranti saya harus pergi" ucap Mirza berlalu pergi dan mengejar Amanda.
"Tapi mas" ucap Ranti namun di abaikan oleh Mirza.
"Siapa ya gadis tadi? apa kekasihnya? sayang sekali mas ganteng itu cewek nya jutek banget" ucap Ranti pada dirinya sendiri.
"Dasar pria mesum bisa-bisa nya dia ngobrol sam cewek lain, baru aja di tinggal ke toilet sebentar" ucap Amanda kesal.
"Amanda tunggu, kamu mau kemana? ucap Mirza sembari meraih tangan Amanda.
"Kenapa kamu kesini kenapa kau tinggalkan kekasih mu sendiri" ucap Amanda menepis genggaman Mirza.
"Apa kamu sedang cemburu" ucap Mirza sambil tersenyum senang.
"Siapa yang cemburu" ucap Amanda sambil memelototi Mirza.
"Dengar dia wanita yang kemarin hampir terjatuh, aku hanya menolong nya saja, bahkan aku tidak mengenal nya" ucap Mirza berusaha memberi penjelasan kepada Amanda.
"Tidak mengenal nya? hah konyol, kenapa bisa dia ada di cafe itu kalau kau tidak mengenalnya" ucap Amanda kesal karena merasa Mirza berbohong padanya.
"Aku juga tidak tahu kenapa wanita itu bisa disana, bahkan aku tadi tidak mengenalinya, dia yang datang menyapa" ucap Mirza.
"Kalau kau tidak percaya, ayok kita hampiri dan tanya langsung" ucap Mirza meyakinkan Amanda lagi.
"Gak perlu ... gak penting buat ku" ucap Manda kesal.
Cie Manda .... akui aja kalau kamu cemburu wakakakakak pake malu-malu meong.
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA kasih komentar positif ya guys.
Tinggalkan jejak kalian
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorit
__ADS_1
Salam sayangku
Reyπ₯°