
Happy Reading.
Amanda menepis genggaman tangan Mirza. Dia masih merasa kesal dengan Mirza.
"Aku antar pulang ya" ucap Mirza.
"Aku bisa pulang sendiri" ucap Amanda ketus.
Mirza mengabaikan penolakan Amanda terus menggandeng Amanda menuju dimana motornya terparkir.
Amanda yang semula menolak tapi mengikuti kemauan Mirza.
Eakkk mulut sama hati gak sinkron ini ya π€£.
Mulut bisa bilang tidak, tapi hati nya mau banget π€£π€£.
"Silahkan tuan Putri" ucap Mirza dengan senyuman manisnya.
Amanda menaiki motor Mirza, namun Amanda duduk di ujung membuat jarak dengan Mirza.
Dengan nakal Mirza memainkan gas motor nya sehingga membuat Amanda merosot ke depan posisi duduk nya ke arah Mirza, karena terkejut spontan memeluk Mirza.
Uhhhh so sweet.
Amanda memukul kecil punggung Mirza, sementara yang di pukul hanya tersenyum nakal.
Mirza meraih ke dua tangan Amanda mengarahkan nya memeluk pinggangnya, Amanda menolak.
"Kalau sampai jatuh gak ada yang tanggung jawab loh, keselamatan tidak di tanggung BPJS nih" ucap Mirza sambil bercanda.
Amanda mengabaikan ucapan Mirza.
Mirza melajukan motor nya perlahan, kemudian saat setengah perjalanan Mirza melajukan kencang motornya, karena sedikit takut Amanda memeluk Mirza dari belakang.
Mirza tersenyum sambil melirik Amanda lewat kaca spion.
Uluh malu-malu meong nih si Amanda.
Tak terasa sampai juga di rumah Amanda.
"Gak di tawarin mampir nih?" tanya Mirza basa-basi.
"Gak" ucap Amanda ketus.
"Kapan dong di ajak mampir lagi, sekalian nih mau kenalan sama calon mertua" ucap Mirza
"Dih terlalu percaya diri sekali"
"Oh iya, apakah kamu menyukai bunga yang aku kirim? tanya Mirza.
"Jadi... bunga itu kamu yang kirim? tanya Amanda sambil menatap Mirza ingin menemukan jawaban.
"Iya aku yang kirim, apa kamu berharap bunga dari orang lain" tanya Mirza penasaran.
"Tidak, ya sudah aku masuk dulu ya" ucap Amanda.
"Oke aku pamit ya sayang, nanti kalau aku telpon di angkat" ucap Mirza sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Amanda memonyongkan bibirnya kemudian meninggalkan Mirza.
Mirza melajukan motornya kembali.
Amanda mengintip dari balik jendela sampai Mirza tak terlihat, kemudian kembali ke kamarnya sambil senyum-senyum sendiri.
...****************...
"Selamat siang nona" sapa Bram.
"Hei Bram, kamu ngagetin aja" ucap Rania.
"Silahkan duduk" ucap Rania.
"Terimakasih"
"Sendiri aja Bram Tari gak ikut?" tanya Rania.
__ADS_1
"Aku langsung menuju kemari tadi" ucap Bram terus terang.
"Kita makan siang bareng yuk" ajak Bram.
"Aduh Bram aku lagi sibuk banget nih, maaf banget ya, lain kali aja ya" ucap Rania.
Bram sedikit kecewa karena penolakan Rania, namun dia menutupinya dengan senyuman.
"Hehehe iya udah deh gak apa, kita masih bisa makan bareng lain kali kan?" tanya Bram.
"Oke Bram, sekali lagi maaf ya ..." ucap Rania.
"Iya santai aja, lain kali aku telpon dulu deh kalau mau ajak makan pebisnis sibuk ini" ucap Bram sambil bercanda untuk mencairkan suasana.
"Kamu bisa aja" ucap Rania.
Setelah cukup lama ngobrol dengan Rania Bram hendak berpamitan.
"Oke Rania aku pamit dulu ya, sekalian bungkusin kue kesukaan mama ku" ucap Bram.
Rania menyerahkan bungkusan pesanan Bram, setelah membayar kue nya Bram berpamitan.
Jangan menyerah babang Bram, semangat terus.
...****************...
Esok hari di toko kue Rania.
Tari mengunjungi Rania di tokonya.
"Mbak Rania nya ada?" tanya Tari pada mba Wati salah satu karyawan Rania.
"Ada mba di dalam, sebentar ya biar aku panggil" ucap Wati.
Tari mengangguk dan tersenyum.
Wati melangkah ke dalam "Mba Rania ada yang nyari tuh" ucap Wati.
Rania bangkit dari duduknya "Siapa Mba Wati?"
"Sahabat mba Rania yang waktu itu" ucap Wati.
"Bukan mba ini cewek"
"Itu Tari, oke makasih ya mba" ucap Rania sambil melangkah menemui sahabatnya.
"Hei Tari" sapa Rania sambil celingak-celinguk mencari sesuatu.
"Kamu cari apa Ran? " tanya Tari.
"Kamu sendiri, gak bareng sama Bram?" tanya Rania.
"Cieee ada yang kangen Bram nih" ledek Tari.
"Ah kamu apaan sih" ucap Rania sambil menepuk lengan sahabatnya.
"Itu buktinya udah nanyain" ucap Tari.
"Bukan begitu, kemarin dia datang kemari, mau ajak makan siang" ucap Tari.
"Wah kalian makan bareng aku gak di ajak nih? ucap Tari sambil memonyongkan bibirnya.
"Gak jadi Tadi karena aku kemaren sibuk banget" ucap Rania.
"Ya udah kita makan siang bareng yok" ajak Tari.
"Boleh ... tapi kamu temani aku dulu ya beli beberapa bahan ya" ucap Rania.
"Oke" ucap Tari sambil mengacungkan kedua jempol nya.
"Mba Wati, aku pamit dulu ya, mau makan siang bareng Tari, sekalian nanti pesan stok bahan yang hampir habis" ucap Rania berpamitan pada karyawan nya.
"Siap mba Rania, nanti aku yang terima dan cek kalau pesanan datang" ucap Wati.
"Oke Mba makasih"
__ADS_1
Rania pergi berbelanja stok bahan kue di temani oleh Tari, dengan cekatan Rani memesan semu keperluan untuk toko kuenya.
Setelah merasa semua pesanan sudah terbeli Rania melakukan pembayaran.
"Oke pak Terimakasih, saya pamit ya" ucap Rania kepada pemilik toko bahan kue langganan Rania.
"Sama-sama Mba Rania, semua pesanan nanti di antar kurir seperti biasa"
Rania kemudian menghampiri Tari.
"Sudah selesai π, waktunya kita makan" ajak Rania.
Rania dan Tari tiba di sebuah restoran, kemudian di hampiri salah satu pelayan
"Selamat datang di restoran kami, silahkan mba ini menunya" ucap pelayan sambil menyerahkan buku menu, kemudian meninggalkan mereka dan menghampiri pelanggan yang lain.
"Rania, kenapa kamu menolak ajakan Bram untuk makan siang, aku rasa sibuk hanya alasan mu aja kan?" ucap Tari.
"Jangan sok tau deh"
"Ran... aku ini sahabat mu, jadi aku sedikit paham dengan mu" ucap Tari.
Ponsel Rania berbunyi tanda notif SMS masuk.
Rania melihat ke arah Tari "SMS dari Bram" ucap Rania.
"Panjang umur dia baru juga di ceritain, ya udah buka, apa isi pesan nya" ucap Tari penasaran.
[Rania, mamaku mau pesan kue buatan mu dalam jumblah banyak, buat acara arisan bareng teman-teman nya Minggu depan, bisa?] isi pesan dari Bram.
Rania dengan wajah berseri menunjukkan isi pesan nya pada Tari.
"Wah ada yang banjir orderan nih... ya udah sana jawab pesan nya, sekalian ajak makan siang bareng, biar bisa di obrolin" ucap Tari memberikan usulan.
Tari memang the best k
lahπ€£.
Kemudian Rania membalas pesan Bram.
[Bisa banget Bram, kamu ada waktu bisa kita bicarakan sambil makan siang?]
[Waduh sorry Ran aku lagi ada meeting sama klien di luar ini] balas Bram
[Oh oke silahkan di lanjut]
[Nanti aku kabarin lagi ya Rania, setelah meeting aku telpon]
[Oke]
"Dia gak bisa datang Tari, lagi ada meeting sama klien" ucap Rania.
"Kamu gak tanya dia meeting dimana kali aja di dekat sini" ucap Tari.
"Gak ah aku takut ganggu"
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.
Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan namaπ€.
Tinggalkan jejak kalian
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorite
__ADS_1
Salam sayangku
Reyπ₯°