DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
DUMAY 37


__ADS_3

Happy Reading.


Amanda semakin terlihat gelisah, tapi tidak bisa lagi mengelak.


Amanda dengan gugup mulai memperkenalkan Santi dan Bella kepada Mirza.


"Mirza kenalkan mereka, ini Santi dan Bella"


"Hai Mirza, aku Bella" ucap Bella sambil menyalami Mirza.


"Dan aku Santi" ucap Santi.


Mirza tersenyum sedikit mengejek.


"Bukan kah kamu Mira" ucap Mirza menunjuk ke arah Santi. "Dan kamu Lusi" Mirza menunjuk ke arah Bella.


Santi dan Bella merasa tak enak sama Mirza, begitupun Amanda yang sudah mulai terlihat gelisah.


"Mari silahkan duduk Mira, Lusi ohh sorry Santi dan Bella" ucap Mirza sedikit menarik senyum nya.


Kemudian melihat ke arah Amanda "Ayo Amanda kenapa kamu masih berdiri disana, silahkan"


Amanda duduk menghampiri, memilih duduk berdekatan dengan Mirza sementara Santi dan Bella mulai merasa tak nyaman dan tak enak hati.


Mirza melihat ke arah Amanda yang sudah terlihat sedikit pucat.


"Bisa jelaskan padaku, ada apa dengan semua ini?" ucap Mirza memandang serius ke arah Amanda, Santi dan Bella secara bergantian.


Mereka hanya terdiam tak tau bagaimana caranya menjelaskan ke Mirza.


"Kenapa kalian terdiam, aku menunggu penjelasan dari kalian, bagaimana ketiga orang yang bersahabat bisa mengejar cita satu orang pria"


"Mirza maaf kan aku... aku harap kau tidak marah pada kami bertiga" ucap Manda meraih kedua tangan Mirza.


Mirza tersenyum sinis, mulai mencium gelagat kebohongan Amanda. Kemudian Mirza menarik perlahan kedua tangan nya.


"Aku menunggu penjelasan mu Amanda " ucap Mirza.


"Manda ijin kan aku menjelaskan kepada Mirza, bagaimanapun taruhan itu adalah ide konyol ku" ucap Santi penuh penyesalan.


"Biar aku saja Santi" ucap Manda memandang ke arah Santi dan Bella bergantian.


"Taruhan .... apa maksud dari semua ini" ucap Mirza kembali mendesak, meminta penjelasan kepada Amanda.


"Baiklah aku jelaskan, aku harap kamu tidak memotong pembicaraan ku, ijin kan aku menjelaskan dari awal" ucap Manda memandang ke arah Mirza penuh permohonan.


"Silahkan, jelaskan padaku" ucap Mirza dengan dingin.


Amanda menarik nafas dalam, kemudian memberanikan diri menjelaskan semuanya.


"Jadi semua berawal dari keisengan kami bertiga, kami mengejek Santi yang selalu menjomblo dan ..."


"Dan apa?" potong Mirza yang mulai terlihat kesal.


"Dan kami melakukan taruhan, siapa yang bisa berhasil memiliki kekasih, yang secara kebetulan kamu ada disitu, dan kami memilih kamu menjadi target nya" ucap Amanda penuh penyesalan.

__ADS_1


"Hahahahaha" Mirza tertawa.


Dalam tawanya mengandung duka yang mendalam, dia sangat kecewa dengan Amanda.


"Mirza... maaf kan aku" ucap Amanda sedih berusaha meraih tangan Mirza, namun Mirza mengelak.


"Terimakasih Amanda... terimakasih buat semua permainan mu, aku sungguh kecewa padamu" ucap Mirza sambil beranjak dari duduk nya.


"Mirza ... maafkan aku" ucap Amanda dengan sedih.


Mirza pergi meninggalkan Amanda dan sahabatnya, pergi dengan perasaan kecewa.


"Mirza ..." panggil Amanda, namun Mirza tak menghiraukan panggilan nya. Amanda berusaha mengejar Mirza namun di halangi oleh Santi.


"Santi lepaskan... dia pergi biar aku mengejarnya" ucap Amanda sembari berusaha melepaskan pegangan Santi di lengan nya.


"Manda ... biarkan saja dia pergi, saat ini Mirza sedang marah, akan percuma kalau kau memaksanya saat ini, biarkan dia tenang dulu" ucap Santi menenangkan Amanda.


Amanda menangis "Maafkan aku Mirza... kalian benar, seharusnya aku jujur dari awal, pasti Mirza tidak akan se marah ini"


Santi dan Bella memeluk Amanda, berusaha menenangkan nya. Membiarkan Amanda menumpahkan segala kesedihan nya, membiarkan Amanda menangis.


Setelah cukup tenang Bella meraih tisu memberikan kepada Amanda.


"Sekarang bersihkan wajah mu" ucap Bella.


Amada mengangguk, kemudian dia melangkah ke toilet, setiba disana dia kembali menangis merasakan sesak di dadanya.


"Aku merasa kasihan pada Amanda, setelah kehilangan cinta Fahri, apa sekarang dia akan kehilangan Mirza juga." ucap Bella sedih.


"Semoga saja setelah Mirza tenang, dia bisa memaafkan Amanda, bagaimanapun itu kejadian sudah lama berlalu, tapi yang paling penting sekarang Amanda sudah menyadari perasaan nya" ucap Santi.


Amanda membasuh wajahnya, kemudian menyapu bedak pada wajahnya yang sembab akibat menangis, dan memoles sedikit lipstik berwarna soft.


Kini Amanda sudah terlihat fresh dan menghampiri lagi kedua sahabatnya.


'Maksud nya, dengan cara ini Amanda pasti menyadari bagaimana perasaan ke Mirza" ucap Santi.


"Kamu benar Santi, aku yang bodoh selama ini aku tidak menyadari kalau aku sudah mencintainya, dan saat ini mungkin dia sudah membenciku" ucap Amanda sedih.


Santi merangkul Amanda. "Tenang lah jangan berpikir seperti itu, biarkan Mirza tenang dulu, aku yakin semua akan baik-baik saja"


"Semoga saja" ucap Amanda.


"Bagaimana kalau sekarang kamu hubungi salon langganan buat jadwal perawatan, sepertinya kita butuh memanjakan diri setelah adegan menegangkan tadi" ucap Bella asal.


Reflek Santi memelototi Bella. Sedangkan Bella hanya nyengir kuda merasa tak bersalah.


Ketiga sahabat itu pergi ke salon langganan mereka, kebetulan saat ini sepi orang melakukan perawatan jadi mereka bisa melakukan nya saat ini juga.


Saat turun dari taksi mereka melihat di restoran sebelah ada Fahri dan Maya beserta para sahabatnya.


Fahri masuk kedalam Restoran dengan merangkul mesra Maya.


"Bukan kah itu Fahri" ucap Bella sambil menunjuk ke arah Fahri dan Maya.

__ADS_1


Amanda menoleh melihat ke arah yang di tunjuk oleh Bella.


"Iya benar itu Fahri" ucap Amanda datar.


"Kamu gak apa kan Manda" tanya Santi.


Amanda hanya mengendikkan bahunya seraya melangkah masuk ke dalam salon.


Entah mengapa Manda tak merasa cemburu melihat Fahri bersama Maya, justru hati nya tengah gelisah memikirkan Mirza.


Wah sepertinya Amanda sudah benar-benar mencintai Mirza nih, sampai Fahri ada di depan mata bermesraan dengan Maya pun dia tak peduli lagi.


Bella melihat ke arah Santi dengan heran.


"Bukan nya kemaren dia ngotot masih ingin mengejar cinta Fahri, ada apa dengan nya hari ini? apakah Amanda habis terbentur dan lupa ingatan ya?" ucap Bella dengan bodohnya.


Santi mentoyor kepala Bella kesal "Kamu itu yang lagi lupa ingatan, dasar dodol"


"Kenapa jadi aku yang dodol" ucap Bella kesal sambil memonyongkan bibirnya.


Santi mengembuskan nafasnya kasar "Sini aku jelasin" Santi merangkul Bella.


"Jadi itu bagus ... sahabat kita Amanda sudah move on dari Fahri, sekarang dia sudah menyadari, kalau dia juga menyukai Mirza, paham ...?" ucap Santi menjelaskan kepada Bella.


Bella menggaruk kepalanya "Benarkah?"


"Tentu saja benar"


"Hei kalian ngapain masih berdiri disitu, apa kalian ingin gabung dengan Fahri dan Maya? ayok masuk!" ucap Manda setengah berteriak.


"Oke Manda, gara-gara kamu ini Bel, ayok keburu Manda berubah pikiran nih buat bayarin kita perawatan" ucap Santi sambil berjalan menyusul Amanda dan di ikuti oleh Bella.


Manda beneran udah move on ini sepertinya?


Ayo Manda kejar cintamu 🀣


❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁


Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.


Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan nama🀭.


Tinggalkan jejak kalian


Like


Komentar


Gift


Vote


Rate bintang lima


Favorite

__ADS_1


Salam sayangku


ReyπŸ₯°


__ADS_2