DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
DUMAY 42


__ADS_3

Happy Reading.


Maya membasuh wajah nya, kemudian terduduk di tepi ranjang.


"Apa yang harus aku lakukan, kenapa semua bisa jadi begini?"


"Ingin rasanya aku menemui Fahri tapi... aku takut kalau bang Mirza akan memergoki kami lagi"


Maya makin gelisah memikirkan semuanya.


Tak lama ponsel nya kembali berdering, ia melihat ke ponselnya, tertera nama Fahri, ia segera mengangkat.


📞Halo, Fahri apakah kamu baik-baik saja? dimana kamu sekarang?


📞Iya sayang, aku baik-baik saja, bagaimana dengan mu?


📞Aku juga baik-baik saja, maaf kan Abang ku ya... apa tadi sakit?


📞Iya gak apa, ini gak seberapa sakit nya,, di banding aku harus melihatmu di tampar tapi aku tak bisa ber buat apa-apa. apa bisa kita bertemu, aku sangat mengkhawatirkan mu?


📞Aku rasa untuk sementara ini kita jangan ketemu dulu, aku tak akan bisa menemui mu.


📞Kenapa?


📞Bang Mirza tidak akan membiarkan kita bertemu, dan mulai besok aku di antar jemput olehnya, jadi mulai besok gak usah datang antar jemput aku dulu ya.


Fahri terdiam, tak tau harus berkata apa lagi.


📞Fahri..


📞Halo Fahri .. kamu masih mendengar ku?


📞Iya aku dengar, seperti nya semua akan sulit.


📞Bagaimana lagi, untuk sementara kita jangan bertemu dulu, aku harap kamu mengerti, sudah dulu ya,, aku takut nanti ada yang dengar.


📞Maya...


Maya sudah memutuskan telpon nya, mendengus kan nafas nya kasar.


Aku harap kamu bisa menerima ini Fahri, Aku memang sudah salah, aku tidak mengindahkan nasehat mereka semua, mungkin memang aku harus fokus dulu dengan ujian akhir ku,, ayo Maya semangat,,, sedikit lagi.


...****************...


Mirza yang tengah gundah pergi menemui Amanda.


"Kenapa wajah mu terlhat murung?" tanya Amanda.


Mirza hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Amanda.


Amanda mendekat kemudian menggenggam tangan Mirza.

__ADS_1


"Ceritakan padaku, mungkin dengan cara kau menceritakan nya sedikit mengurangi beban pikiran mu" ucap Amanda meyakinkan Mirza.


"Apa aku harus menceritakan pada Amanda, bagaimana bisa orang yang memacari adikku adalah mantan dari kekasihku."


Mirza menggumam dalam hati.


"Baiklah mungkin kamu belum siap cerita padaku, atau mungkin aku bukan orang yang tepat untuk kau berbagi cerita" ucap Amanda.


"Buka begitu Manda" ucap Mirza.


Amanda terlihat sedikit kecewa, karena merasa Mirza tidak terbuka pada nya.


Melihat wajah Amanda yang murung Mirza mendekati dan memeluknya, setelah merasakan sedikit tenang Mirza melepas pelukannya dan memulai membuka pembicaraan nya.


"Tau kah kamu, aku merasa kecewa dengan adik perempuan ku" ucap Mirza sambil memandang ke arah Amanda.


"Kenapa? apa yang dia lakukan, sehingga membuatmu terlihat kacau seperti ini" tanya Amanda penasaran.


"Dia masih belum lulus SMU, kini sudah mulai berpacaran" ucap Mirza, sementara Amanda terus mendengar cerita Mirza.


"Tak sengaja aku tadi memergokinya tengah bersama kekasihnya, aku yakin selama ini adikku sudah berpacaran di belakang kami, dan aku melakukan kesalahan" Mirza memandangi tangan nya, tangan yang ia gunakan untuk menampar wajah Maya, " Aku terbawa emosi, dan aku sudah menampar adik ku sendiri"


Amanda memahami kegundahan hati Mirza, ia menggenggam tangan Mirza.


"Aku tidak menyalahkan mu Mirza, sebagai Abang kamu punya tanggung jawab untuk menjaga adik mu, tapi seharusnya kamu jangan lepas kendali, lagi pula dia gadis yang sudah mulai dewasa, aku rasa sudah lumrah gadis seusianya mulai mengenal cinta" ucap Amanda.


"Tapi Amanda di keluarga kami sudah punya aturan, tidak di perbolehkan berpacaran selama masih duduk di bangku sekolah, dan itu harus di patuhi" ucap Mirza sedikit tersulut emosi dan meninggikan suaranya, membuat Amanda terdiam seketika.


Amanda tersenyum "Iya aku paham, gak masalah"


"Mungkin akan menjadi masalah kalau kau tau siapa pria yang menjadi kekasih adikku" Ucap Mirza dalam hati.


"Seharusnya dia bisa menaati aturan, sekarang aku yang harus mengawasinya, aku akan pastikan dia tidak bertemu dengan pria kurang ajar itu" ucap Mirza dengan nada kesal.


"Apa kamu harus melakukan itu Mirza" ucap Amanda.


"Ya harus ,, karena aku yakin lelaki itu akan terus menjumpai adikku di belakang"


Amada menggelengkan kepalanya heran Mirza melihat itu.


"Apakah kamu tau, siapa pria yang menjadi kekasih adik ku? Mirza mengajukan pertanyaan pada Amanda.


"Bagaimana aku tau, siapa dia? apakah aku mengenalnya?


"Ya kamu mengenal nya?" ucap Mirza.


Amanda mengerutkan keningnya dan menatap ke arah Mirza dengan heran.


"Siapa dia?"


"Pria yang belum lama ini ku hajar, mantan kekasih mu" ucap Mirza dengan kesal.

__ADS_1


"Fahri" ucap Amanda dengan terkejut.


"Ya dia, sepertinya kau bahagia menyebut namanya" terdengar nada cemburu dari ucapan Mirza.


Amanda terkejut bahkan merasa ini lucu, kenapa dunia ini begitu sempit, dari jutaan umat di dunia ini kenapa harus adik Mirza yang di pacari oleh Fahri. Kini Amanda memahami bagaimana perasaan Fahri, bagaimana ia tersulut emosi sampai menampar adiknya, selain dia marah karena adiknya tidak taat aturan, bisa jadi dia marah karena emosi dan merasa kesal melihat Fahri. Bisa jadi Mirza masih merasa dirinya harus bersaing dengan Fahri. Amanda tersenyum geli.


"Kenapa kamu tersenyum" ucap Mirza kesal.


Amanda memandangi wajah pria di hadapan nya, ia merasa pria di hadapan nya ini konyol, tapi kini Amanda makin merasakan besar cintanya untuk pria konyol di hadapan nya ini.


"Apakah kamu masih cemburu dengan Fahri?" tanya Amanda.


"Tidak" ucap Mirza membohongi Amanda dan dirinya sendiri.


Amanda kembali tersenyum, kemudian menghampiri Mirza kemudian dan mengecup kedua pipi Mirza.


Amanda menatap dalam mata Mirza, menggenggam kedua tangan nya.


"Dengar kan aku, sekali lagi harus ku pertegas Fahri adalah masa lalu ku, aku sudah tidak memiliki perasaan apa pun pada nya, kalaupun sekarang Fahri sudah memiliki kekasih itu tidak akan mempengaruhiku, meskipun dengan adik mu atau wanita lain sekalipun, karena yang aku pedulikan itu kamu cuma kamu, kamu orang yang aku cinta" ucap Amanda dengan tulus


Mirza menatap ke manik mata Amanda mencari kebohongan dalam ucapan nya, namun Mirza tak mendapatkan nya. Mirza merasakan ketulusan dalam ucapan Amanda.


"Kemari lah" Mirza merentangkan kedua tangan nya, Amanda mendekat kemudian memeluk Mirza.


"Aku mencintaimu Mirza"


"Akupun mencintaimu" Mirza mengeratkan pelukan nya.


❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁


Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.


Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan nama🤭.


Tinggalkan jejak kalian


Like


Komentar


Gift


Vote


Rate bintang lima


Favorite


Salam sayangku


Rey🥰

__ADS_1


__ADS_2