DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
Sahabat


__ADS_3

(sudut cerita dari Maya)


Tasya. Gadis cantik


berambut panjang yang memiliki segalanya. Orangtua kaya. Dia tidak kekurangan


apapun kecuali satu “PACAR”.


Sahabatku satu-satunya


yang aku punya dan yang bisa ku percaya. Sebenarnya dia banyak yang suka. Tetapi


entahlah. Mungkin karena dia terlalu pemilih jadi belum dapet pasangan yang


menurut dia tepat.


Pagi hari. Sinar


mentari mulai masih malu-malu menampkkan sinarnya. Ku buka jendela dan


kurasakan angin semilir membelai rambut panjangku. Ah... segar sekali rasanya.


“Heogongeul tteodoneun jageun


Meonjicheoreom jageun meonjicheoreom


Nallineun nuni naramyeon


Jogeum deo ppalli naege daheul su isseul tende”


(BTS-Spring Day)


Terdengar


suara nada dering Hand phoneku di tempat tidur. Bergegas ku angkat.


“halo Maaaaaay....”


Dengan penuh semangat Tasya meneleponku

__ADS_1


pagi-pagi. “kenapa sya? Sepertinya moodmu sedang bagus hari ini?” ujarku.


“May, nanti berangkaat sekolah bareng yuk. Aku mampir ke rumahmu dulu mau bawain oleh-oleh dari ayahku. Kemarin dia pulang kerja dari kota C.” Jawab Tasya dengan penuh antusias.


Maya : “Okelah Sya. Aku tunggu di rumah. Jangan lupa datang ke rumah jam 6 tepat!”


Tasya : “Siap bos” (menutup telpon)


Dan aku langsung telpon Erwin untuk


ngasih tau dia  kalau hari ini aku berangkat dengan Tasya.


Maya : sayang.. hari ini aku berangkat


sama Tasya. Kamu gak papa berangkat sendiri kan?


Erwin : iya gak papa yang.. nanti kita


ketemu di depn kelasmu.kamu hati-hati berangkatnya.


Maya : iya sayang kamu hati-hati juga. Jangan lupa sarapan. Ini


Erwin : oke yang (mematikan telepon)


Tak lama aku bergegas menyiapkan sarapan


sendiri. Roti bakar dengan selai coklat nutella kesukaanku. Tak lupa segelas susu Low Fat biar gak gendut. Dengan cepat aku menghabiskan sarapan. Dan langsung mandi.


 


Setelah siap berangkat, aku menunggu Tasya di depan rumah. “Kemana ini anak kok belum datang juga. Udah jam 6 kurang 5 menit ini.” Gerutu Maya.


Brum brum tin tin... Tasya datang motor pinknya. “Lama banget sih


Sya?” ujarku.


“Maaf May tadi ada keperluan sedikit di rumah saudara.” jawab Tasya.


Maya : udah ayo berangkat!”

__ADS_1


Tasya : eh bentar ini oleh-olehnya dari ayahku


Maya : ah makasih ya Sya. Kamu sahabtku paling baik sedia (sambil


meluk Tasya)


Tasya : huuuuuuu giliran gini aja langsung manis. Coba kalau udah


sama Erwin, lupa deh sama aku huhuhu...


Maya : (sambil menepuk pundak Tasya) hahahaha sabar ya Sya..


Tasya : udahlah ayo berangkat keburu elat


Aku dan Tasya bergegas memacu motor pink Tasya.. dengan agak


ngebut 15 menit kta sampai di sekolah. Akupun turun dan melepas helm. Ku lihat


di sekelilingmengamati apakah motor Erwin sudah ada. Dan ternyata dia sudah


sampai duluan. Bergegas...


Maya : Sya ayo cepet ke kelas.. Erwin pasti udah nungguin aku.


Tasya : iya iya bawel.


Lorong sekolah. Canda tawa pagi dari semua siswa yang datang. Tawa


dari bibir sahabtku. Tiba-tiba aku membayangkan. Dalam hati aku bicara “ kelak


aku akan meindukan suasana ini. Dimana semua terlihat cerah ceria bahagia. Entahlah..


apakah aku akan menemui kebahagiaan saat kuliah nanti.”


Dan Sahabat.. kalian tau arti sahabat itu apa?! Bagiku dia adalah


duniaku juga setelah orangtuaku dan Erwin. Semoga persahabatan ini bisa


terjalin hingga kita sama-sama menikah punya anak. Bahagia bersama pasangan

__ADS_1


masing-masing.


__ADS_2