
(sudut cerita dari Maya)
Tasya. Gadis cantik
berambut panjang yang memiliki segalanya. Orangtua kaya. Dia tidak kekurangan
apapun kecuali satu “PACAR”.
Sahabatku satu-satunya
yang aku punya dan yang bisa ku percaya. Sebenarnya dia banyak yang suka. Tetapi
entahlah. Mungkin karena dia terlalu pemilih jadi belum dapet pasangan yang
menurut dia tepat.
Pagi hari. Sinar
mentari mulai masih malu-malu menampkkan sinarnya. Ku buka jendela dan
kurasakan angin semilir membelai rambut panjangku. Ah... segar sekali rasanya.
“Heogongeul tteodoneun jageun
Meonjicheoreom jageun meonjicheoreom
Nallineun nuni naramyeon
Jogeum deo ppalli naege daheul su isseul tende”
(BTS-Spring Day)
Terdengar
suara nada dering Hand phoneku di tempat tidur. Bergegas ku angkat.
“halo Maaaaaay....”
Dengan penuh semangat Tasya meneleponku
__ADS_1
pagi-pagi. “kenapa sya? Sepertinya moodmu sedang bagus hari ini?” ujarku.
“May, nanti berangkaat sekolah bareng yuk. Aku mampir ke rumahmu dulu mau bawain oleh-oleh dari ayahku. Kemarin dia pulang kerja dari kota C.” Jawab Tasya dengan penuh antusias.
Maya : “Okelah Sya. Aku tunggu di rumah. Jangan lupa datang ke rumah jam 6 tepat!”
Tasya : “Siap bos” (menutup telpon)
Dan aku langsung telpon Erwin untuk
ngasih tau dia kalau hari ini aku berangkat dengan Tasya.
Maya : sayang.. hari ini aku berangkat
sama Tasya. Kamu gak papa berangkat sendiri kan?
Erwin : iya gak papa yang.. nanti kita
ketemu di depn kelasmu.kamu hati-hati berangkatnya.
Maya : iya sayang kamu hati-hati juga. Jangan lupa sarapan. Ini
Erwin : oke yang (mematikan telepon)
Tak lama aku bergegas menyiapkan sarapan
sendiri. Roti bakar dengan selai coklat nutella kesukaanku. Tak lupa segelas susu Low Fat biar gak gendut. Dengan cepat aku menghabiskan sarapan. Dan langsung mandi.
Setelah siap berangkat, aku menunggu Tasya di depan rumah. “Kemana ini anak kok belum datang juga. Udah jam 6 kurang 5 menit ini.” Gerutu Maya.
Brum brum tin tin... Tasya datang motor pinknya. “Lama banget sih
Sya?” ujarku.
“Maaf May tadi ada keperluan sedikit di rumah saudara.” jawab Tasya.
Maya : udah ayo berangkat!”
__ADS_1
Tasya : eh bentar ini oleh-olehnya dari ayahku
Maya : ah makasih ya Sya. Kamu sahabtku paling baik sedia (sambil
meluk Tasya)
Tasya : huuuuuuu giliran gini aja langsung manis. Coba kalau udah
sama Erwin, lupa deh sama aku huhuhu...
Maya : (sambil menepuk pundak Tasya) hahahaha sabar ya Sya..
Tasya : udahlah ayo berangkat keburu elat
Aku dan Tasya bergegas memacu motor pink Tasya.. dengan agak
ngebut 15 menit kta sampai di sekolah. Akupun turun dan melepas helm. Ku lihat
di sekelilingmengamati apakah motor Erwin sudah ada. Dan ternyata dia sudah
sampai duluan. Bergegas...
Maya : Sya ayo cepet ke kelas.. Erwin pasti udah nungguin aku.
Tasya : iya iya bawel.
Lorong sekolah. Canda tawa pagi dari semua siswa yang datang. Tawa
dari bibir sahabtku. Tiba-tiba aku membayangkan. Dalam hati aku bicara “ kelak
aku akan meindukan suasana ini. Dimana semua terlihat cerah ceria bahagia. Entahlah..
apakah aku akan menemui kebahagiaan saat kuliah nanti.”
Dan Sahabat.. kalian tau arti sahabat itu apa?! Bagiku dia adalah
duniaku juga setelah orangtuaku dan Erwin. Semoga persahabatan ini bisa
terjalin hingga kita sama-sama menikah punya anak. Bahagia bersama pasangan
__ADS_1
masing-masing.