DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
DUMAY 34


__ADS_3

Happy Reading.


Setelah menyelesaikan makan siangnya Rania dan Tari beranjak pulang.


Rania melihat sosok yang sangat dia kenal melangkah ke arah mereka.


"Dia lagi ..." ucap Rania.


"Hemmm ... siapa yang kamu maksud" Tari melihat ke arah yang sama, kemudian dia mulai mengerti apa yang di maksud oleh Rania, ternyata Jodi.


Jodi berjalan ke arah mereka sambil melebarkan senyum nya.


"Rania sayang .... kebetulan banget kita bertemu disini ya, bisa kita bicara sebentar" ucap Jodi.


"Gak ada lagi yang perlu kita bicarakan Jodi, maaf kita berdua lagi buru-buru" ucap Rania yang ingin segera meninggalkan tempat itu.


Namu Jodi menahan lengan Rania.


Tari berusaha menepis tangan Jodi, dan Jodi menatap tidak senang ke arah Tari.


"Jangan ikut campur" ucap Jodi menggertak Tari.


"Tentu saja ini menjadi urusan ku, karena Rania adalah sahabatku terlebih dia tidak ingin bersamamu, lepaskan dia!" ucap Tari tak mau kalah.


"Jodi lepaskan tangan mu, ini sakit" ucap Rania menahan sakit di lengan nya yang di cengkeram kuat oleh Jodi.


"Maaf sayang, aku tidak bermaksud menyakitimu" ucap Jodi merasa bersalah, dan melepaskan cengkeraman nya, yang meninggalkan bekas memerah di lengan Rania.


"Ku jadi cowok kasar banget sih, lihat itu lengan Rania sampai memerah" ucap Tari dengan sedikit membentak Jodi.


"Kamu bisa diam gak?" ucap Jodi kasar.


"Gak" ucap Tari.


"Jodi aku mohon ... jangan ganggu aku lagi, aku dah ikhlas kamu bersama yang lain ... semoga kamu bahagia dengan pilihan mu, ijinkan ku pergi" ucap Rania.


"Tapi Rania,.kamu lah orang yang aku cinta, maafkan aku, aku hanya khilaf" ucap Jodi.


"Aku sudah memaafkan mu Jodi, tapi aku tidak bisa bersamamu lagi" ucap Rania, sambil berlalu.


Jodi kembali menghampiri mereka dan menarik paksa Rania.


"Lepaskan aku Jodi" ucap Rania memohon.


"Tidak, kamu harus ikut aku"


"Jodi ... lepas" Tari berusaha membantu Rania melepaskan cengkeraman tangan Jodi.


Tapi Jodi dengan kasarnya mendorong Tari hingga terjatuh.


"Jodi lepaskan,,,, aku mohon" ucap Rania yang panik karena ketakutan.


"Lebih baik kamu diam, dan ikuti saja" ucap Jodi membentak Rania.


Rania mulai menangis.


"Berhenti... lepaskan dia" Jodi menoleh ke sumber suara, kemudian tersenyum sinis.

__ADS_1


"Satu lagi pengganggu" ucap Jodi.


"Tidak akan aku lepaskan"


Bram merasa emosi mendengar ucapan Jodi dan segera menghampirinya.


Jodi berusaha menyerang Bram, ia melayang kan tinjunya, namun Bram secepat kilat mengelak, yang tidak di ketahui Jodi bahwa Bram jago bela diri, sebanyak apapun Jodi menyerang dengan mudah Bram menghindar.


"Tari kalian menjauh dulu, ajak Rania ke mobil" ucap Bram.


"Oke Bram" ucap Tari menarik lengan Rania, tapi Rania tidak mau pergi ia khawatir dengan Bram.


...****************...


Karena merasa bosan di rumah Maya ingin mendatangi toko kue kakaknya.


"Aku ke toko kak Rania aja lah, siapa tau banyak pelanggan jadi bisa bantu-bantu" ucap Maya dengan diri sendiri.


"Ibu ..." Maya memanggil namun tak ada sahutan.


Maya segera mencari keberadaan ibunya.


"Ibu Maya mau ke toko kue kak Rania ya ... bosan nih" pamit Maya kepada ibunya.


"Ya udah sana hati-hati ya" ucap ibu Lastri.


"Baik Bu, nanti Maya pulang bareng kak Rania.


Kemudian Maya segera pergi ke toko kakaknya, yang berjarak lumayan jauh.


...****************...


"Kamu tenang aja Bram itu jago bela diri, jadi kalau hanya menghadapi orang kayak Jodi, itu soal gampang" ucap Tari sambil mengejek geram pada Jodi.


Jodi mulai merasa kesal karena serangan nya tak ada yang berhasil melukai Bram sedikitpun.


Bram selalu berhasil mengelak.


Jodi mengeluarkan pisau lipat yang berada di saku celananya.


Rania mulai ketakutan "Bram hati-hati" ucap Rania khawatir. Bram tersenyum manis ke arah Rania dan mengangguk *Kamu gak usah khawatir ya"


Melihat kekhawatiran Rania pada Bram membuat Jodi semakin emosi.dan mulai menyerang Bram dengan membabi-buta.


Bram berhasil memelintir tangan Jodi yang menggenggam pisau kemudian memukulnya hingga pisau itu terjatuh dari genggaman Jodi.


Dengan sedikit emosi Bram berhasil menghajar dan memberi pelajaran kepada Jodi.


Jodi jatuh tersungkur, kemudian Rania berlari ke arah Bram.


"Kamu gak apa-apa, ayok kita pergi dari sini ajak Rania. Bram mengangguk dan menuruti apa kata Rania.


Tak di sangka Jodi bangkit dengan emosi menarik lengan Bram dan melayangkan tinjunya ke wajah Bram.


Serangan dari belakang dan mendadak Bram tak sempat mengelak.


Bram menyentuh ujung bibir nya yang mengeluarkan darah, bersiap menyerang Jodi kembali. Namun usahanya di hentikan oleh Rania.

__ADS_1


"Cukup jangan ada keributan lagi Jodi, sebaiknya kamu pergi atau aku lapor polisi" ucap Rania dengan nada ancaman.


Jodi tersenyum mengejek "Tunggu ... semua ini pasti akan aku balas"


Jodi memungut pisau lipatnya yang terjatuh, dan segera meninggalkan tempat itu.


Untung saja saat selesai meeting Bram sempat membuka ponselnya dan melihat postingan story' wa Tari, kemudian Bram bertanya lokasi Tari dan Rania makan siang, yang kebetulan lokasi Bram meeting tidak jauh dari tempat dimana Tari dan Rania berada.


Niatnya ingin memberi kejutan kedatangan nya, eh malah Bram yang dapat kejutan.


"Bibir kamu berdarah, ini harus segera di obati, takut infeksi" ucap Rania sambil menyentuh ujung bibir Bram yang terluka.


"Auhhh" Bram meringis merasakan pedih.


"Ayok kita ke rumah sakit" ajak Rania, tapi malah dapat penolakan dari Bram.


"Rania ... ini hanya luka kecil, udah kamu gak usah khawatir nanti bisa aku obati di rumah, udah ayok sebaiknya aku antar kalian dulu pulang" ucap Bram meyakinkan Rania kalau dia baik-baik saja.


"Jangan sepele dengan luka kecil nanti bisa infeksi, ya sudah ayok biar aku obati lukamu di toko" ujar Rania ikut meringis saat melihat Bram meringis merasakan pedih di sudut bibirnya.


Setiba di toko Rania langsung menarik tangan Bram dan menggandengnya sampai masuk ke dalam toko dan mengarahkan Bram duduk di salah satu kursi Bram tersenyum memandangi tangan nya yang sedang di gandeng Rania, berjalan menurut saja.


Pemandangan ini tak luput dari mata Tari, yang sedari tadi hanya mengekor di belakang mereka.


Dengan cekatan Rani meraih kotak P3K, membersihkan lukanya terlebih dahulu, kemudian memberikan salep disudut bibir Bram yang terluka.


Bram kembali meringis menahan perih setelah luka nya di olesi salep.


Spontan Rania mendekat dan meniup luka yang baru saja di olesi salep olehnya.


Bram yang mendapat perlakuan seperti itu hanya dia membisu, kemudian Rania tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan, dan sedikit menjauh dari Bram dengan perasaan grogi.


"Ma... maaf" ucap Rania tersipu malu.


"Iya,,, gak apa santai, makasih ya sudah mau obati lukamu" ucap Bram sambil tersenyum yang di paska, karena merasakan perih ketika bibir nya melebar ke samping untuk mencoba tersenyum 🀣.


❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁


Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.


Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan nama🀭.


Tinggalkan jejak kalian


Like


Komentar


Gift


Vote


Rate bintang lima


Favorite


Salam sayangku

__ADS_1


ReyπŸ₯°


__ADS_2