DUNIA MAYA

DUNIA MAYA
Perjuangan


__ADS_3

Ayo cepat cepat acara segera


dimulai...


suara hiruk pikuk di lorong sekolah.


Di mana semua murid kelas 3 terburu-buru bergegas ke aula tempat acara


kelulusan sekolah. “ah.. udah lulus ya ternyata” batinku.


Sesampainya di aula, mataku menyusuri


tiap-tiap kursi yang terjejer rapi. Mengamati setiap wajah yang mendudukinya.


“di mana dia?” tak sadar aku mencari sosoknya. Lelaki yang sudah melukai


hatiku. Tapi mengapa aku masih mencarinya?! “ Sudahlah lupakan!” berperang


dengan hati sendiri itu tidaklah mudah. Melawan kenyataan bahwa dia sudah bukan


milikku itu berat. Rasanya ingin cepat-cepat meninggalkan sekolah ini.


Aku bergegas mencari tempat dudukku.


Baris ke tiga dari depan. “Hay May sini!” suara Tasya memecah konsentrasiku.


Tanpa banyak bicara aku menghampirinya. “Sya, kok udah di sini aja?” tanyaku.


“iya May aku sengaja berangkat pagi biar mudah nemuin kursinya”. Jawab Tasya.


Kami berdua mengobrol sembari


menunggu acara dimulai. Saatku perhatikan banner di yang terpajang di depan,


tiba-tiba aku melihat Erwin. “DEG” jantungku berdetak sangan kuat. Rasanya air

__ADS_1


mata ini  memberontak keluar dari mataku.


“May!” Tasya menepuk pundakku. “ udah jangan dilihatin terus!” perintah Tasya


saat aku tak berdaya melihat Erwin.


“Apa dia benar-benar sudah


melupakanku ya Sya?” tanyaku.


“Hey May. Lihat aja ekspresinya. Wajahnya terlihat cerah. Itu tandahnya dia sudah bahagia sama pacar barunya.


Udah lupakan dia! Masih banyak cwo baik lainnya. Jangan nangis lagi. Air matamu


terlalu berharga untuk lelaki macam dia”. Ucapan Tasya memang benar. tapi ini


terlalu berat untuk aku jalani.


Acara kelulusan sudah dimulai. Semua


kurang lebih 4 jam acara baru


selesai. Saat antri keluar ruangan “May” saat ku tengok ternyata suara itu


suaranya Erwin. “May selamat ya atas kelulusannya. Maaf untuk masalah


sebelumnya”.


“hahaha iya gak papa.” Aku tersenyum.


Iya terpaksa aku tersenyum. “ya sudah aku keluar dulu ya”  pamitnya. “Iya pergi aja yang jauh sana. Dasar


set*n” gumamku.


Sejak hari kelulusan selesai, aku

__ADS_1


sudah tidak pernah bertemu Erwin.


Hati yang lelah dikecawakan


Kini berjuang dengan senyuman


Aku berbahagia meskipun hujan


Aku berlari meskipun aku lelah


Tak apa


Aku baik-baik saja


Meskipun terkadang alam menertawakanku


Aku pasti bisa memainkan waktu dunia


Hingga kudapati bahagiaku yang sesungguhnya


 Waktu terus berjalan. Saatnya berjuang melawan takdir Tuhan.


Pendaftaran kuliah sudah dibuka. Aku dan Tasya berencana mendaftar di Universitas yang sama.


Akhirnya kita mendaftar online di Universitas CA dan mengambil jurusan berbeda. Aku di jurusan Desainer dan Tasya di jurusan Hukum. Pengumuman lolos seleksi dengan nilai akan diberitahukan secara online dalam waktu seminggu.


“semoga kita berdua lolos ya May. Nilai kita termasuk sangat baik, pasti bisa lolos di Universitas CA”. aku


mengamini apa yang diharapkan Tasya itu.


Seminggu kemudian..


Aku mengecek di laman web


Universitas. Dengan teliti mencari namaku dan Tasya di kolom lolos seleksi.

__ADS_1


Dan tak di sangka kita berdua lolos. Tak lama handphoneku berbunyi. Panggilan dari Tasya. “ Maaaaaaaaaaay kita lolos Maaay kita lolooooos aaaaaaaaa mimpi apaaa aku semalem?!” nampak Taya histeris bahagia melihat nama kita di kolom lolos seleksi. Aku baca pengumuman yang tertera. Besok sudah bisa daftar ulang. Dan ada beasiswa juga untuk siswa yang nilainya sesaui kriteria. Aku dan Tasya termasuk yang bisa mendapatkan beasiswa itu. Syukurlah, rejeki gak boleh ditolak walaupun sebenarnya aku mampu membayar kuliah sendiri. Apalagi si Tasya :)


__ADS_2