
Ayo cepat cepat acara segera
dimulai...
suara hiruk pikuk di lorong sekolah.
Di mana semua murid kelas 3 terburu-buru bergegas ke aula tempat acara
kelulusan sekolah. “ah.. udah lulus ya ternyata” batinku.
Sesampainya di aula, mataku menyusuri
tiap-tiap kursi yang terjejer rapi. Mengamati setiap wajah yang mendudukinya.
“di mana dia?” tak sadar aku mencari sosoknya. Lelaki yang sudah melukai
hatiku. Tapi mengapa aku masih mencarinya?! “ Sudahlah lupakan!” berperang
dengan hati sendiri itu tidaklah mudah. Melawan kenyataan bahwa dia sudah bukan
milikku itu berat. Rasanya ingin cepat-cepat meninggalkan sekolah ini.
Aku bergegas mencari tempat dudukku.
Baris ke tiga dari depan. “Hay May sini!” suara Tasya memecah konsentrasiku.
Tanpa banyak bicara aku menghampirinya. “Sya, kok udah di sini aja?” tanyaku.
“iya May aku sengaja berangkat pagi biar mudah nemuin kursinya”. Jawab Tasya.
Kami berdua mengobrol sembari
menunggu acara dimulai. Saatku perhatikan banner di yang terpajang di depan,
tiba-tiba aku melihat Erwin. “DEG” jantungku berdetak sangan kuat. Rasanya air
__ADS_1
mata ini memberontak keluar dari mataku.
“May!” Tasya menepuk pundakku. “ udah jangan dilihatin terus!” perintah Tasya
saat aku tak berdaya melihat Erwin.
“Apa dia benar-benar sudah
melupakanku ya Sya?” tanyaku.
“Hey May. Lihat aja ekspresinya. Wajahnya terlihat cerah. Itu tandahnya dia sudah bahagia sama pacar barunya.
Udah lupakan dia! Masih banyak cwo baik lainnya. Jangan nangis lagi. Air matamu
terlalu berharga untuk lelaki macam dia”. Ucapan Tasya memang benar. tapi ini
terlalu berat untuk aku jalani.
Acara kelulusan sudah dimulai. Semua
kurang lebih 4 jam acara baru
selesai. Saat antri keluar ruangan “May” saat ku tengok ternyata suara itu
suaranya Erwin. “May selamat ya atas kelulusannya. Maaf untuk masalah
sebelumnya”.
“hahaha iya gak papa.” Aku tersenyum.
Iya terpaksa aku tersenyum. “ya sudah aku keluar dulu ya” pamitnya. “Iya pergi aja yang jauh sana. Dasar
set*n” gumamku.
Sejak hari kelulusan selesai, aku
__ADS_1
sudah tidak pernah bertemu Erwin.
Hati yang lelah dikecawakan
Kini berjuang dengan senyuman
Aku berbahagia meskipun hujan
Aku berlari meskipun aku lelah
Tak apa
Aku baik-baik saja
Meskipun terkadang alam menertawakanku
Aku pasti bisa memainkan waktu dunia
Hingga kudapati bahagiaku yang sesungguhnya
Waktu terus berjalan. Saatnya berjuang melawan takdir Tuhan.
Pendaftaran kuliah sudah dibuka. Aku dan Tasya berencana mendaftar di Universitas yang sama.
Akhirnya kita mendaftar online di Universitas CA dan mengambil jurusan berbeda. Aku di jurusan Desainer dan Tasya di jurusan Hukum. Pengumuman lolos seleksi dengan nilai akan diberitahukan secara online dalam waktu seminggu.
“semoga kita berdua lolos ya May. Nilai kita termasuk sangat baik, pasti bisa lolos di Universitas CA”. aku
mengamini apa yang diharapkan Tasya itu.
Seminggu kemudian..
Aku mengecek di laman web
Universitas. Dengan teliti mencari namaku dan Tasya di kolom lolos seleksi.
__ADS_1
Dan tak di sangka kita berdua lolos. Tak lama handphoneku berbunyi. Panggilan dari Tasya. “ Maaaaaaaaaaay kita lolos Maaay kita lolooooos aaaaaaaaa mimpi apaaa aku semalem?!” nampak Taya histeris bahagia melihat nama kita di kolom lolos seleksi. Aku baca pengumuman yang tertera. Besok sudah bisa daftar ulang. Dan ada beasiswa juga untuk siswa yang nilainya sesaui kriteria. Aku dan Tasya termasuk yang bisa mendapatkan beasiswa itu. Syukurlah, rejeki gak boleh ditolak walaupun sebenarnya aku mampu membayar kuliah sendiri. Apalagi si Tasya :)