
Stttt sebelum baca yok sediain kopi sama cemilan nya ya, gak afdol kalo baca gak ada cemilan π, jangan lupa bagi sama Author ya π€.
Happy Reading.
Terlihat Fahri tengah nongkrong di kafe bersama para sahabatnya, menampilkan wajah kusut nya.
"Hoih bro itu muka kenapa kusut, udah kek kakek-kakek tuh keriput banget" ucap Niko sambil tertawa.
"Sialan kamu... kamu itu yang udah mirip kakek-kakek" ucap Fahri kesal.
"Dih wajah ganteng gini udah kayak artis Korea" ucap Niko dengan pede nya.
"Emang sih kamu dah mirip artis kok" ucap Fahri.
"Nah gitu dong, harus di akui kalo wajah ku ini tampan kayak artis papan atas" ucap Niko sambil menaik-naikan alisnya .
"Iya wajah mu tampan, mirip sama artis yang gue kenal, mau lihat fotonya gak?" ucap Malik menimpali.
Malik mengeluarkan ponsel nya menunjukkan sebuah foto.
"Ini dia sangat tampan, wajah kalian terlihat mirip" ujar Malik mensejajarkan ponselnya dengan wajah Niko.
Fahri tertawa terbahak melihat tingkah sahabatnya ini karena penasaran Niko juga melirik foto yang di tunjukkan oleh Malik.
Kakek Sugiono Kakek Sugiono
"Wajah kalian memang sangat mirip, bagai pinang di belah dua, betapa miripnya kamu dengan kakek Sugiono" ucap Malik, spontan membuat Fahri tertawa lagi, sementara Niko terlihat kesal dengan ejekan Malik.
"Sialan, apa aku setua itu" ucap Niko sambil mendengus kesal.
...****************...
Setelah menyelesaikan makan nya Cindy memulai pembicaraan.
"Maya jelaskan pada kami, kenapa kamu menangis?" tanya Cindy.
"Aku gak nangis Cin, kan udah aku bilang, mataku tadi kelilipan terkena debu" ucap Maya.
Salsha tersedak minuman nya.
"Pelan-pelan dong Sha" ucap Maya sambil mengulurkan air putih. "Nih minum dulu"
"Makasih May" ucap Salsha.
Cindy menatap penuh pertanyaan kepada Maya, merasa belum terpuaskan dengan jawaban Maya yang terlihat menyimpan kebohongan.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu Cin?" ucap Maya.
"Masih gak mau cerita, tadi kemasukan bintang, sekarang kelilipan debu, mana yang bener" ucap Cindy.
Maya terlihat kikuk "Eeee itu"
__ADS_1
Terdengar bunyi lonceng masuk kelas, tanda jam istirahat sudah berakhir.
"Nah bel udah Bunyi, yuk masuk" ucap Maya sedikit lega kali ini dia bisa lolos dari berbagai pertanyaan para sahabat nya.
π·π·π·π·π·π·π₯
Jam sekolah pun sudah berakhir, kelas Maya, Cindy dan Salsha pulang 20 menit lebih awal, karena guru mereka ada keperluan mendadak.
Maya dan sahabat berjalan ber iringan, kemudian keluar dari sekolah menanti jemputan di luar pagar sekolah.
Setelah kejadian Maya dan Fahri ketahuan oleh Mirza, Maya selalu di antar jemput oleh Mirza, seperti biasa Cindy dan Salsha akan menunggu Mirza, bukan hanya Maya saja yang menjadi perhatian Mirza akan tetapi kedua sahabat nya juga, Mirza akan mengikuti dari belakang mengantar kedua sahabat Maya terlebih dahulu , memastikan mereka sampai di rumah, baru pulang bersama Maya.
Cindy dan Salsha tidak keberatan sama sekali, mereka berdua malah senang karena Mirza memperhatikan mereka sama seperti Mirza memperhatikan dan mengkhawatirkan adik nya, yaitu Maya.
Setelah mereka tiba di depan gerbang sekolah.
"Maya kmu sudah Telpon bang Mirza buat jemput" tanya Salsha.
"Sudah, tapi bang Mirza bilang dia agak sedikit telat, kita di suruh tunggu, kalau kalian merasa ini lama, kalian pulang duluan aja, biar nanti aku yang jelasin sama bang Mirza" ucap Maya.
"Oh gak apa justru itu bangus" ucap Cindy.
Maya mengerutkan dahinya mendengar ucapan Cindy yang malah terlihat tidak keberatan sama sekali.
"Kenapa bagus?" ucap Maya heran.
"Bagus dong, kamu bisa jelasin ke kita, kenapa kamu tadi nangis, bener gak Sah?" ucap Cindy.
"Iya bener, ayo Maya, kita tunggu penjelasan mu" ucap Salsha.
"Apaaa...." ucap Cindy dan Salsha bersamaan.
"Duh kalian kenapa malah teriak sih" ucap Maya kesal.
"Sorry sorry aku kaget" ucap Cindy.
"Terus" ucap Salsha penasaran.
"Aku juga heran kenapa Fahri sampai nekat datang ke sekolah, aku takut kalau sampai bang Mirza tahu soal ini" ucap Maya.
"Mungkin Fahri gak tau harus berbuat apa, apa dia (Fahri) sudah tahu kalau ponsel mu sudah kamu titip kan ke kak Rania" tanya Cindy. Maya hanya menggelengkan kepalanya.
"Ia tadi bahkan bilang kau dia mencoba menelpon dan mengirim pesan ke ponsel ku, aduhhhh... aku lupa bilang ke Fahri kalau ponsel ku tidak akan bisa di hubungi" ucap Maya sambil menepuk pelan jidat nya sendiri.
"Kenapa kamu sampai lupa sih Maya, bisa jadi Fahri gelisah karena tak bisa menghubungi mu, harus nya sebelum kamu menyerahkan ponsel mu, kamu harus info ke Fahri dulu" ucap Cindy.
"Bisakah aku minta tolong pada kalian, tolong hubungi Fahri lewat ponsel kalian" ucap Maya.
"Aku gak pernah bawa ponsel Maya, semenjak kita bertiga janjian untuk gak pake ponsel sampai ujian akhir nanti selesai" ucap Cindy.
"Aku juga gak bawa Maya" ucap Salsha.
Jadi semenjak Maya dan Fahri kepergok Mirza. Maya memutuskan menitipkan ponsel nya pada Rania agar dia lebih fokus pada ujian akhir dan mengurangi niatan buat curi-curi menghubungi Fahri. Bukan hanya Maya yang berhenti komunikasi dengan kekasihnya, bahkan Cindy dan Salsha juga ingin berbagi rasa mereka juga memutuskan untuk tidak bertemu dan berkomunikasi dengan kekasih mereka sampai ujian selesai. Hanya bedanya Cindy dan Salsha sudah memberitahu niatan mereka kepada kekasihnya masing-masing.
__ADS_1
Wah bener-bener sahabat sejati nih,, berbagi penderitaan.
π·π·π·π·π·π·
"Tadi aku nekat menemui Maya di sekolahnya" ucap Fahri.
"Apa kamu gila, kenapa kamu nekat sih, kalau sampai ketahuan si Mirza itu bisa habis kamu" ucap Niko.
"Bener tuh, lagian ngapain sih kamu nekat" ucap Malik.
"Aku sudah mencoba menghubungi ponsel nya namun tidak aktif, bahkan aku sudah mengirim banyak pesan" ucap Fahri.
Malik tersenyum "Jelas aja gak aktif, memang nya Maya gak bilang ke kamu kalau dia ingin kita berhenti komunikasi untuk sementara"
"Ya dia ada bilang sih waktu kita telponan terakhir kali, tapi ini udah satu Minggu bro, aku kangen banget sama dia" ucap Fahri.
"Jelasin Niko"
"Jadi bukan hanya kamu aja Fahri, gegara kalian ke pergok, kekasih kita juga sekarang ikutan deh pengen berhenti komunikasi dulu" ucap Niko kesal.
"Maksudnya?" tanya Fahri .asih belum paham.
"Jadi intinya, sampai mereka ( Maya, Cindy dan Salsha ) menyelesaikan ujian akhirnya, sementara kita berhenti dulu berjumpa dan berkomunikasi biarkan mereka fokus dengan ujian akhirnya" ucap Malik menjelaskan.
Fahri menghembuskan nafas nya berat.
"Untuk sementara kita kasih ruang untuk mereka fokus pada pelajaran nya, resiko kita bro pacaran sama anak sekolahan" ucap Niko lagi.
"Setuju, akupun akan menyibukkan diri dengan pekerjaan supaya semua terasa mudah, lagi pula ini untuk kebaikan mereka juga, dan hanya sementara" ucap Malik lagi.
Fahri merenungi setiap perkataan para sahabat nya, ia merasa ini tak akan mudah ia lewati, yang membebani pikiran nya bukan hanya LDR sementara, tatapi bagaimana hubungan nya ke depan dengan Maya, karena sepertinya butuh perjuangan buat ia mendapatkan restu dari Mirza.
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih yang sudah mampir, terus dukung DUNIA MAYA ya guys.
Silahkan beri komentar yang membangun, maafkan kalau masih banyak typo dalam penulisan maupun salah typing dalam menyebutkan namaπ€.
Tinggalkan jejak kalian
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate bintang lima
Favorite
Salam sayangku
__ADS_1
Reyπ₯°