
hari terahir ujian. anak-anak mulai gaduh di ruang kelas. mereka sedang membicarakan acara libur 2 hari. "aaaah leganya selesai ujian. besok enaknya jalan-jalan bareng Erwin." gumam Maya.
"Sya.. aku ke kelas Erwin dulu." ijin Maya.
"oke May" jawab Tasya.
Aku berjalan menyusuri ruang kelas lain menuju kelasnya Erwin. dan sampailah aku di depan kelasnya. aku melihat dari pintu. tak kudapati sosok Erwin di sana. "hmmm apakah dia ke kantin? apa ke toilet?"
ku mencoba bertanya ke salah satu temannya. "Don, Erwin kemana? kok gak ada di kelas?" tanya Maya. "oh dia barusan pulang. ada kepentingan mendadak. lagian kamu pacarnya, kok sampai gak tau dia dimana?" jawab Doni. "hehehe oke makasih don." sambil berlalu meninggalkan doni, banyak pikiran yang melayang di kepalaku. "ada apa dengan dia? gak biasanya dia menghilang tanpa pamit aku".
(berpikir keras)
tuuut tuuuut tuuuut.. ku mencoba telpon Erwin. sudah 5 kali telpon belum diangkat juga. dan iki ke 6 kali ahirnya diangkat. tanpa basa basi "halo yang.. kemana sih kamu. kenapa gak pamit aku kalau pulang duluan.. kamu @:":*:$_#'#&"
tanpa sadar aku ngomong dari A sampai Z dan dia hanya diam.
"May.. bisa gak diam sebentar!" suara Erwin membentak.
"ka.. kamu kenapa yang? "nada memelas agak sedih . "besok ayo jalan-jalan. sepertinya suasana hatimu sedang buruk." ajak Maya.
"maaf aku tidak bisa. ada hal penting yang harus aku lakukan". jawab Erwin.
Maya : hal penting apa?
Erwin : pokoknya ada
Maya : iya apa?
Erwin : udah jangan kebanyakan nanya (membentak)
Maya : erwin,, sebenernya ada apa? aku salah apa sama kamu? kenapa kamu tiba-tiba jadi begini? (menahan tangis)
Erwin : (menghela nafas panjang) gak ada apa-apa. jangan difikirkan. ya sudah aku masih sibuk. aku tutup telponnya. tut (suara menutup telpon?)
diarrrrrrrr. rasanya hatiku tersambar petir. sesak. kenapa sesak sekali dadaku. air mata sudah tidak bisa aku tahan lagi. akupun berlari ke toilet. meluapkan rasa sedih yang tak bisa aku gambarkan.
dreeet dreeet getar suar hp ku. "May. kemana aja? kenapa belum balik ke kelas?" suara Tasya agak panik.
"Syaa.. aku harus gimana sekarang.. huhuhu"
"kenapa kamu nangis? sekarang dimana? " tanya Tasya
__ADS_1
"di toilet" jawab Maya singkat
Tasya bergegas berlari ke toilet. sesampainya di sana "Tasyaaaaaa... huhuhu.." aku peluk tasya erat-erat. "hey May sebenarnya ada apa? kenapa kamu nangis? Erwin udah ngapain kamu?"
Maya : dia ternyata sudah pulng duluan. tidak bilang ke aku.
Tasya : terus itu doang yang bikin kamu nangis?
Maya : bukan. bukan itu. tadi aku telpon dia. rasanya dia agak berubah. dia bentak aku tadi syaaa. padahal aku cuma nanya dia baik-baik. aku cuma mau ngajak dia jalan-jalan besok. tapi dia gak bisa. huhuhu
Tasya : ya udah besok ayo kita jalan-jalan. jangan pikirkan Erwin. jangan ganggu dia dulu. mungkin dia benar-benar sedang sibuk. cuci muka dulu sana! jelek banget wajahmu jadi bengkak. hihihi
Maya : kok malah ngledekin aku sih sya..
Tasya : hahagaha udah ah ayo
kita berdua berjalan bersama. sepanjang jalan Tasya mencoba menghiburku. sedikit tenang. aku berharap tak ada hal yang disembunyikan Erwin dari aku.
"sya.. ayo ijin pulang.. kepalaku pusing" pinta Maya
"iya ayo beres-beres nanti langsung ijin ke guru" ajak Tasya
sesampainya di rumah aku langsung tidur. rasanya sangat lelah. rasanya ingin cepat-cepat ganti hari.
jam 9 aku bersiap-bersiap. tak lama Tasyapun datang. "May ayo. kita lupakan sedihmu kemarin. hari ini aku temenin makan banyak".
aku hanya tersenyum mengangguk. kali ini tasya bawa mobil. memacu mobilny agak kencang. sampai di sana, hatiku mulai sangat tenang. perasaan senang karena melihat banyak makanan. aku memang tipe orang yang doyan makan soalnya.
tanpa sadar di tanganku sudah ada beberapa makanan yang ku beli. saat enak-enaknya makan tiba-tiba aku berhanti. mataku tertuju pada sosok lelaki yang aku kenal. Erwin!"
"Sya itu Erwin! dengan nada terkejut
"mana May? tasya mencari sosok erwin
maya : itu di stan takoyaki. tunggu! tunggu i i itu erwin dengan siapa? kenapa ada cwe yang gandeng tangannya?
benar - benar buat jantungku berdetak kencang. tanganku mendadak dingin. tubuhku rasanya mulai menggigil.
"cepat ambil potonya May ! "perintah Tasya.
di tengah keramaian orang aku mencoba memfotonya. kemudian aku mencoba telpon erwin.
__ADS_1
maya : lagi dimana?
erwin : lagi nganterin mamah keluar
maya : oh ya sudah. .
dan tanpa pikir panjang aku kirim poto tadi ke erwin. "mamahmu terlihat sangat muda. kenapa tidak kamu kenalkan ke aku sayang !"
dan erwin mulai clingukan mencari keberadanku. dia menemukanku dan tasya. perempuan di sebelahnya hanya diam.
"oh ini mamamu kah? muda dan cantik ya!
ucapku menahan emosi dan tangis.
May.. aku bisa jelasin ini!!!
"udah stop jangan bicara apa-apa lagi!! selama ini aku kurang apa? 3 tahun. 3 tahun kamu tega hancurin semuanya. 😠udah cukup. ini terahir aku lihat kamu. anggap aja kita gak pernah ada apa-apa. kita udahan aja. semoga kamu bahagia sama dia."
aku dengan Tasya berlalu meninggalkan dia.
"sya ayo kita pulang saja"
(di mobil)
maya : huhuhuhuhu kenapa sih sial banget hari ini.. salah apa aku sama dia. kenapa dia tega ngelakuin itu ke aku. slama ini aku udah tulus sayang sama dia. dia kesambet apa sih syaaa jadi tega beginiiiii ðŸ˜
Tasya : udah may udah. nanti juga kamu bakal nemuin laki-laji yang lebih baik dari dia. sekarang jomblo aja dulu.
maya : alaaah kamu sya.. bilang aja kamu seneng aku jomblo biar kamu ada temennya.
tasya : hahahaha tuh kamu tau
maya : iiihh tasya tega bener kamu. sama teganya kayak dia ðŸ˜
tasya : hahahaha udah udah tenang..
(dirumah)
tasya : aku buatin susu coklat ya biar hatimu tenang. sekarang kita fous masuk universitas dulu. di universitas pasti banyak cwo baik yang bisa kamu pilih.
maya : mengangguk tanda setuju
__ADS_1
mimpi buruk yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. memang selama ini kita terlihat baik-baik saja. kalaupun ada masalah pasti cepat diselesaikan. tapi kali ini? apa yang merasukinya sehingga dia tanpa pikir panjang mematahkan hati dan harapanku bisa hidup bahagia nantinya. ah sudahlah.. bukan jodohnya. semoga takdir Tuhan lebih indah ahirnya .