
Happy Reading.
Ketika Maya dan rombongan meninggal kan cafe Tadi sempat melihat dan memperhatikan mereka.
"Hei Tari ... apa yang kamu lihat kenapa kamu kelihatan serius" tanya Bram pada Tari yang sedang memperhatikan Maya yang melintas di hadapan nya namun sedikit tertutup badan Fahri.
Kemudian Tadi hendak beranjak dari tempat duduk nya namun di halangi oleh Bram.
"Hei kamu mau kemana?"tanya Bram.
"Sepertinya aku mengenal salah satu gadis itu" ucap Tari tapi masih tidak yakin dengan penglihatan nya.
"Benarkah mana dia"
"Mungkin aku hanya salah lihat" ucap Tari.
"Silahkan Mbak ... Mas indah menu nya" ucap pelayan yang menghampiri mereka.
"Oke Mba terimakasih kami lihat-lihat dulu ya"
"Silahkan"
Rania kembali dari toilet kemudian Bram menyerahkan menu padanya.
"Kalian berdua yang pilih makanan nya" ucap Bram.
"Rania..."
"Ya ..."
"E ... kamu mau pesan apa?" ucap Tari mengalihkan pembicaraan, awalnya Tari ingin memberitahu pada Rania kalau dia sepertinya melihat Maya adik Rania namun Tari tidak yakin dengan penglihatan nya.
"Biar aku lihat-lihat dulu" ucap Rania.
Mereka semua menyerah kan menu ke pelayan tadi dan memesan makanan pilihan mereka masing-masing.
"Rania ... boleh aku minta nomor ponsel mu? ehh... gini, karena mama aku suka dengan kue buatan mu jadi gampang kalau mau pesan lagi" ucap Bram.
"Boleh" ucap Rania sambil memberikan nomor ponsel nya.
Bram dengan cekatan save nomor ponsel Rania.
Ahhhh bisa aja ini si Bram, bilang aja langsung minta nomor pake alasan mama juga π€£.
"Sekalian aku nanti mau pesan kue yang sama ya buat mama" ucap Bram lagi.
"Dengan senang hati" ucap Rania.
"Silahkan Mba ... Mas " ucap pelayang yang mengantar sua pesanan mereka.
Dengan cekatan pelayan itu menata menu di atas meja.
Beberapa menu makanan sudah tersaji di hadapan mereka.
Terlihat menu yang sangat menggugah seleraπ.
"Tunggu dulu sebelum kita santap semua biar aku ambil beberapa foto buat story wa ku" ucap Tari dengan senyuman.
Rania mendengar nya hanya tersenyum.
"Tari ... Tari ... kamu gak pernah berubah ya ..." ucap Bram sambil menggelengkan kepalanya.
Kemudian Tari mengambil beberapa gambar makanan yang sudah tersaji di hadapan nya.
Kemudian dia memposting nya di story' wa.
__ADS_1
Hayo siapa nih di antara kalian yang kalau lagi makan selalu di fotoin dulu π€£.
Ayok ngaku π, tapi jujur ya Author juga suka kayak gitu π€£.
Kalau kalian gimana? suka juga gak begitu? sebelum makan fotoin dulu dah itu makanan.
Setelah merasa puas mengambil beberapa foto Tadi tersenyum.
"Silahkan di nikmati" ujar Tari seolah tak berdosaπ€£.
"Udah boleh nih" tanya Bram meyakinkan.
"Iya boleh"
Mereka semua tertawa renyah kemudian menikmati makanan mereka sambil sesekali ngobrol ringan.
Setelah selesai menyantap makanan mereka memutuskan untuk pulang.
Berjalan ber iringan sesampai di depan "Kalian tunggu disini aja biar aku ambil mobil di parkiran" ucap Bram.
"Oke" ucap Tari dan Rania bersamaan.
"Kalian tampak serasi ... aku harap kalian berjodoh" ucap Tari sambil tersenyum dan menaik-naikan alis nya.
"Kamu ini mulai deh kumat jadi Mak comblang aku kira udah pensiun" ucap Tari memukul ringan bahu sahabat nya ini.
Datang seorang pria menghampiri mereka berdua.
"Rania sayang kamu ada di sini? aku sangat merindukan mu" ucap pria ini sambil ingin memeluk Rania namun di halangi oleh Tari.
"Hentikan Jodi ... singkirkan tangan mu" ucap Tari dengan marah.
Jodi adalah mantan kekasih Rania, ya dialah mantan kekasih yang telah mengkhianati nya yang membuat Rania sampai saat ini masih betah menjomblo.
Bukan tak ada yang mendekati Rania, banyak ... tapi Rania selalu menolaknya.
"Aku mohon Jodi pergi dari sini" ucap Rania.
"Tapi sayang aku masih merindukan mu ... bukan kah kau masih mencintaiku?... sampai sekrang saja kau masih betah sendiri itu karena kamu masih mencintaiku kan sayang?" ucap Jodi dengan bangga.
"Hahahahaha kamu terlalu percaya diri Jodi ... siapa bilang Rania masih sendiri dia sudah ada kekasih" ucap Tari sekenanya.
Seketika Rania membelalakkan matanya ke arah Rania dan mendapatkan kedipan sebelah mata dari Tari.
Jodi tersenyum mengejek "kamu jangan bicara omong kosong Tari dimana dia?
'Kamu lihat aja nanti dan kamu tunggu dia datang" ucap Tari tak mau kalah.
Tak lama datang lah Bram menghampiri Meraka.
"Ayok Tari Rania" ucap Bram.
"Kamu lihat dia adalah Bram kekasih Rania" ucap Tari kemudian Tari melihat kearah Bram memelototi mengancam Bram harus mengikuti sandiwaranya.
Wajah Jodi yang semula tersenyum sombong perlahan senyum itu luntur dari wajah nya, berubah menjadi tatapan tidak senang ke arah Bram.
"Dia adalah milikku yang sudah jadi milikku tidak bisa di miliki orang lain" ucap Jodi sambil menarik paksa lengan Rania.
Rania yang di tarik secara paksa meringis kesakitan karena genggaman Jodi sangat kuat di pergelangan tangan nya.
"Lepaskan ... kamu bukan siapa-siapa ku dan aku bukan milikmu" bentak Rania.
"Hei bung lepaskan tangan mu" ucap Bram mulai kesal karna melihat Rania meringis kesakitan.
__ADS_1
"Jangan ikut campur kamu siapa ha...? ucap Jodi setengah berteriak.
"Aku adalah kekasih nya, jadi lepaskan tangan mu dari kekasihku" ucap Bram.
Rania kemudian menatap Bram sementara Bram hanya memberikan senyum manisnya.
"Tidak Rania adalah milikku ... hanya milikku" ucap Jodi tak mau mengalah.
Dengan emosi Bram menghampirinya dan mencengkeram leher baju Jodi sontak Jodi melepaskan genggaman tangan nya pada lengan Rania.
Tari menghampiri Rania dan menariknya sedikit menjauh.
"Jangan coba-coba kau ganggu kekasihku ... atau kau akan ku beri pelajaran" ucap Bram mengancam Jodi.
"Brengsek jangan banyak bicara" ucap Jodi dengan kesal melayangkan tinjunya ke arah Bram, tapi tinjuan nya di tahan oleh Bram.
Bram meremas pergelangan tangan Jodi sementara Jodi nyengir kesakitan berusaha menarik tangan nya namun gagal karena genggaman Bram sangat kuat.
Rania kemudian menghampiri mereka dan melerai.
"Sudah-sudah ayo Bram kita tinggalkan tempat ini" ucap Rania.
Kemudian Bram melepaskan tangan Jodi.
"Ingat jangan sampai aku melihatmu menggangu kekasihku Rania lagi... jika tidak aku akan beri kamu pelajaran lebih dari ini" ancam Bram kepada Jodi.
"Aku tidak akan melepaskan mu Rania" ucap Jodi lagi.
Kemudian Bram merangkul pundak Rania menuju mobil nya.
Jodi begitu kesal melihat pemandangan ini.
Mendengar ucapan Bram hati Rania sedikit menghangat merasa di lindungi.
Bram membuka pintu bagian depan dengan semangat Tari menuntun Rania duduk di sebelah Bram kemudian sebelum masuk mobil Tari melihat ke arah Jodi yang berdiri terpaku melihat ke arah mereka kemudian Tari menunjukkan kepalan tangan nya ke arah Jodi.
Kemudian Tari masuk kedalam mobil dia duduk di bangku belakang.
"Sialan ... brengsek" Jodi berteriak memaki.
Rasakan kau Jodi π€£.
Wah sepertinya Bram mulai melancarkan aksinya uhuy.
Apakah Bram sudah mulai menyukai Rania ya π.
β ββββ β BERSAMBUNG β ββββ β
Terimakasih sudah mampir silahkan beri komentar yang membangun ya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Like
Komentar
Gift
Rate bintang lima
Favorite
Salam sayang ku
Reyπ₯°
__ADS_1