
Malam kian larut Sarah masih asyik dengan gawai ditangannya, ia asyik berselancar di dunia maya malam itu ia tidak bisa tidur,sudah dari tadi ia gelisah bahkan ia menutupi wajahnya dengan bantalpun tak membuatnya terlelap. Dan telepon genggam miliknya kini menjadi satu-satunya pengalihan beban pikirannya.
Ia membuka instagram miliknya berandanya penuh dengan kata-kata bijak. Ia tahu tak mudah meluluhkan hati Hilman namun ia akan berusaha mungkin Hilman sekarang tak mencintainya tapi setelah menikah nanti Sarah akan membuat Hilman mencintainya. Ia hanya perlu berusaha dan berdoa agar Hilman mau membuka hatinya. Ingin rasanya Sarah mempercepat pernikahannya agar keraguan dalam dirinya hilang,memiliki Hilman seutuhnya adalah salah-satu impiannnya. Meski ia tahu tak ada gunanya memiliki raganya namun hatinya masih tak mamou ia miliki. Tapi Sarah juga percaya Hilman masih membuka hati kepada siapapun.
__ADS_1
Setelah shalat subuh Sarah mendekati abinya yang sedang berada di teras. "abi, ini tehnya" Sarah menyodorkan secangkir teh panas,"oh iyya nak, terima kasih yah" jawab abi. "abi, kapan abi akan bertemu Hilman? Ia sekarang kadang tidak pulang bi, abi tahu setiap ibu-ibu di desa kita sering berbicara soal hubunganku dengan Hilman.
Aku malu bi, rasanya aku selalu saja menjadi pusat perhatian" rengek sarah. Tapi memang sejak berita perjodohan Sarah dan Hilman tersebar keluarga mereka seakan menjadi sorotan,hanya saja orang-orang di desanya tidak ingin berbicara terus terang didepan mereka.
__ADS_1
Mereka mempertanyakan kenapa mereka tidak segera saja dinikahkan bukankah mereka sudah layak untuk menikah. Pak Madi belum bisa menjawab Sarah bukan karena ia ragu bertemu Hilman tapi terkahir kali mereka bertemu Hilman pak Madi sudah bertanya dengan Hilman hanya saja Hilman tak menjawab pertanyaan itu,mungkin Hilman butuh waktu toh pernikahan bukan hal yang sederhana pernikahan itu bak mengarungi lautan yang tidak selamanya lautan itu tenang pasti akan ada ombaknya.
Hubungan ini antara kalian berdua pernikahan itu adalah ibadah terlama, jadi kita harus siap tidak boleh asal menikah saja" sambangnya menjelaskan. "aku malu bi, masa perempuan yang bertanya kepad alaki-laki apa tidak sekalian saja saya tanyakan kapan ia datang membawa ibunya melamarku" ucap Sarah agak ngambek. Pak madi hanya terkekeh,ia tahu betul tabiat putrinya meski ia terlihat sangat anggun dan santun tapi sebenarnya ia anak yang cerewet.
__ADS_1
Ia tidak suka menunggu apalagi bertele-tele, tapi untuk perasaannya ia siap menunggu meski terkadang ia ingin sekali melepaskan topeng gengsinya dan menanyai Hilman langsung apa ia akan menikahinya atau tidak. Apa Hilman mencintainya atau tidak,tapi semua itu ia tahan ia tahu perempuan memiliki batas-batas kesopanan dalam hal berbicara apalagi berbicara dengan lelaki yang bukan makhramnya.
Sarah masuk kedalam rumahnya ia memulai aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga semenjak ibunya meninggal kini urusan rumah tangga dilakukan sendiri oleh Sarah.
__ADS_1