
Dua minggu sudah Elea menghabiskan waktu-waktu indahnya di kampung Maryam, menikmati celotehan burung-burung camar dipagi hari, suara jangkrik di malam hari tentu akan sangat dirindukan Elea. Tapi, ia juga harus kembali bekerja masa cutinya sudah berakhir ia dengan riang memebereskan semua pakaiannya.
Maryam datang ke kamar Elea, ia memberikan bungkusan untuk bekal di jalan. Oleh-oleh khas Bugis, "beppa Cella" kue yg terbuat dari tepung beras dan gula merah itu kini sudah dikemas cantik. Elea beeterima kasih dengan semuanya selama Dua minggu ini.
Pagi-pagi sekali Elea dan Maryam sudah di jemput mobil yang akan membawanya ke mamakassar. Mereka sebenarnya bisa saja naik pesawat tapi memilih menggunakan mobil ingin sekali lagi menikmati perjalanan yang panjang katanya. Setelah pamit kepada orang tua Maryam mereka berdua berangkat. Elea menatap lama Rumah panggung itu selama Dua minggu ia merasakan kehangatan didalamnya dan semoga saja ia bisa kembali lagi ke sini.
Sebenarnya ada hati yang ia simpan disini sejak Dua minggu terakhir, sosok yang awalnya tak pernah ia kira bisa merobohkan prinsipnya. Ia membalikkan badannya pandangannya nanar menatao celah-celah pohon pisang berharap ada sepasang mata yang mengintainya.
Sepanjang jalan Elea merasa ada yang hilang dari separu hatinya,ia selalu tidak beruntung jika berhadapan dengan perasaan. Ia menarik panjang nafasnya dan Maryam hanya menatapnya tersenyum, Maryam tahu apa yang ia pikirkan. Elea memejamkan matanya, tak lama ia terbangun dan sudah sampai dibandara. Mereka sudah siap menunggu keberangkatan. Elea dan Maryam berpisah, Elea kini sedang menuju kotanya. Kota yang bising berharap ia larut dengan kebisingan sehingga bisa melupakan sosok yang ia temui selama dua minggu ini.
Pesawat Elea mengudara ia kembali terlelap. Sesampainya di rumah Elea langsung merebahkan badannya perjalanan panjang membuat tubuhnya lelah. Ia berbaring selama sejam,setelah bangun ia kemdudian mandi dan membuka kopernya. Elea menemukan sebuah surat di sela-sela lipatan bajunya, rupanya surat itu dari seseorang yang berhasil membuat hatinya terpaut sekali lagi. Meski kini ia tak berani berharap banyak.
__ADS_1
"hay, maaf kalau kemarin aku tidak sempat mengantar kepulanganmu. Ibuku tiba-tiba mengajak aku ke desa sebelah tak enak rasanya menolaknya. Surat ini aku titip ke Maryam semalam sebelum kamu berangkat,sengaja biar kamu lebih senang membaca. Terima kasih sudah menghiasi hari-hari selama dua minggu disini. Anak-anak sangat kehilangan kamu. Katanya ada kakak cantik dari kota yang mengajarnya sangat seru, sehat selalu semoga kita bisa bertemu kembali, Aso." tutup surat itu hanya sekedar kata-kata sederhana tapi membuat hati Elea runtuh baginya ia lelaki yang berani dan cerdas. Elea menyimpan surat itu dilacinya,kemidian melanjutkan rutinitasnya.
Seperti biasa Elea sibuk dengan urusan kantornya, ia sudah lupa dengan sosok Aso lelaki yang mencuri perhatiannya dua minggu lalu. Ia tenggelam dalam rutinitasnya kembali.
Malam itu Elea tidak bisa tidur, ia masih asyik me scroll ig nya, tiba-tiba sebuah vidio muncul di berandanya vidio tentang anak-anak pedalaman yang belajar mengaji di sebiah gubuk tua yang dia ajari oleh seorang perempuan muda. Ia kemudian teringat dengan dua minggu ia habiskan di kampung Maryam. Elea senyum-senyum sendiri. Ia merasa pertama kali dalam hidupnya berguna dan bermanfaat bagi orang lain.
...****************...
"Namanya Aso,ia lebih tua setahun dari kita. Setelah lulus pesantren di jawa, ia ke kairo dan menjadi dosen disini. Ia memilih mengajar anak-anak mengaji di masjid setiap sore" jelas Maryam yang tahu Elea penasaran dengan lelaki yang azan dan jadi imam tadi.
"ia masih lajang, banyak yang menaruh hati padanya namun ia masih betah menjomblo. Hahaha," kekeh Maryam. Rupanya yang sedang dibicarakan sudah tepat disamping mereka.
__ADS_1
"assalamu alaikum Mar, lama baru ketemu yah. Kapanki pulang?" tanya Aso kepada Maryam sambil melirik Elea. "eh deng Aso, waalaikum salam, kemarin saya datang eh, ini temanku he. Namanya Elea" Maryam menyenggol Elea sambil berjalan. Mereka kemudian kenalan menyebutkan nama masing-masing sambil berjalan keluar pakarangan masjid.
Pagi harinya setelah sarapan teh panas dan pisang goreng buatan Ibu Maryam, tiba-tiba Deng aso datang bertamu. Ia sengaja menemui Maryam,ia memperkenalkan program mengajarnya kepada Maryam dan Elea,tentu Aso tak ingin menghilangkan kesempatan untuk memanfaatkan mereka dalam berbagi ilmu.
"jadi kapanmi dimulai? " tanya Maryam. " nanti sore kita adakan pengenalan jangan lupa setelah shalat ashar yah" ia melirik Elea. "insya Allah"jawab Elea singkat. Aso pergi meninggalkan rumah Maryam mereka sudah tampak akrab dan siap mempersiapkan agenda selama 2 minggu kedepan.
Elea bahagia bisa mengeluarkan ilmu mengajarnya disini, ia siap berbagi pengalaman kepada anak-anak disini yang mungkin saja mereka akan merasa lebih seperti saling berbagi pengalaman. Karena Elea sama sekli belum pernah mengajar. Tapi kata Aso itu tidak penting yang penting kita hanya menyampaikan ilmu-ilmu bermanfaat bagi anak-anak,motivasi hidup dan tips agar menjadi wanita mandiri.
Elea memperkenalkan dirinya, ia berbicara bagaimana ia bisa ada disini, dan bagaimana ia bisa mencapai mimpinya. Anak-anak sangat antusias, selama ini apalgi di kampung anak-anak perempuan hanya sekolah sampai SMP jarang dari mereka melanjutkan sekolah karena pernikahan dini masih marak. Salah satu alasan Aso juga mendatangkan mereka berdua di tengah anak-anak ini agar mereka tahu bahwa menjadi wanita tak meluluh soal menjadi ibu rumah tangga saja, mereka harus sekolah tinggi karena meski pada dasarnya kita semua akan menjadi ibu tapi menjadi ibu yang berpendidikan akan sangat berpengaruh dengan masa depan anak-anak kita nantinya.
Aso sangat puas dengan cara mengajar Elea, ia tahu Elea perempuan cerdas. Dan ia merasa sudah tertarik dengan perempuan asing ini. Wanita yang jarang bicara tapi sekali bicara ia bisa dengan leluasa mendekripsikan semua pengalamannya. Sejak saat itu mereka intens bertemu dan semakin banyak program-program yang mereka cetus bersama hingga benih-benih ketertarikan keduanya jelas terlihat hanya saja mereka tahu batasan mereka.
__ADS_1
Semua berjalan baik selama dua minggu hingga akhirnya Aso mengajak Elea ke sungai berdua saja Maryam tak ikut ia sibuk membantu ibunya di rumah. mereka berdua ingin menjemput anak laki-laki yang sudah 2 hari tidak ikut belajar dan menurut informasi anak ini sering kesungai memancing. Disinilah percakapn iti dimulai,yang membuat keduanya akhirnya saling menegrti kalau semua ini hanya semu belaka.