
Sarah dan Hilman saling menguatkan, Sarah legah Hilman sudah berubah dan memutuskan Hubungannya dengan Elea. Sarah memeluk Hilman yang penuh duka, ia tahu suaminya kini sedang berjuang melawan rasa bersalahnya terhadap Elea, biar bagaimanapun Elea adalah tambatan hatinya. Tentu saja ia juga merasa bersalah dan terluka.
Menyadari bahwa hubungan keduanya sudah berakhir Sarah bersyukur, Allah menenggelamkan badai rumah tangganya. Sarah pagi-pagi sekali sudah keluar rumah, ia diantar Adi kesuatu tempat. Rupanya ia kerumah Elea, ia sampai di depan rumah Elea,pagarnya terbuka. Ia masuk dan mengetuk pintu. Adi hanya menunggu di mobil.
"Assalamualaikum" ucap Sarah sambil mengetuk pintu. Tak ada jawaban, ia ulangi Salamnya sampai tiga kali. Kali ini ada jawaban dari dalam. Tak lama kemudian pintu terbuka,muncul sosok perempuan yang masih memaki baju tidur selutut. Elea memang hanya memakai Hijab jika ia ingin keluar,ia masih belum konsisten soal menutup aurat.
Elea pucat pasih,ia tahu wanita yang sedang didepannya kini adalah istri mantan pacarnya Hilman. Elea, masih mematung,Ia pandangi Sarah perempuan ayu dan lembut itu kini juga sama terkejutnya. Ia tidak salah waktu ia menenbak sosok perempuan yang kerumahnya kemarin. Ia Elea perempuan yang sudah membuat suaminya jatuh cinta.
"boleh saya masuk" tanya Sarah menawarkan diri. Elea hanya memberi jalan, ia tak bisa berkata-kata, bibirnya keluh. Sarah masih berdiri, Elea akhirnya mempersilakan duduk. Elea masuk kedalam, mengambil segelas air putih yang ia letakkan diatas mampan. "maaf, silakan"pinta Elea. "terima kasih" jawab Sarah tak menyentuh sama sekali gelasnya.
Sarah menelisik setiap sudut rumah Elea, Elea hanya diam. Sarah melirik kamar utama Elea, Elea merasa tak enak. Disanalah ia dan suami Sarah pernah berbagi keringat bersama. Mata Sarah nanar,ia berkaca-kaca menahan tangis dan amarah. Tapi ia perempuan yang terhormat tidak baik berprilaku kasar kepada perempuan penggoda. Toh ia kesini hanya iangin meluruskan semuanya.
"tentu anda tahu siapa saya, dengan anda datang kemarin ke rumah saya anda pasti dengan sangat percaya diri ingin melihat saya. " Sarah membuka pembicaraan dengan nada yang lembut namun tegas. Elea masih tak bicara ia tahu kesalahannya tapi jangan salahkan ia juga jika selama ini Hilman menjalin hubungan dengannya.
"saya dan Hilman sudah berpisah mba,kami sudah tidak ada hubungan lagi. Tentu mba sendiri tahu dari suami mba" ucap Elea dengan nada bergetar.
__ADS_1
"ia saya berani kesini krna saya tahu kalian sudah mengahirinya,saya datang hanya ingin bilang sama anda. Jangan ganggu kami lagi" tegas Sarah. "saya tahu kamu terluka,dan saya juga maklum mas Hilman menyukaimu lebih dulu sebelum kami menikah, saya tidak pernah mempermasalahkan hubingan kalian sebelum ia menjadi suami saya." sambung Sarah
"tapi yang saya sesalkan, selama berbulan-bulan setelah kami menikah pun kalian masih berhubungan,saya bahkan sudah tidak menjamin lagi kamar anda itu tidak ada bekas keringat suami saya" Sarah kini meninggikan suaranya namun masih terlihat tegar. Elea sadar Sarah tahu semua yang terjadi selama ini Hilman sangat yakin bahwa istrinya tak mengetahuinya. Nyatanya Sarah tak sepolos dugaan Hilman.
"saya bersyukur mas Hilman sadar bahwa hubungan kalian tak akan pernah direstui. Dan saya pun tak akan pernah menyerah dengan mas Hilman. Asal mba tahu saya mencintai mas Hilman jauh sebelum mba mengenal Mas Hilman" jelas Sarah
"mba, sekarang lupakanlah Mas Hilman. Mba masih sangat cantik dan mandiri,mba bisa mnedapatkan lelaki yang sesuai denga mba. Mba harus bangkit dan jangan pernah mengusik kami lagi, jangan pernah menggoyahkan mas Hilman lagi. Ingat Mba yang kalian lakukan bukan hanya buruk kalian tapi juga bagi keluarga mba,dan keluarga kami." Sarah memang bijak. Ia masih muda namun ia juga tak pernah menyalahkan perasaan Elea, siapa yang bisa menebak dengan siapa kita jatuh cinta tapi tak selamanya Cinta itu membawa kita kebahagiaan bisa jadi cinta kita sendiri adalah ujian terberat kita. Sarah beranjak pergi. Ia meninggalkan Elea yang menunduk dan terisak.
Benar kata Sarah,Elea berhak mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Namun Elea sudah menutup hatinya lagi dengan yang namanya cinta. Cukup selama ini ia berjalan dengan cinta yang selalu salah. Elea, wanita ini kini mengubur impiannya untuk menikah. Ia terlalu sakit dengan Hilman.
Elea bangun diseperempat malam, ia mengambil air wudhu dan shalat tahajjud, ia bersimpuh kepada Rabbnya. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia bertobat ia telah melakukan dosa yang sangat besar. Ia kini memohon pengampunan kepada Rabbnya
Ia selalu berdoa, doa yang sama yang ia ulang-ulang sepanjang waktu "ya Allah, jangan biarkan hatiku jatuh kepada yang tak seharusnya engkau takdirkan". Ia terisak
...****************...
__ADS_1
setahun kemudian, Elea yang sedang asyik berbelanja bulanan di supermarket, ia tak sengaja menoleh kebelakang. Ia melihat sosok perempuan yang tak asing baginya. Yah sosok itu adalah Maryam teman kuliahnya dulu. Maryam mendekati Elea dengan senyuman "Elea, Masya Allah lea, aku benar-benar tidak mengenalimu sekarang. Kamu hijrah?" pertanyaan itu membuat Elea tersipu.
Sejak setahun Elea kini sudah berhijrah,ia memakai Hijab panjang dan gamis seperti ukhti-ukhti jaman sekarang. Elea sudah berubah, ia bukan lagi Elea yang dulu yang badung, suka keluar malam. Ia sekarang lebih sering mengikuti kajian islami di kompleksnya.
"Assalamu alaikum mar" sapa Elea, "waalaikum salam lea".. Jawab Maryam. "kamu tinggal sekitar sini?" tanya Elea.
"ngga, aku kebetulan ada perjalanan bisnis disini. Cuman 2 hari, aki menginap di hotel sarlim" jelas Maryam.
Setelah membayar semua belanjaan mereka berdua melanjutkan ngobrolnya di kafe seberang supermarket. Mereka berdua mengenang masa-masa kuliah dulu. Maryam sahabat Elea semasa Kuliah mereka sering meghabiskan waktu bersama,.
"kamu sudah menikah?" tanya Maryam penasaran. Elea menggeleng, "kalau kamu punya kenalan cowo yang cocok jadi imam kenalin dong" canda Elea. "kamu sendiri?" tanya Elea.
Elea dan Maryam memang putus hubungan semenjak selesai kuliah no. Maryam dan semua sosial medianya juga tiba-tiba ikut menghilang. Rupanya ia punya cerita sendiri dengan itu.
"sejak lulus aku pulang ke makassar, aku dijodohkan dengan seorang lelaki pengangguran yang protektif, setahun kami tinggal bersama, ia dan keluarganya tidak memperlakukanku layaknya manusia" ia terisak. "Aku bagai burung yang disangkar Emas,suamiku sangat kasar ia pemabuk dan hanya mengandalkan uang orang tuanya, aku menderita dan sering dipukuli, sampai sekarang aku bahkan masih trauma dengan pernikahan" ucap Maryam "kami tidak dikarunia anak,mungkin Allah tahu aku akan semakin menderita, dan itu juga menjadi salah satu Alasan aku diselingkuhi. Suamiku diam-diam memiliki selingkuhan yang sudah bertahun-tahun mereka berhubungan, orang tuanya tahu tapi mereka menyalahkanku karena aku tidak becus mengurus suami sehingga ia berpaling" sambung Maryam sambil terisak. Elea merasa tertampar masa lalunya tak lebih kotor dari yang Maryam ceritakan. Bukankah ia juga seorang selingkuhan.
__ADS_1